Tol Gringsing Selesai 100 Persen Progres Pembangunan KIT Batang Terus Membaik

Progres pembangunan infrastruktur pendukung Kawasan Industri Terpadu (KIT) Batang, Jawa Tengah, terus mengalami perkembangan.

Mulai dari pengerjaan konstruksi Simpang Susun (SS) Pintu Tol Gringsing, jalan sekitar kawasan, penyediaan air bersih, dan Rumah Susun (Rusun) bagi para pekerja.

Direktur Utama PT Jasamarga Semarang Batang (JSB) Prajudi mengatakan, simpang susun dan jalan tol Gringsing merupakan akses utama untuk menuju KIT Batang. Progres pembangunan jalan tol ini sudah mencapai 100 persen.

“Jika saat ini masih ada kegiatan, itu sifatnya hanya perapihan, atau penyempurnaan berdasar hasil temuan yang dikerjakan kontraktor, yaitu Waskita Karya,” kata Prajudi kepada wartawan, Selasa (28/9).

Pembangunan simpang susun ini, menurut Prajudi, membutuhkan waktu 6 bulan. Yaitu mulai November 2020, dan akhirnya selesai pada Juli 2021. Namun, dalam prosesnya sendiri sempat mengalami kemunduran akibat adanya persoalan.

Seperti melakukan koordinasi terkait perizinan dengan PT Perkebunan Nusantara (PTPN) IX selaku pemilik tanah, dan adanya pekerja yang terpapar Covid-19.

“Jadi kami tidak bisa bekerja full 10 persen, karena proses dan adanya permasalahan itu memuat waktu kami mundur dua bulan. Dari awal selesai Mei, jadinya bulan Juli,” bebernya.

Sekedar informasi, simpang susun dan tol Gringsing memiliki panjang 3.1 kilometer dengan anggaran sebesar lebih dari Rp 200 miliar.

Proses pembangunannya menggunakan sistem kontrak CPV. Sistem ini artinya kontraktor menalangi semua biaya, dan akan diganti setelah semua pekerjaan selesai.

Selain itu, untuk menunjang pembangunan KIT Batang, Kementerian PUPR melalui Ditjen Bina Marga melakukan tengah membangun jalan sepanjang 57 km secara multi years contract (MYC) 2020-2022.

 

Pembangunan jalan yang terbagi menjadi empat paket pekerjaan menelan biaya Rp 3,5 triliun, dengan progres fisik sudah mencapai 34,48 persen.

Dukungan bidang Sumber Daya Air, Kementerian PUPR melalui Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana Ditjen SDA menyiapkan pembangunan Bendung Sungai Urang seluas 29,32 m3 dan Bendung Kedung Langgar seluas 142 hektar.

Pembangunan bendungan ini untuk memenuhi kebutuhan air baku serta penanganan drainase di 4 titik, yakni Sungai Mata Air sepanjang 400 meter, Sungai Brontok 770 meter, Sungai Pelabuhan 861 meter, dan Sungai Pesanggrahan 100 meter.

Kepala Balai Prasarana Permukiman Wilayah (BPPW) Provinsi Jawa Tengah, Cakra Nagara mengatakan, untuk memenuhi kebutuhan air bersih, pihaknya tengah melakukan tiga pekerjaan di KIT Batang.

Ketiga pekerjaan tersebut yakni Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM), Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) dan Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST).

“Untuk mendukung KIT Batang kami membangun SPAM berkapasitas 285 liter/detik, IPAL berkapasitas 18.000 m3/hari dan TPST berkapasitas 35 ton/hari,” kata Cakra Nagara.

Untuk bidang perumahan, saat ini juga tengah dibangun rusun bagi para pekerja. Rusun ini bertipe seperti barak dengan tinggi lima lantai, dan berjumlah 10 tower. Progres pembangunan fisik rusun ini sudah mencapai 13 persen, dan ditargetkan selesai pada April 2022. [DNU]

]]> Progres pembangunan infrastruktur pendukung Kawasan Industri Terpadu (KIT) Batang, Jawa Tengah, terus mengalami perkembangan.

