Timnas Serbia Siap Jadi Kuda Hitam

Serbia kembali membuat kejutan dengan lolos ke Piala Dunia 2022 Qatar. Tim ini finish di posisi pertama Grup A melalui babak playoff menuju Qatar.

Di Piala Dunia kali ini, pasukan Dragan Stojkovic tergabung di Grup G bersama Brazil, Kamerun dan Swiss.

Jika melihat hasil laga internasional bulan Juni ini, Serbia bisa dibilang belum mendapatkan hasil maksimal. Mereka dua kali menang, sekali imbang, dan sekali kalah dalam empat pertandingan di ajang UEFA Nations League 2022-2023.

Seperti yang sudah disinggung sebelumnya, Serbia berhak tampil di putaran final Piala Dunia 2022 usai memimpin Grup A kualifikasi. Dusan Tadic dan kawan-kawan finish di posisi pertama setelah mengumpulkan 20 poin dari 8 pertandingan.

Mereka sukses memaksa Portugal yang sebelumnya dijagokan bakal menjuarai grup ini melalui babak play-off untuk tampil di Qatar.

Kepastian tersebut didapat setelah mereka mengalahkan tim Cristiano Ronaldo dengan skor 2-1 pada matchday terakhir.

Serbia pun kembali hadir di turnamen empat tahunan ini setelah pada edisi 2018 mereka hanya sampai di fase grup.

Dragan Stojkovic baru ditunjuk untuk menangani Timnas Serbia tepat pada hari ulang tahunnya, yakni 3 Maret 2021.

Sebelumnya, Dragan Stojkovic tercatat hanya pernah menangani dua klub, yakni Nagoya Grampus dan Guangzhou City FC.

Prestasinya sebagai juru taktik sejauh ini membawa Nagoya Grampus menjuarai J.League dan Piala Super Jepang.

Di lapangan, Aleksandar Mitrovic salah satu pemain yang berperan penting dalam suksesSerbia tampil di Piala Dunia 2022.

 

Mitrovic mencetak gol penentu kemenangan timnya atas Portugal padamatchday terakhir kualifikasi pada 14 November 2021.

Selain itu, dia juga punya kontribusi besar dalam keberhasilan Fulham menjuarai Divisi Championship dan promosi ke kasta tertinggi Liga Inggris.

Bagaimana tidak, pemain 27 tahun itu menyarangkan 43 gol dari 44 pertandingan yang dia jalani di liga.

Piala Dunia 2022 akan menjadi keikutsertaan ke-12 bagi Timnas Serbia di turnamen ini. Sepanjang perjalanannya, prestasi terbaik Serbia adalah menembus babak semifinal pada edisi 1962.

Serbia yang kala itu masih termasuk dalam Yugoslavia, gagal ke final usai dikalahkan Czechoslovakia (sekarang Republik Ceko) 0-1.

Di Piala Dunia 2018, mereka gagal menembus babak grup setelah hanya finish di posisi tiga grup E. Serbia hanya mengumpulkan 3 poin dari 3 laga, kalah dari Swiss (5) dan Brazil (7).

Dragan Stojkovic menegaskan, tak ada batasan pencapaian timnya setelah memastikan lolos secara otomatis ke Piala Dunia 2022 Qatar.

“Kami tidak memiliki batasan. Kami menganalisis semuanya dan melakukan semua yang kami lakukan dengan sempurna,” kata Stojkovic.

Pemenang Euro 2016 sejatinya hanya membutuhkan hasil imbang melawan Serbia, ternyata justru menelan kekalahan pahit lewat gol telat Aleksandra Mitrovic.

Stojkovic pun menilai, timnya mampu tampil lebih baik dan berjuang sampai akhir untuk bisa mendapatkan kemenangan. Serbia memiliki potensi untuk hal-hal yang jauh lebih besar.

Sementara, pencetak gol bersejarah bagi Timnas Serbia, Mitrovic, sangat senang bisa membantu negaranya lolos dan bermain di Piala Dunia 2022 musim dingin nanti.

“Saya tak tahu harus berkata apa, saya menangis dan tertawa bahagia. Kemenangan besar, kami datang ke Portugal untuk menang. Kami lebih baik, mengalahkan lawan dan sepatutnya dirayakan,” kata Mitrovic.

Kapten Serbia Dusan Tadic memuji kehadiran Stojkovic sebagai pelatih. Stojkovic ditunjuk pada Maret 2021, menggantikan juru taktik sebelumnya Mladen Krstajic. ■

]]> Serbia kembali membuat kejutan dengan lolos ke Piala Dunia 2022 Qatar. Tim ini finish di posisi pertama Grup A melalui babak playoff menuju Qatar.

