Tindak Tegas Pemudik 166 Ribu Polisi Disiagakan .

Kepolisian menyiagakan 166.734 personel gabungan dari berbagai instansi untuk melakukan penjagaan selama larangan mudik Idul Fitri 2021. Masyarakat yang melanggar dan ngotot mudik bakal ditindak tegas.

“Disiapkan total 166.734 per­sonel gabungan dari Mabes Polri, Polda Jajaran dan instansi terkait,” ungkap Kepala Bagian Operasi (Kabag Ops) Korp Lalu Lintas Polri Kombes Rudy Antariksawan di Jakarta, ke­marin.

Dia menuturkan, personel itu akan tersebar di 333 titik posko penyekatan yang disiapkan oleh kepolisian di sepanjang jalur mudik utama, hingga Lampung dan Bali. Jumlah lokasi yang disekat naik dua kali lipat dari tahun lalu, yang hanya 146 titik.

Rudy merinci, personel dari Mabes Polri akan terdiri dari 834 anggota yang berisikan 53 orang pimpinan dan staf. Sisanya, mer­eka terdiri dari beragam satgas yang sudah dibentuk.

Kemudian, di Polda jajaran kewilayahan juga telah disiaga­kan 93.336 personel. Sementara, 72.564 personel lainnya berasal dari instansi lain seperti TNI, Dinas Perhubungan, Satpol PP, Dinas Kesehatan, Pramuka, Linmas, Jasa Raharja, Basarnas dan lainnya.

Pemerintah telah resmi melarang masyarakat aktivitas mudik Lebaran 2021 sejak 6 hingga 17 Mei 2021. Larangan itu dikeluarkan dengan mem­pertimbangkan risiko penularan Covid-19 yang masih tinggi di Indonesia.

Kementerian Perhubungan (Kemenhub) melarang semua moda transportasi darat, laut, udara hingga kereta api beroperasi selama masa mudik lebaran tersebut.

Sementara, Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kemenhub Budi Setiadi menegaskan, ke­menteriannya bersama Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri akan menjaga seluruh jalan saat larangan mudik berlaku 6-17 Mei 2021.

“Jalan tikus juga akan ka­mi lakukan penjagaan dengan Korlantas Polri dan Kepolisian tentunya,” tegasnya.

Menurutnya, jalan tikus ber­potensi menjadi jalur lalu lintas masyarakat yang nekat mudik pada saat Lebaran.

Selain jalan tikus, Kemenhub dan Korlantas Polri juga akan berjaga di akses utama keluar dan atau masuk pada jalan tol dan nonjalan tol, termi­nal angkutan penumpang dan pelabuhan sungai, danau serta penyeberangan.

Dengan begitu, bisa dipasti­kan, tidak ada masyarakat yang lolos bepergian saat larangan mudik, kecuali pihak tertentu. “Saya pastikan tidak ada yang lolos,” tuturnya. [DIR]

]]> .
Kepolisian menyiagakan 166.734 personel gabungan dari berbagai instansi untuk melakukan penjagaan selama larangan mudik Idul Fitri 2021. Masyarakat yang melanggar dan ngotot mudik bakal ditindak tegas.

“Disiapkan total 166.734 per­sonel gabungan dari Mabes Polri, Polda Jajaran dan instansi terkait,” ungkap Kepala Bagian Operasi (Kabag Ops) Korp Lalu Lintas Polri Kombes Rudy Antariksawan di Jakarta, ke­marin.

Dia menuturkan, personel itu akan tersebar di 333 titik posko penyekatan yang disiapkan oleh kepolisian di sepanjang jalur mudik utama, hingga Lampung dan Bali. Jumlah lokasi yang disekat naik dua kali lipat dari tahun lalu, yang hanya 146 titik.

Rudy merinci, personel dari Mabes Polri akan terdiri dari 834 anggota yang berisikan 53 orang pimpinan dan staf. Sisanya, mer­eka terdiri dari beragam satgas yang sudah dibentuk.

Kemudian, di Polda jajaran kewilayahan juga telah disiaga­kan 93.336 personel. Sementara, 72.564 personel lainnya berasal dari instansi lain seperti TNI, Dinas Perhubungan, Satpol PP, Dinas Kesehatan, Pramuka, Linmas, Jasa Raharja, Basarnas dan lainnya.

Pemerintah telah resmi melarang masyarakat aktivitas mudik Lebaran 2021 sejak 6 hingga 17 Mei 2021. Larangan itu dikeluarkan dengan mem­pertimbangkan risiko penularan Covid-19 yang masih tinggi di Indonesia.

Kementerian Perhubungan (Kemenhub) melarang semua moda transportasi darat, laut, udara hingga kereta api beroperasi selama masa mudik lebaran tersebut.

Sementara, Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kemenhub Budi Setiadi menegaskan, ke­menteriannya bersama Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri akan menjaga seluruh jalan saat larangan mudik berlaku 6-17 Mei 2021.

“Jalan tikus juga akan ka­mi lakukan penjagaan dengan Korlantas Polri dan Kepolisian tentunya,” tegasnya.

Menurutnya, jalan tikus ber­potensi menjadi jalur lalu lintas masyarakat yang nekat mudik pada saat Lebaran.

Selain jalan tikus, Kemenhub dan Korlantas Polri juga akan berjaga di akses utama keluar dan atau masuk pada jalan tol dan nonjalan tol, termi­nal angkutan penumpang dan pelabuhan sungai, danau serta penyeberangan.

Dengan begitu, bisa dipasti­kan, tidak ada masyarakat yang lolos bepergian saat larangan mudik, kecuali pihak tertentu. “Saya pastikan tidak ada yang lolos,” tuturnya. [DIR]
]]> .
Sumber : Rakyat Merdeka RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Categories