Tingkatkan Kualitas SDM Pertahanan, Sesko TNI Gaet UIN Bandung .

Sekolah Staf dan Komando (Sesko) TNI melakukan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dengan UIN Sunan Gunung Djati Bandung dalam peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) Indonesia di bidang pertahanan. MoU ditandatangani Komandan Marsekal Madya TNI Dedy Permadi dan Rektor UIN Bandung Prof Mahmud, di Sekso TNI, Jalan Martanegara Nomor 11 Kota Bandung, Kamis (4/3).

Dedy berterima kasih atas kerja sama yang erat antara UIN Bandung dengan Sesko TNI. “Mudah-mudahan hubungan baik ini dapat lebih memberikan nilai tambah yang saling menguntungkan bagi kedua belah pihak dalam upaya meningkatkan kualitas SDM sebagai kader pemimpin negara di masa mendatang,” ucapnya, seperti keterangan UIN Bandung, Kamis (4/3).

Dia menerangkan, UIN Bandung merupakan perguruan tinggi yang memiliki badan hukum dan menyelenggarakan aktivitas di bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat dengan status akreditasi A, sehingga memiliki standar kualitas lulusan yang terjamin. “Selama ini juga, Universitas Sunan Gunung Djati telah mendukung dosen dalam proses belajar mengajar Dikreg ke-47 dan ke-48 Sesko TNI,” jelasnya.

Sesko TNI mengambil langkah proaktif dengan mengadakan kerja sama dengan UIN Bandung dengan tujuan untuk mengembangkan sarana dan prasarana serta SDM yang dimiliki dengan menyelenggarakan pendidikan dan latihan, kegiatan ilmiah, seminar, lokakarya, dan pengabdian kepada masyarakat serta pengkajian dan konsultasi.

“Saya berharap, melalui kerja sama ini akan tercipta kesamaan perspektif, kecepatan koordinasi, serta kedekatan antara para pejabat maupun para pelaksana terkait pada semua strata di lingkungan Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati dan Sesko TNI. Saya yakin, dengan kerja sama yang baik ini, akan tercipta keterpaduan dalam upaya meningkatkan kualitas SDM di masa mendatang,” tuturnya.

Prof Mahmud menyambut baik ikhtiar peningkatan kualitas SDM berkualitas, terutama dalam bidang pertahanan. Sebab, ancaman radikalisme tengah terjadi di Indonesia ini. “Kami merasa berbangga atas MoU ini. Karena dalam catatan sejarahnya, baru kali ini dibuat MoU, sekalipun kerja sama di bidang khutbah, sering kita lakukan baik khutbah Jum’at, Idul Fitri, Idul Adha. Yang sering membahagiakan lagi, dosen dari kami atau dosen Sesko sering ke UIN untuk melakukan kunjungan, pengajaran,” paparnya.

MoU ini diharapkan dapat menyebarluaskan Islam rahmatan lil ‘alamin, moderat, wasathiyah, dan berperan aktif dalam menjaga keutuhan NKRI. “Untuk urusan kebangsaan, bela negara, cinta Tanah Air sudah final. Tidak ada perdebatan lagi. Karena para ulama pendahulu kita telah menegaskan cinta Tanah Air itu sebagian dari iman,” ujarnya.

Mahmud melanjutkan, bela negara menjadi keharusan bagi umat Islam. Sebab, Rasulullah telah mencontohkannya dalam menjaga Kota Mekah dan Madinah.

“Kalau ada segelintir orang yang mempertanyakan loyalitas umat Islam tentang cinta Tanah Air atau bela negara, jawabannya wajib. Sebab, cinta Tanah Air dan bela negara untuk umat Islam sebuah keharusan. Rasulullah telah mencontohkanya dalam menjaga Mekah dan Madinah. Meskipun harus rela berhijrah untuk mempertahankan dan menyebarkan ajaran Islam. Fathul Mekah menjadi menjadi bukti atas kecintaan Rasul terhadap Kota Mekah,” tandasnya. [USU]

]]> .
Sekolah Staf dan Komando (Sesko) TNI melakukan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dengan UIN Sunan Gunung Djati Bandung dalam peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) Indonesia di bidang pertahanan. MoU ditandatangani Komandan Marsekal Madya TNI Dedy Permadi dan Rektor UIN Bandung Prof Mahmud, di Sekso TNI, Jalan Martanegara Nomor 11 Kota Bandung, Kamis (4/3).

