Tol Cipali Ambles, Kemenhub Pertimbangkan Pembatasan Truk .

Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mempertimbangkan larangan truk melintasi Jalan Tol Cikopo-Palimanan (Cipali). Hal ini imbas dari amblesnya Tol Cipali pada KM 122+400. 

Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kemenhub Budi Setiyadi mengatakan, akan menggelar rapat tindak lanjut untuk membahas apakah perlu diberlakukan pembatasan angkutan barang bagi truk sumbu 3 ke atas seperti pada periode Natal, Tahun Baru dan Lebaran. 

“Untuk rencana pembatasan operasional angkutan barang bagi truk sumbu 3 ini rencananya akan kami bahas lebih lanjut dengan pihak terkait maupun asosiasi seperi Organda dan Aptrindo. Karena ini butuh komitmen kita bersama,” ujarnya dalam keterangan resminya di Jakarta, Rabu (10/2). 

Menurutnya, sejak terjadinya keretakan jalan tersebut, maka di sepanjang ruas jalan terdampak dilakukan penanganan berupa contraflow untuk mencegah terjadinya kemacetan panjang. Untuk perbaikan akan dilakukan oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

“Untuk manajemen lalu lintasnya tadi sudah dibahas beberapa opsi penanganan seperti contraflow yang diperpendek sehingga akan menguruk jalan di tengah untuk dilalui sehingga akan tetap ada 4 lajur seperti biasa tapi ini memang butuh waktu 10 hari,” tuturnya. 

Untuk meminimalisir adanya keramaian dari warga setempat yang menyaksikan perbaikan jalan ambles tersebut, ia meminta agar pekerjaan perbaikan jalan ditutup. Ia juga mengimbau, masyarakat yang melintasi lokasi tersebut untuk tetap berhati-hati dan tetap menjaga jarak aman antar kendaraan. Apalagi dalam kondisi cuaca ekstrem seperti curah hujan tinggi yang terjadi di beberapa daerah. 

Budi juga menyampaikan pernyataan dari Lintas Marga Sedaya bahwa perbaikan jalan tol Cipali yang ambles ini akan membutuhkan waktu 1,5 bulan. [KPJ]

]]> .
Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mempertimbangkan larangan truk melintasi Jalan Tol Cikopo-Palimanan (Cipali). Hal ini imbas dari amblesnya Tol Cipali pada KM 122+400. 

Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kemenhub Budi Setiyadi mengatakan, akan menggelar rapat tindak lanjut untuk membahas apakah perlu diberlakukan pembatasan angkutan barang bagi truk sumbu 3 ke atas seperti pada periode Natal, Tahun Baru dan Lebaran. 

“Untuk rencana pembatasan operasional angkutan barang bagi truk sumbu 3 ini rencananya akan kami bahas lebih lanjut dengan pihak terkait maupun asosiasi seperi Organda dan Aptrindo. Karena ini butuh komitmen kita bersama,” ujarnya dalam keterangan resminya di Jakarta, Rabu (10/2). 

Menurutnya, sejak terjadinya keretakan jalan tersebut, maka di sepanjang ruas jalan terdampak dilakukan penanganan berupa contraflow untuk mencegah terjadinya kemacetan panjang. Untuk perbaikan akan dilakukan oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

“Untuk manajemen lalu lintasnya tadi sudah dibahas beberapa opsi penanganan seperti contraflow yang diperpendek sehingga akan menguruk jalan di tengah untuk dilalui sehingga akan tetap ada 4 lajur seperti biasa tapi ini memang butuh waktu 10 hari,” tuturnya. 

Untuk meminimalisir adanya keramaian dari warga setempat yang menyaksikan perbaikan jalan ambles tersebut, ia meminta agar pekerjaan perbaikan jalan ditutup. Ia juga mengimbau, masyarakat yang melintasi lokasi tersebut untuk tetap berhati-hati dan tetap menjaga jarak aman antar kendaraan. Apalagi dalam kondisi cuaca ekstrem seperti curah hujan tinggi yang terjadi di beberapa daerah. 

Budi juga menyampaikan pernyataan dari Lintas Marga Sedaya bahwa perbaikan jalan tol Cipali yang ambles ini akan membutuhkan waktu 1,5 bulan. [KPJ]
]]> .
Sumber : Rakyat Merdeka RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Categories