Tinjau Vaksinasi Gotong Royong Jokowi Akui Sulit Dapatkan Vaksin .

Pemerintah sudah me­nyuntikkan 23 juta dosis vaksin Covid-19. Angka itu masih jauh dari target yang ditetapkan pe­merintah, yakni 380 juta dosis.

Presiden Jokowi berharap, pelaksanaan vaksinasi gotong royong alias vaksinasi mandiri bisa membantu mempercepat target tersebut.

“Kami harapkan vaksinasi gotong royong ini bisa mem­percepat proses vaksinasi yang dilakukan,” ujar Jokowi saat meninjau pelaksanaan Vaksinasi Gotong Royong untuk pekerja di Kabupaten Bekasi, kemarin.

Vaksinasi ini diawali dari 19 perusahaan di sektor manufak­tur. Menurut Jokowi, perusa­haan memberikan vaksin gratis kepada seluruh karyawan. Hal ini merupakan bentuk kerja sama sektor swasta dengan pemerintah.

Tapi, vaksinasi gotong royong juga bukan tanpa ken­dala. Diungkapkan Jokowi, pemerintah sebetulnya ke­sulitan mendapatkan pasokan vaksin. Sejauh ini, pemerintah sudah mengantongi komitmen sebanyak 30 juta dosis. Tetapi, baru 420 ribu dosis yang tiba di Indonesia.

“Karena memang membeli vaksin, mencari vaksin itu menjadi rebutan 215 negara. Semua ingin dapat vaksin secepatnya untuk bisa keluar dari Covid-19 ini,” jelas eks Wali Kota Solo itu.

Tingkatkan Investasi

Sementara, Menteri Investasi Bahlil Lahadalia optimistis pro­gram vaksinasi gotong royong bisa meningkatkan investasi yang masuk ke Indonesia.

Menurutnya, vaksinasi masal ini semakin mening­katkan kepercayaan investor menanamkan modalnya di Indonesia. Pelaku usaha jadi punya perencanaan matang dan realisasi investasi. Yang pada akhirnya mampu menciptakan lapangan pekerjaan.

“Karena ending dari investasi itu bagaimana mencipta­kan lapangan pekerjaan, ba­gaimana meningkatkan penda­patan negara, dan itu tanggung jawab kita semua,” jelas Bahlil di sela pelaksanaan vaksinasi gotong royong di Cikarang, Jawa Barat, kemarin.

 

Bahlil juga mengapresiasi Kadin (Kamar Dagang dan Industri Indonesia) dan dunia usaha yang sudah mulai melakukan vaksinasi gotong royong mulai kemarin, (Selasa 18/5).

“Semoga ini menjadi mo­mentum positif bagi Indonesia dan dunia internasional dalam melihat bagaimana Indonesia me-manage, menyelesaikan, maupun menyiasati Covid-19 yang ada di negara kita,” harap Bahlil.

Ketua Umum Kadin Rosan Perkasa Roeslani mengatakan, pengusaha sangat antusias terhadap program vaksinasi gotong royong.

Saat ini, jumlah perusahaan yang mendaftar mencapai 22.736 dengan jumlah pe­serta lebih dari 10 juta orang. “Antusiasmenya sangat tinggi, sangat positif,” kata Rosan.

Jumlah perusahaan yang ikut program vaksinasi gotong royong diyakini bisa mening­kat seiring banyaknya perusa­haan yang terus mendaftar.

“Biasanya kalau ini sudah berjalan, mereka akan lihat hasilnya dulu, pasti akan lebih banyak lagi perusahaan yang ikut mendaftar kalau sudah lihat hasilnya,” ungkapnya.

Selain itu, Rosan juga mengatakan, banyak perusa­haan yang menyarankan agar tidak hanya pegawai perusa­haan yang diberikan vaksinasi gratis, tetapi masyarakat yang tinggal di sekitar lingkungan perusahaan atau sekitar pusat operasional juga ikut diserta­kan dalam program ini.

