Tetap Patuhi Prokes Menkes: Vaksin Nggak Bikin Kita Jadi Superman .

Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengimbau masyarakat untuk tetap mengikuti protokol kesehatan, sekalipun mereka sudah divaksin Covid-19. Vaksin, tidak membuat seseorang jadi superhero.

Imbauan itu disampaikan Budi saat meninjau Grab dan Good Doctor Vaccine Center, yang merupakan kerja sama antara Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Grab, dan Good Doctor, di ICE BSD, Tangerang Selatan.

Dia mengingatkan masyarakat, terutama para pengemudi ojek online (ojol) yang mengikuti vaksin hari itu, untuk tetap patuh menggunakan masker, jaga jarak dan rajin cuci tangan. Budi me­negaskan, kekebalan terhadap Covid-19 baru terbentuk 28 hari setelah suntikan kedua. Itu pun, tidak serta merta membuat seseorang tidak akan tertular virus Corona.

Vaksin, hanya membuat seseorang jadi lebih kuat. Sehingga jika terinfeksi Covid-19, dia bisa sembuh secara alamiah tanpa dirawat di rumah sakit. “Tapi tidak membuat kita jadi Superman, atau dalam film, jadi Thor, manusia setengah dewa. Jangan habis disuntik merasa jadi Superman, lebih kuat dari Kapolres,” imbau Budi.

Pusat vaksin di ICE BSD ini menyasar kelompok lanjut usia (lansia) dan pekerja sektor publik di bidang transportasi di Tangsel, yang menjadi bagian dari program vaksinasi nasional tahap dua.

Vaksinasi dilakukan dengan pendekatan 3 in 1, yang men­cakup jalur drive-thru kendaraan roda empat dan roda dua, serta walk-in.

Grab Vaccine Center Provinsi Banten beroperasi di ICE BSD Exhibition Hall 10 mulai 13 sampai 14 Maret 2021 untuk gelombang pertama. Dan 10 sampai 11 April 2021 untuk gelombang kedua.

Targetnya, 5.000 lansia dan pekerja publik di sektor transpor­tasi, yang terdiri dari pengemudi angkutan massal, serta mitra pengemudi dan pengantaran Grab, bisa disuntik vaksin. Budi berharap, pada tahap dua, vaksi­nasi bisa dilakukan lebih banyak lagi. Grab dan Good Doctor, diharapkan dapat menyiapkan untuk suntikan 10 ribu per hari.

“Kalau hari ini bisa 2.500, besok mau 5.000. Mungkin di se­mester nanti, Grab harus siap-siap 10 ribu per hari,” harap sarjana di bidang Fisika Nuklir dari Institut Teknologi Bandung (ITB) ini.

Budi meyakini, jika semua komponen bangsa bisa mem­bangun gerakan sembari me­manfaatkan modal sosial yang dimiliki, maka target vaksinasi 181,5 juta rakyat Indonesia bisa selesai dalam waktu satu tahun.

 

Dia merinci, pada Januari dan Februari, vaksin Covid-19 yang tersedia di Indonesia hanya sekitar 3 juta dosis. Itulah sebabnya, penyuntikan hanya dilakukan sekitar 100 ribu per hari. Kemudian jumlah vaksin meningkat menjadi 10 juta dosis pada Maret dan April, sehingga Kemenkes menambah suntikan 300 ribu dosis per hari kepada masyarakat.

Nantinya, pada Mei dan Juni ketersediaan vaksin kembali meningkat menjadi 20 juta. Sehingga hingga Juni naik men­jadi sekitar 600 ribu hingga 700 ribu dosis per hari. “Jadi Indonesia mendapatkan 70 hingga 80 juta dosis vaksin atau 24 persen dari total kebutuhan vaksin,” urai eks Direktur Utama PT Inalum itu.

Vaccine Center ini sudah di­luncurkan lebih dulu di Bali. Saat itu, mereka berhasil melakukan penyuntikan vaksin pada 5.492 penduduk Pulau Dewata dalam enam hari. Hal tersebut melam­paui target awal, yakni 5.000 suntikan vaksin dalam 7 hari.

Terkait hal ini, Managing Director Good Doctor Technology Indonesia, Danu Wicaksana mengatakan, Bali dan Tangsel bukan tempat terakhir untuk ino­vasi vaksinasi tersebut. “Kita akan terus bekerja. Kita siap ekspansi lebih luas lagi. Kami siap di 10 hingga 12 kota. Sehingga target Pak Menkes 1 juta per hari, moga-moga bisa terwujud lebih cepat lagi,” tuturnya.