Dedy berterima kasih atas kerja sama yang erat antara UIN Bandung dengan Sesko TNI. “Mudah-mudahan hubungan baik ini dapat lebih memberikan nilai tambah yang saling menguntungkan bagi kedua belah pihak dalam upaya meningkatkan kualitas SDM sebagai kader pemimpin negara di masa mendatang,” ucapnya, seperti keterangan UIN Bandung, Kamis (4/3).

Dia menerangkan, UIN Bandung merupakan perguruan tinggi yang memiliki badan hukum dan menyelenggarakan aktivitas di bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat dengan status akreditasi A, sehingga memiliki standar kualitas lulusan yang terjamin. “Selama ini juga, Universitas Sunan Gunung Djati telah mendukung dosen dalam proses belajar mengajar Dikreg ke-47 dan ke-48 Sesko TNI,” jelasnya.

Sesko TNI mengambil langkah proaktif dengan mengadakan kerja sama dengan UIN Bandung dengan tujuan untuk mengembangkan sarana dan prasarana serta SDM yang dimiliki dengan menyelenggarakan pendidikan dan latihan, kegiatan ilmiah, seminar, lokakarya, dan pengabdian kepada masyarakat serta pengkajian dan konsultasi.

“Saya berharap, melalui kerja sama ini akan tercipta kesamaan perspektif, kecepatan koordinasi, serta kedekatan antara para pejabat maupun para pelaksana terkait pada semua strata di lingkungan Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati dan Sesko TNI. Saya yakin, dengan kerja sama yang baik ini, akan tercipta keterpaduan dalam upaya meningkatkan kualitas SDM di masa mendatang,” tuturnya.

Prof Mahmud menyambut baik ikhtiar peningkatan kualitas SDM berkualitas, terutama dalam bidang pertahanan. Sebab, ancaman radikalisme tengah terjadi di Indonesia ini. “Kami merasa berbangga atas MoU ini. Karena dalam catatan sejarahnya, baru kali ini dibuat MoU, sekalipun kerja sama di bidang khutbah, sering kita lakukan baik khutbah Jum’at, Idul Fitri, Idul Adha. Yang sering membahagiakan lagi, dosen dari kami atau dosen Sesko sering ke UIN untuk melakukan kunjungan, pengajaran,” paparnya.

MoU ini diharapkan dapat menyebarluaskan Islam rahmatan lil ‘alamin, moderat, wasathiyah, dan berperan aktif dalam menjaga keutuhan NKRI. “Untuk urusan kebangsaan, bela negara, cinta Tanah Air sudah final. Tidak ada perdebatan lagi. Karena para ulama pendahulu kita telah menegaskan cinta Tanah Air itu sebagian dari iman,” ujarnya.

Mahmud melanjutkan, bela negara menjadi keharusan bagi umat Islam. Sebab, Rasulullah telah mencontohkannya dalam menjaga Kota Mekah dan Madinah.

“Kalau ada segelintir orang yang mempertanyakan loyalitas umat Islam tentang cinta Tanah Air atau bela negara, jawabannya wajib. Sebab, cinta Tanah Air dan bela negara untuk umat Islam sebuah keharusan. Rasulullah telah mencontohkanya dalam menjaga Mekah dan Madinah. Meskipun harus rela berhijrah untuk mempertahankan dan menyebarkan ajaran Islam. Fathul Mekah menjadi menjadi bukti atas kecintaan Rasul terhadap Kota Mekah,” tandasnya. [USU]
]]> .
Sumber : Rakyat Merdeka RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Categories