Tolak Konvensi Capres NasDem, Maaf PAN Pilih Jalan Lain .

Partai Amanat Nasional (PAN) menegaskan tidak akan ikut konvensi calon presiden yang akan digelar Partai Nasional Demokrat (NasDem) tahun depan. Partai berlambang Matahari itu punya cara lain, yakni melalui Rapat Kerja Nasional (Rakernas). 

“Alasan pertama, PAN tidak mau koalisi di konvensi, karena sudah memiliki mekanisme sendiri yakni, Rakernas,” kata Wakil Ketua Umum PAN Viva Yoga Mauladi, kemarin. 

Kedua, PAN tidak mau direcoki dengan urusan partai lain. Apalagi urusan Capres dan Cawapres yang masih cukup lama. PAN lebih fokus melakukan konsolidasi organisasi, penataan jaringan partai, dan meningkatkan kualitas program perkaderan. 

Ketiga, yang tidak kalah penting adalah fokus membantu Pemerintah dalam memberantas pandemi Covid-19 dan pemulihan ekonomi nasional, agar rakyat dapat bekerja normal kembali. Kendati menolak koalisi di konvensi Partai NasDem, PAN tetap mengapresiasi niat partai besutan Surya Paloh itu, untuk menggelar konvensi calon presiden. “Hal itu menandakan, NasDem adalah partai terbuka bagi anak bangsa yang akan maju di pemilu presiden,” pungkasnya. 

Sementara, Sekretaris Jenderal PAN, Eddy Soeparno memastikan, partainya maju di dalam pertarungan Pilpres 2024. “Kita sudah punya beberapa kader yang memang sangat mumpuni,” ujarnya. 

Disebutkan, sejumlah kader top itu adalah, Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan alias Zulhas yang saat ini menjabat sebagai Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR). Kemudian, Ketua Dewan Kehormatan PAN Soetrisno Bachir, hingga kader muda seperti Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto. 

“Banyak tokoh-tokoh kader PAN yang memang bisa memenuhi kriteria dan bisa berpeluang kita jadikan calon presiden dari PAN,” katanya. 

Soal siapa tokoh yang akan dijagokan PAN di Pilpres 2024, akan dilakukan penjaringan kader-kader berkualitas. Setelah itu digodok melalui Rakernas. Biasanya, kata Eddy, Rakernas PAN terakhir menjelang Pilpres 2024 itulah yang akan menentukan tidak hanya jagoan PAN, juga arah politik PAN di dalam Pemilu 2024. Bisa saja, keputusan itu nanti mengusung tokoh di luar kader PAN. 

“Nanti akan ditentukan, apakah kita akan mengusung kader partai sendiri, atau kita kemudian ikut mengusung Capres-Cawapres terbaik. Itu dari aspek mekanisme,” paparnya. Wakil Ketua Komisi VII DPR ini juga menjelaskan, saat memasuki 2022, akan ada konsolidasi internal yang akan membahas beragam kegiatan, termasuk evaluasi internal partai.

Sebelumnya, Partai NasDem mengajak partai politik untuk mengikuti program konvensi Capres yang akan digelar pada 2022. Nantinya, pemenang konvensi akan mendapatkan tiket calon presiden dari Partai NasDem. [BSH/REN]

]]> .
Partai Amanat Nasional (PAN) menegaskan tidak akan ikut konvensi calon presiden yang akan digelar Partai Nasional Demokrat (NasDem) tahun depan. Partai berlambang Matahari itu punya cara lain, yakni melalui Rapat Kerja Nasional (Rakernas). 

“Alasan pertama, PAN tidak mau koalisi di konvensi, karena sudah memiliki mekanisme sendiri yakni, Rakernas,” kata Wakil Ketua Umum PAN Viva Yoga Mauladi, kemarin. 

Kedua, PAN tidak mau direcoki dengan urusan partai lain. Apalagi urusan Capres dan Cawapres yang masih cukup lama. PAN lebih fokus melakukan konsolidasi organisasi, penataan jaringan partai, dan meningkatkan kualitas program perkaderan. 

Ketiga, yang tidak kalah penting adalah fokus membantu Pemerintah dalam memberantas pandemi Covid-19 dan pemulihan ekonomi nasional, agar rakyat dapat bekerja normal kembali. Kendati menolak koalisi di konvensi Partai NasDem, PAN tetap mengapresiasi niat partai besutan Surya Paloh itu, untuk menggelar konvensi calon presiden. “Hal itu menandakan, NasDem adalah partai terbuka bagi anak bangsa yang akan maju di pemilu presiden,” pungkasnya. 

Sementara, Sekretaris Jenderal PAN, Eddy Soeparno memastikan, partainya maju di dalam pertarungan Pilpres 2024. “Kita sudah punya beberapa kader yang memang sangat mumpuni,” ujarnya. 

Disebutkan, sejumlah kader top itu adalah, Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan alias Zulhas yang saat ini menjabat sebagai Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR). Kemudian, Ketua Dewan Kehormatan PAN Soetrisno Bachir, hingga kader muda seperti Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto. 

“Banyak tokoh-tokoh kader PAN yang memang bisa memenuhi kriteria dan bisa berpeluang kita jadikan calon presiden dari PAN,” katanya. 

Soal siapa tokoh yang akan dijagokan PAN di Pilpres 2024, akan dilakukan penjaringan kader-kader berkualitas. Setelah itu digodok melalui Rakernas. Biasanya, kata Eddy, Rakernas PAN terakhir menjelang Pilpres 2024 itulah yang akan menentukan tidak hanya jagoan PAN, juga arah politik PAN di dalam Pemilu 2024. Bisa saja, keputusan itu nanti mengusung tokoh di luar kader PAN. 

“Nanti akan ditentukan, apakah kita akan mengusung kader partai sendiri, atau kita kemudian ikut mengusung Capres-Cawapres terbaik. Itu dari aspek mekanisme,” paparnya. Wakil Ketua Komisi VII DPR ini juga menjelaskan, saat memasuki 2022, akan ada konsolidasi internal yang akan membahas beragam kegiatan, termasuk evaluasi internal partai.

Sebelumnya, Partai NasDem mengajak partai politik untuk mengikuti program konvensi Capres yang akan digelar pada 2022. Nantinya, pemenang konvensi akan mendapatkan tiket calon presiden dari Partai NasDem. [BSH/REN]
]]> .
Sumber : Rakyat Merdeka RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Categories