Tingkatkan Daya Saing Di Tengah Pandemi IPDN Gelar Diskusi Dies Natalis Pake Prokes Ketat

Pandemi Covid-19 bukan halangan bagi Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) untuk mengembangkan kuali­tas para calon abdi negara.

Lembaga pendidikan yang berada di bawah Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) ini menggelar Dies Natalis. Tentunya, acara itu digelar dengan protokol kesehatan (prokes) ketat.

Rektor IPDN Hadi Prabowo bilang, saat ini IPDN terus mengembangkan kualitas pendidikan melalui inovasi untuk mewujudkan daya saing di tengah pandemi Covid-19.

“IPDN melaksanakan dies natalis ke-65 dengan tema, meningkatkan kualitas pen­didikan melalui inovasi untuk mewujudkan daya saing di tengah pandemi Covid-19,” ujar Hadi, dalam Seminar Nasional dengan tema “Optimalisasi Penyelenggaraan Otonomi Khusus Papua dan Papua Barat dalam rangka Akselerasi Pembangunan serta Peningkatan Kesejahteraan Rakyat”, pada kegiatan Dies Natalis ke-65, kemarin.

Kepada Rakyat Merdeka, Hadi menjelaskan, seluruh rangkaian acara dies natalis IPDN diselenggarakan secara internal dan terbatas dengan menerapkan prokes Covid-19 yang sangat ketat.

“Seminar nasional ini pun dilaksanakan secara luring dan daring melalui aplikasi zoom meeting dan juga dapat disaksikan secara streaming melalui kanal YouTube Humas IPDN,” tuturnya.

Jumlah peserta seminar na­sional ini mencapai 10.492 orang. Saking banyaknya pe­sertanya, IPDN sampai menda­patkan apresiasi dari Museum Rekor Indonesia (MURI).

Hadi mengingatkan, situasi dan kondisi negeri yang masih belum stabil karena pandemi Covid-19, tidak menjadi ala­san untuk terus berprestasi dan memberikan yang ter­baik untuk bangsa dan negara Indonesia.

“IPDN di usia ke-65 ini akan terus berdedikasi memberikan pengabdian kepada masyarakat dengan inovasi-inovasi yang unggul. Salah satunya dengan diselenggarakannya seminar nasional,” tutur Hadi.

Seminar yang mengang­kat tema Otsus Papua dan Papua Barat, merupakan salah satu bentuk implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi. Khususnya, dalam aspek peng­abdian masyarakat.

IPDN juga ingin memberikan masukan dan rekomen­dasi kebijakan terhadap penyusunan rancangan perubahan Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2001 tentang Otonomi Khusus Papua dan Papua Barat.

Kegiatan ini juga untuk menjaga keberlangsungan dan keberhasilan pelaksanaan Otonomi Khusus (Otsus) Papua dan Papua Barat, mengingat UU Nomor 21 Tahun 2001 bakal berakhir.

Hadi menambahkan, fokus seminar nasional tersebut adalah mengidentifikasi permasalahan-permasalahan dalam penyelenggaraan oto­nomi khusus Papua dan Papua Barat. [DIR]

]]> Pandemi Covid-19 bukan halangan bagi Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) untuk mengembangkan kuali­tas para calon abdi negara.

Lembaga pendidikan yang berada di bawah Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) ini menggelar Dies Natalis. Tentunya, acara itu digelar dengan protokol kesehatan (prokes) ketat.

Rektor IPDN Hadi Prabowo bilang, saat ini IPDN terus mengembangkan kualitas pendidikan melalui inovasi untuk mewujudkan daya saing di tengah pandemi Covid-19.

“IPDN melaksanakan dies natalis ke-65 dengan tema, meningkatkan kualitas pen­didikan melalui inovasi untuk mewujudkan daya saing di tengah pandemi Covid-19,” ujar Hadi, dalam Seminar Nasional dengan tema “Optimalisasi Penyelenggaraan Otonomi Khusus Papua dan Papua Barat dalam rangka Akselerasi Pembangunan serta Peningkatan Kesejahteraan Rakyat”, pada kegiatan Dies Natalis ke-65, kemarin.

Kepada Rakyat Merdeka, Hadi menjelaskan, seluruh rangkaian acara dies natalis IPDN diselenggarakan secara internal dan terbatas dengan menerapkan prokes Covid-19 yang sangat ketat.

“Seminar nasional ini pun dilaksanakan secara luring dan daring melalui aplikasi zoom meeting dan juga dapat disaksikan secara streaming melalui kanal YouTube Humas IPDN,” tuturnya.

Jumlah peserta seminar na­sional ini mencapai 10.492 orang. Saking banyaknya pe­sertanya, IPDN sampai menda­patkan apresiasi dari Museum Rekor Indonesia (MURI).

Hadi mengingatkan, situasi dan kondisi negeri yang masih belum stabil karena pandemi Covid-19, tidak menjadi ala­san untuk terus berprestasi dan memberikan yang ter­baik untuk bangsa dan negara Indonesia.

“IPDN di usia ke-65 ini akan terus berdedikasi memberikan pengabdian kepada masyarakat dengan inovasi-inovasi yang unggul. Salah satunya dengan diselenggarakannya seminar nasional,” tutur Hadi.

Seminar yang mengang­kat tema Otsus Papua dan Papua Barat, merupakan salah satu bentuk implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi. Khususnya, dalam aspek peng­abdian masyarakat.

IPDN juga ingin memberikan masukan dan rekomen­dasi kebijakan terhadap penyusunan rancangan perubahan Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2001 tentang Otonomi Khusus Papua dan Papua Barat.

Kegiatan ini juga untuk menjaga keberlangsungan dan keberhasilan pelaksanaan Otonomi Khusus (Otsus) Papua dan Papua Barat, mengingat UU Nomor 21 Tahun 2001 bakal berakhir.

Hadi menambahkan, fokus seminar nasional tersebut adalah mengidentifikasi permasalahan-permasalahan dalam penyelenggaraan oto­nomi khusus Papua dan Papua Barat. [DIR]
]]>.
Sumber : Rakyat Merdeka RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Categories