Tiket Candi Borobudur Untuk Turis Domestik Bakal Dipatok Rp 750 Ribu, Luhut Jelaskan Alasannya…

Menko Kemaritiman dan Investasi menegaskan, pemerintah akan memakai konsep sambatan, dalam mengembangkan Candi Borobudur sebagai laboratorium konservasi cagar budaya bertaraf internasional.

Dalam bahasa Jawa, sambatan berarti gotong royong.

Dia pun menekankan sinergi antara konservasi dan pariwisata melalui mekanisme single authority agency. Sehingga, Borobudur tak hanya menjadi salah satu dari lima destinasi wisata super prioritas. Tetapi juga destinasi wisata berkualitas.

“Saya juga memastikan penerapan prinsip ekonomi biru, hijau, dan sirkular sudah mulai diterapkan sesuai dengan arahan Presiden Jokowi. Maka dari itu, mulai hari ini akan dilaksanakan uji coba penggunaan bus listrik sebagai shuttle bus kendaraan pariwisata. Rutenya meliputi Borobudur, Malioboro-Prambanan,” kata Luhut melalui akun Instagramnya, Sabtu (4/6).

 

Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan (kiri) dan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, saat uji coba bus listrik sebagai shuttle bus kawasan pariwisata. Dengan rute Borobudur-Malioboro-Prambanan. (Foto: Instagram)

 

Dia menegaskan, penggunaan kendaraan listrik dan energi baru terbarukan (EBT) akan semakin mempertegas komitmen Indonesia dalam penggunaan energi ramah lingkungan.

“Kami juga sepakat dan berencana membatasi kuota turis yang ingin naik ke Candi Borobudur. Maksimal 1.200 orang per hari, dengan biaya 100 dolar AS untuk wisatawan mancanegara. Sementara turis domestik, Rp 750 ribu. Khusus untuk pelajar, Rp 5.000 saja,” papar Luhut.

Sedangkan untuk masuk ke kawasan Candi Borobudur akan tetap mengikuti harga yang sudah berlaku.

“Langkah ini kami lakukan, semata-mata demi menjaga kelestarian kekayaan sejarah dan budaya nusantara,” ucap Luhut. 

Semua turis, nantinya harus menggunakan tour guide dari warga lokal sekitar kawasan Borobudur.

“Ini kami lakukan demi menyerap lapangan kerja baru, sekaligus menumbuhkan sense of belonging terhadap kawasan ini. Sehingga, rasa tanggung jawab untuk merawat dan melestarikan salah satu situs sejarah nusantara ini bisa terus tumbuh, dalam sanubari generasi muda di masa mendatang,” pungkas Luhut. ■

]]> Menko Kemaritiman dan Investasi menegaskan, pemerintah akan memakai konsep sambatan, dalam mengembangkan Candi Borobudur sebagai laboratorium konservasi cagar budaya bertaraf internasional.

Dalam bahasa Jawa, sambatan berarti gotong royong.

Dia pun menekankan sinergi antara konservasi dan pariwisata melalui mekanisme single authority agency. Sehingga, Borobudur tak hanya menjadi salah satu dari lima destinasi wisata super prioritas. Tetapi juga destinasi wisata berkualitas.

“Saya juga memastikan penerapan prinsip ekonomi biru, hijau, dan sirkular sudah mulai diterapkan sesuai dengan arahan Presiden Jokowi. Maka dari itu, mulai hari ini akan dilaksanakan uji coba penggunaan bus listrik sebagai shuttle bus kendaraan pariwisata. Rutenya meliputi Borobudur, Malioboro-Prambanan,” kata Luhut melalui akun Instagramnya, Sabtu (4/6).

 

Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan (kiri) dan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, saat uji coba bus listrik sebagai shuttle bus kawasan pariwisata. Dengan rute Borobudur-Malioboro-Prambanan. (Foto: Instagram)

 

Dia menegaskan, penggunaan kendaraan listrik dan energi baru terbarukan (EBT) akan semakin mempertegas komitmen Indonesia dalam penggunaan energi ramah lingkungan.

“Kami juga sepakat dan berencana membatasi kuota turis yang ingin naik ke Candi Borobudur. Maksimal 1.200 orang per hari, dengan biaya 100 dolar AS untuk wisatawan mancanegara. Sementara turis domestik, Rp 750 ribu. Khusus untuk pelajar, Rp 5.000 saja,” papar Luhut.

Sedangkan untuk masuk ke kawasan Candi Borobudur akan tetap mengikuti harga yang sudah berlaku.

“Langkah ini kami lakukan, semata-mata demi menjaga kelestarian kekayaan sejarah dan budaya nusantara,” ucap Luhut. 

Semua turis, nantinya harus menggunakan tour guide dari warga lokal sekitar kawasan Borobudur.

“Ini kami lakukan demi menyerap lapangan kerja baru, sekaligus menumbuhkan sense of belonging terhadap kawasan ini. Sehingga, rasa tanggung jawab untuk merawat dan melestarikan salah satu situs sejarah nusantara ini bisa terus tumbuh, dalam sanubari generasi muda di masa mendatang,” pungkas Luhut. ■
]]> . Sumber : Rakyat Merdeka – RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Categories