Tinjau GT Palimanan, Ketua Satgas Covid Minta Pos Penyekatan Dikawal 24 Jam

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) sekaligus Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Doni Monardo meninjau lokasi pos penyekatan di Gerbang Tol (GT) Palimanan, Cirebon, Jawa Barat, Kamis (29/4).

Didampingi jajaran Forkopimda Jawa Barat (Jabar), di antaranya, Kapolda Jabar Irjen Pol Ahmad Dofiri, Pangdam III/Siliwangi Mayjen TNI Nugroho Budi Wiryanto, Ketua DPRD Jabar Taufik Hidayat, dan Kajati Jabar Ade Eddy Adhyaksa.

Doni berpesan, jangan sampai ada posko yang kosong. Petugas yang jaga, harus diatur agar tidak menyebabkan kendornya penjagaan. Sehingga, tidak ada kendaraan yang lolos.

“Mohon diperhatikan. Posko penyekatan ini harus terus dijaga selama 24 jam,” kata Doni.

Dalam kesempatan itu, Doni juga meninjau simulasi penyekatan di GT Palimanan yang dilaksanakan petugas gabungan dari Polresta Cirebon, Dinas Perhubungan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), dan lainnya.

Petugas akan memberhentikan sejumlah kendaraan berpelat nomor dari luar Cirebon, kemudian menanyakan daerah asal dan tujuannya.

Setelah itu, akan dilakukan pengecekan sesuai prosedur. Apabila tidak memenuhi, petugas langsung memutarbalikkan ke daerah asalnya. Pengendara yang masuk dalam pengecualian yang diperbolehkan mudik, akan ditempeli sticker sebagai tanda sudah dilakukan pengecekan.

Pos penyekatan juga akan melakukan pengambilan sampel swab secara acak kepada para pengendara. Agar protokol kesehatan selalu terjaga. [HES]

]]> Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) sekaligus Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Doni Monardo meninjau lokasi pos penyekatan di Gerbang Tol (GT) Palimanan, Cirebon, Jawa Barat, Kamis (29/4).

Didampingi jajaran Forkopimda Jawa Barat (Jabar), di antaranya, Kapolda Jabar Irjen Pol Ahmad Dofiri, Pangdam III/Siliwangi Mayjen TNI Nugroho Budi Wiryanto, Ketua DPRD Jabar Taufik Hidayat, dan Kajati Jabar Ade Eddy Adhyaksa.

Doni berpesan, jangan sampai ada posko yang kosong. Petugas yang jaga, harus diatur agar tidak menyebabkan kendornya penjagaan. Sehingga, tidak ada kendaraan yang lolos.

“Mohon diperhatikan. Posko penyekatan ini harus terus dijaga selama 24 jam,” kata Doni.

Dalam kesempatan itu, Doni juga meninjau simulasi penyekatan di GT Palimanan yang dilaksanakan petugas gabungan dari Polresta Cirebon, Dinas Perhubungan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), dan lainnya.

Petugas akan memberhentikan sejumlah kendaraan berpelat nomor dari luar Cirebon, kemudian menanyakan daerah asal dan tujuannya.

Setelah itu, akan dilakukan pengecekan sesuai prosedur. Apabila tidak memenuhi, petugas langsung memutarbalikkan ke daerah asalnya. Pengendara yang masuk dalam pengecualian yang diperbolehkan mudik, akan ditempeli sticker sebagai tanda sudah dilakukan pengecekan.

Pos penyekatan juga akan melakukan pengambilan sampel swab secara acak kepada para pengendara. Agar protokol kesehatan selalu terjaga. [HES]
]]>.
Sumber : Rakyat Merdeka – RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Categories