Mulai dari pengerjaan konstruksi Simpang Susun (SS) Pintu Tol Gringsing, jalan sekitar kawasan, penyediaan air bersih, dan Rumah Susun (Rusun) bagi para pekerja.

Direktur Utama PT Jasamarga Semarang Batang (JSB) Prajudi mengatakan, simpang susun dan jalan tol Gringsing merupakan akses utama untuk menuju KIT Batang. Progres pembangunan jalan tol ini sudah mencapai 100 persen.

“Jika saat ini masih ada kegiatan, itu sifatnya hanya perapihan, atau penyempurnaan berdasar hasil temuan yang dikerjakan kontraktor, yaitu Waskita Karya,” kata Prajudi kepada wartawan, Selasa (28/9).

Pembangunan simpang susun ini, menurut Prajudi, membutuhkan waktu 6 bulan. Yaitu mulai November 2020, dan akhirnya selesai pada Juli 2021. Namun, dalam prosesnya sendiri sempat mengalami kemunduran akibat adanya persoalan.

Seperti melakukan koordinasi terkait perizinan dengan PT Perkebunan Nusantara (PTPN) IX selaku pemilik tanah, dan adanya pekerja yang terpapar Covid-19.

“Jadi kami tidak bisa bekerja full 10 persen, karena proses dan adanya permasalahan itu memuat waktu kami mundur dua bulan. Dari awal selesai Mei, jadinya bulan Juli,” bebernya.

Sekedar informasi, simpang susun dan tol Gringsing memiliki panjang 3.1 kilometer dengan anggaran sebesar lebih dari Rp 200 miliar.

Proses pembangunannya menggunakan sistem kontrak CPV. Sistem ini artinya kontraktor menalangi semua biaya, dan akan diganti setelah semua pekerjaan selesai.

Selain itu, untuk menunjang pembangunan KIT Batang, Kementerian PUPR melalui Ditjen Bina Marga melakukan tengah membangun jalan sepanjang 57 km secara multi years contract (MYC) 2020-2022.

 

Pembangunan jalan yang terbagi menjadi empat paket pekerjaan menelan biaya Rp 3,5 triliun, dengan progres fisik sudah mencapai 34,48 persen.

Dukungan bidang Sumber Daya Air, Kementerian PUPR melalui Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana Ditjen SDA menyiapkan pembangunan Bendung Sungai Urang seluas 29,32 m3 dan Bendung Kedung Langgar seluas 142 hektar.

Pembangunan bendungan ini untuk memenuhi kebutuhan air baku serta penanganan drainase di 4 titik, yakni Sungai Mata Air sepanjang 400 meter, Sungai Brontok 770 meter, Sungai Pelabuhan 861 meter, dan Sungai Pesanggrahan 100 meter.

Kepala Balai Prasarana Permukiman Wilayah (BPPW) Provinsi Jawa Tengah, Cakra Nagara mengatakan, untuk memenuhi kebutuhan air bersih, pihaknya tengah melakukan tiga pekerjaan di KIT Batang.

Ketiga pekerjaan tersebut yakni Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM), Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) dan Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST).

“Untuk mendukung KIT Batang kami membangun SPAM berkapasitas 285 liter/detik, IPAL berkapasitas 18.000 m3/hari dan TPST berkapasitas 35 ton/hari,” kata Cakra Nagara.

Untuk bidang perumahan, saat ini juga tengah dibangun rusun bagi para pekerja. Rusun ini bertipe seperti barak dengan tinggi lima lantai, dan berjumlah 10 tower. Progres pembangunan fisik rusun ini sudah mencapai 13 persen, dan ditargetkan selesai pada April 2022. [DNU]
]]> . Sumber : Rakyat Merdeka – RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Categories