Di Piala Dunia kali ini, pasukan Dragan Stojkovic tergabung di Grup G bersama Brazil, Kamerun dan Swiss.

Jika melihat hasil laga internasional bulan Juni ini, Serbia bisa dibilang belum mendapatkan hasil maksimal. Mereka dua kali menang, sekali imbang, dan sekali kalah dalam empat pertandingan di ajang UEFA Nations League 2022-2023.

Seperti yang sudah disinggung sebelumnya, Serbia berhak tampil di putaran final Piala Dunia 2022 usai memimpin Grup A kualifikasi. Dusan Tadic dan kawan-kawan finish di posisi pertama setelah mengumpulkan 20 poin dari 8 pertandingan.

Mereka sukses memaksa Portugal yang sebelumnya dijagokan bakal menjuarai grup ini melalui babak play-off untuk tampil di Qatar.

Kepastian tersebut didapat setelah mereka mengalahkan tim Cristiano Ronaldo dengan skor 2-1 pada matchday terakhir.

Serbia pun kembali hadir di turnamen empat tahunan ini setelah pada edisi 2018 mereka hanya sampai di fase grup.

Dragan Stojkovic baru ditunjuk untuk menangani Timnas Serbia tepat pada hari ulang tahunnya, yakni 3 Maret 2021.

Sebelumnya, Dragan Stojkovic tercatat hanya pernah menangani dua klub, yakni Nagoya Grampus dan Guangzhou City FC.

Prestasinya sebagai juru taktik sejauh ini membawa Nagoya Grampus menjuarai J.League dan Piala Super Jepang.

Di lapangan, Aleksandar Mitrovic salah satu pemain yang berperan penting dalam suksesSerbia tampil di Piala Dunia 2022.

 

Mitrovic mencetak gol penentu kemenangan timnya atas Portugal padamatchday terakhir kualifikasi pada 14 November 2021.

Selain itu, dia juga punya kontribusi besar dalam keberhasilan Fulham menjuarai Divisi Championship dan promosi ke kasta tertinggi Liga Inggris.

Bagaimana tidak, pemain 27 tahun itu menyarangkan 43 gol dari 44 pertandingan yang dia jalani di liga.

Piala Dunia 2022 akan menjadi keikutsertaan ke-12 bagi Timnas Serbia di turnamen ini. Sepanjang perjalanannya, prestasi terbaik Serbia adalah menembus babak semifinal pada edisi 1962.

Serbia yang kala itu masih termasuk dalam Yugoslavia, gagal ke final usai dikalahkan Czechoslovakia (sekarang Republik Ceko) 0-1.

Di Piala Dunia 2018, mereka gagal menembus babak grup setelah hanya finish di posisi tiga grup E. Serbia hanya mengumpulkan 3 poin dari 3 laga, kalah dari Swiss (5) dan Brazil (7).

Dragan Stojkovic menegaskan, tak ada batasan pencapaian timnya setelah memastikan lolos secara otomatis ke Piala Dunia 2022 Qatar.

“Kami tidak memiliki batasan. Kami menganalisis semuanya dan melakukan semua yang kami lakukan dengan sempurna,” kata Stojkovic.

Pemenang Euro 2016 sejatinya hanya membutuhkan hasil imbang melawan Serbia, ternyata justru menelan kekalahan pahit lewat gol telat Aleksandra Mitrovic.

Stojkovic pun menilai, timnya mampu tampil lebih baik dan berjuang sampai akhir untuk bisa mendapatkan kemenangan. Serbia memiliki potensi untuk hal-hal yang jauh lebih besar.

Sementara, pencetak gol bersejarah bagi Timnas Serbia, Mitrovic, sangat senang bisa membantu negaranya lolos dan bermain di Piala Dunia 2022 musim dingin nanti.

“Saya tak tahu harus berkata apa, saya menangis dan tertawa bahagia. Kemenangan besar, kami datang ke Portugal untuk menang. Kami lebih baik, mengalahkan lawan dan sepatutnya dirayakan,” kata Mitrovic.

Kapten Serbia Dusan Tadic memuji kehadiran Stojkovic sebagai pelatih. Stojkovic ditunjuk pada Maret 2021, menggantikan juru taktik sebelumnya Mladen Krstajic. ■
]]> . Sumber : Rakyat Merdeka – RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Categories