Rosan juga meyakini, program vaksinasi gotong royong bisa memberikan dampak positif untuk sektor kesehatan serta mempercepat pemulihan perekonomian nasional. [DIR/NOV]

]]> .
Pemerintah sudah me­nyuntikkan 23 juta dosis vaksin Covid-19. Angka itu masih jauh dari target yang ditetapkan pe­merintah, yakni 380 juta dosis.

Presiden Jokowi berharap, pelaksanaan vaksinasi gotong royong alias vaksinasi mandiri bisa membantu mempercepat target tersebut.

“Kami harapkan vaksinasi gotong royong ini bisa mem­percepat proses vaksinasi yang dilakukan,” ujar Jokowi saat meninjau pelaksanaan Vaksinasi Gotong Royong untuk pekerja di Kabupaten Bekasi, kemarin.

Vaksinasi ini diawali dari 19 perusahaan di sektor manufak­tur. Menurut Jokowi, perusa­haan memberikan vaksin gratis kepada seluruh karyawan. Hal ini merupakan bentuk kerja sama sektor swasta dengan pemerintah.

Tapi, vaksinasi gotong royong juga bukan tanpa ken­dala. Diungkapkan Jokowi, pemerintah sebetulnya ke­sulitan mendapatkan pasokan vaksin. Sejauh ini, pemerintah sudah mengantongi komitmen sebanyak 30 juta dosis. Tetapi, baru 420 ribu dosis yang tiba di Indonesia.

“Karena memang membeli vaksin, mencari vaksin itu menjadi rebutan 215 negara. Semua ingin dapat vaksin secepatnya untuk bisa keluar dari Covid-19 ini,” jelas eks Wali Kota Solo itu.

Tingkatkan Investasi

Sementara, Menteri Investasi Bahlil Lahadalia optimistis pro­gram vaksinasi gotong royong bisa meningkatkan investasi yang masuk ke Indonesia.

Menurutnya, vaksinasi masal ini semakin mening­katkan kepercayaan investor menanamkan modalnya di Indonesia. Pelaku usaha jadi punya perencanaan matang dan realisasi investasi. Yang pada akhirnya mampu menciptakan lapangan pekerjaan.

“Karena ending dari investasi itu bagaimana mencipta­kan lapangan pekerjaan, ba­gaimana meningkatkan penda­patan negara, dan itu tanggung jawab kita semua,” jelas Bahlil di sela pelaksanaan vaksinasi gotong royong di Cikarang, Jawa Barat, kemarin.

 

Bahlil juga mengapresiasi Kadin (Kamar Dagang dan Industri Indonesia) dan dunia usaha yang sudah mulai melakukan vaksinasi gotong royong mulai kemarin, (Selasa 18/5).

“Semoga ini menjadi mo­mentum positif bagi Indonesia dan dunia internasional dalam melihat bagaimana Indonesia me-manage, menyelesaikan, maupun menyiasati Covid-19 yang ada di negara kita,” harap Bahlil.

Ketua Umum Kadin Rosan Perkasa Roeslani mengatakan, pengusaha sangat antusias terhadap program vaksinasi gotong royong.

Saat ini, jumlah perusahaan yang mendaftar mencapai 22.736 dengan jumlah pe­serta lebih dari 10 juta orang. “Antusiasmenya sangat tinggi, sangat positif,” kata Rosan.

Jumlah perusahaan yang ikut program vaksinasi gotong royong diyakini bisa mening­kat seiring banyaknya perusa­haan yang terus mendaftar.

“Biasanya kalau ini sudah berjalan, mereka akan lihat hasilnya dulu, pasti akan lebih banyak lagi perusahaan yang ikut mendaftar kalau sudah lihat hasilnya,” ungkapnya.

Selain itu, Rosan juga mengatakan, banyak perusa­haan yang menyarankan agar tidak hanya pegawai perusa­haan yang diberikan vaksinasi gratis, tetapi masyarakat yang tinggal di sekitar lingkungan perusahaan atau sekitar pusat operasional juga ikut diserta­kan dalam program ini.

Rosan juga meyakini, program vaksinasi gotong royong bisa memberikan dampak positif untuk sektor kesehatan serta mempercepat pemulihan perekonomian nasional. [DIR/NOV]
]]> .
Sumber : Rakyat Merdeka – RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Categories