Toyota Ogah Grasak-grusuk Soal Mobil Listrik .

Toyota Indonesia mengaku tidak mau grasak-grusuk dalam mengembangkan mobil listrik di dalam negeri. Toyota ingin menyiapkan semuanya dengan baik. Sehingga hasilnya maksimal.

“Kapal induk aja kalau mau belok pakai kordinat. Motor aja kalau belok pakai sein. Nggak sembarang lompat-lompat,” ujar Direktur Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN), Bob Azam saat ngobrol santai 50 tahun Toyota, Kamis (8/4).

Menurut dia, dalam pengembangan mobil listrik harus siap hulu dan hilirnya. Mulai dari SDM, supply chain-nya, sampai sales dan bengkelnya. Karena penjual, mekanik, pembiayaan, sampai asuransinya  juga beda.

Supply chain dari UKM juga harus disiapkan. Karena mobil konvensional dan listrik beda. Ada jutaan orang yang kerja disini.

“Saat ini 30 persen pabrik, sisanya supply chain. Dan supply chain ini sangat penting di industri otomotif. kita harus memikirkannya sebelum beralih konvensional ke elektrifikasi,” bebernya.

Toyota juga bekerja sama dengan perguruan tinggi negeri untuk mengembangkan teknologi mobil listrik yang cocok buat Indonesia.

Hal senada dikatakan Direktur Pemasaran Toyota Astra Motor, Anton Jimmi Suwandy. Menurut dia, Toyota terus melakukan persiapan ke elektrifikasi. Mulai dari bagaimana pelatihan penjualan, pelatihan mekanik. 

“Meskipun saat ini dealer kami sudah siap melayani,” bebernya. [DIT]

]]> .
Toyota Indonesia mengaku tidak mau grasak-grusuk dalam mengembangkan mobil listrik di dalam negeri. Toyota ingin menyiapkan semuanya dengan baik. Sehingga hasilnya maksimal.

“Kapal induk aja kalau mau belok pakai kordinat. Motor aja kalau belok pakai sein. Nggak sembarang lompat-lompat,” ujar Direktur Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN), Bob Azam saat ngobrol santai 50 tahun Toyota, Kamis (8/4).

Menurut dia, dalam pengembangan mobil listrik harus siap hulu dan hilirnya. Mulai dari SDM, supply chain-nya, sampai sales dan bengkelnya. Karena penjual, mekanik, pembiayaan, sampai asuransinya  juga beda.

Supply chain dari UKM juga harus disiapkan. Karena mobil konvensional dan listrik beda. Ada jutaan orang yang kerja disini.

“Saat ini 30 persen pabrik, sisanya supply chain. Dan supply chain ini sangat penting di industri otomotif. kita harus memikirkannya sebelum beralih konvensional ke elektrifikasi,” bebernya.

Toyota juga bekerja sama dengan perguruan tinggi negeri untuk mengembangkan teknologi mobil listrik yang cocok buat Indonesia.

Hal senada dikatakan Direktur Pemasaran Toyota Astra Motor, Anton Jimmi Suwandy. Menurut dia, Toyota terus melakukan persiapan ke elektrifikasi. Mulai dari bagaimana pelatihan penjualan, pelatihan mekanik. 

“Meskipun saat ini dealer kami sudah siap melayani,” bebernya. [DIT]
]]> .
Sumber : Rakyat Merdeka RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Categories