Secara khusus, Good Doctor juga menyediakan proses registrasi peserta vaksinasi se­cara daring dan juga fitur pre-screening untuk lansia di aplikasi Grab and aplikasi Good Doctor. Hal itu, dapat mengurangi keru­munan massa dan meminimalisasi kasus batal atau tunda di lokasi vaksinasi.

Sementara Presiden Grab Indonesia, Rizki Kramadibrata mengungkapkan, Grab akan terus meningkatkan segala aspek vaksinasi. Mulai dari kecepa­tan, jumlah hingga layanannya. Terutama, menyangkut vaksinasi bagi lansia.

Kombinasi layanan vaksi­nasi drive-thru dan walk-in menawarkan proses vaksinasi yang lebih cepat dan waktu menunggu yang lebih singkat. Hal itu mendukung agenda na­sional vaksinasi Covid-19 secara massal. “Saling bahu membahu dengan semangat gotong royong yang kuat dalam memerangi Covid-19 akan mempercepat berakhirnya pandemi ini,” beber Ridzki. [DIR]

]]> .
Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengimbau masyarakat untuk tetap mengikuti protokol kesehatan, sekalipun mereka sudah divaksin Covid-19. Vaksin, tidak membuat seseorang jadi superhero.

Imbauan itu disampaikan Budi saat meninjau Grab dan Good Doctor Vaccine Center, yang merupakan kerja sama antara Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Grab, dan Good Doctor, di ICE BSD, Tangerang Selatan.

Dia mengingatkan masyarakat, terutama para pengemudi ojek online (ojol) yang mengikuti vaksin hari itu, untuk tetap patuh menggunakan masker, jaga jarak dan rajin cuci tangan. Budi me­negaskan, kekebalan terhadap Covid-19 baru terbentuk 28 hari setelah suntikan kedua. Itu pun, tidak serta merta membuat seseorang tidak akan tertular virus Corona.

Vaksin, hanya membuat seseorang jadi lebih kuat. Sehingga jika terinfeksi Covid-19, dia bisa sembuh secara alamiah tanpa dirawat di rumah sakit. “Tapi tidak membuat kita jadi Superman, atau dalam film, jadi Thor, manusia setengah dewa. Jangan habis disuntik merasa jadi Superman, lebih kuat dari Kapolres,” imbau Budi.

Pusat vaksin di ICE BSD ini menyasar kelompok lanjut usia (lansia) dan pekerja sektor publik di bidang transportasi di Tangsel, yang menjadi bagian dari program vaksinasi nasional tahap dua.

Vaksinasi dilakukan dengan pendekatan 3 in 1, yang men­cakup jalur drive-thru kendaraan roda empat dan roda dua, serta walk-in.

Grab Vaccine Center Provinsi Banten beroperasi di ICE BSD Exhibition Hall 10 mulai 13 sampai 14 Maret 2021 untuk gelombang pertama. Dan 10 sampai 11 April 2021 untuk gelombang kedua.

Targetnya, 5.000 lansia dan pekerja publik di sektor transpor­tasi, yang terdiri dari pengemudi angkutan massal, serta mitra pengemudi dan pengantaran Grab, bisa disuntik vaksin. Budi berharap, pada tahap dua, vaksi­nasi bisa dilakukan lebih banyak lagi. Grab dan Good Doctor, diharapkan dapat menyiapkan untuk suntikan 10 ribu per hari.

“Kalau hari ini bisa 2.500, besok mau 5.000. Mungkin di se­mester nanti, Grab harus siap-siap 10 ribu per hari,” harap sarjana di bidang Fisika Nuklir dari Institut Teknologi Bandung (ITB) ini.

Budi meyakini, jika semua komponen bangsa bisa mem­bangun gerakan sembari me­manfaatkan modal sosial yang dimiliki, maka target vaksinasi 181,5 juta rakyat Indonesia bisa selesai dalam waktu satu tahun.

 

Dia merinci, pada Januari dan Februari, vaksin Covid-19 yang tersedia di Indonesia hanya sekitar 3 juta dosis. Itulah sebabnya, penyuntikan hanya dilakukan sekitar 100 ribu per hari. Kemudian jumlah vaksin meningkat menjadi 10 juta dosis pada Maret dan April, sehingga Kemenkes menambah suntikan 300 ribu dosis per hari kepada masyarakat.

Nantinya, pada Mei dan Juni ketersediaan vaksin kembali meningkat menjadi 20 juta. Sehingga hingga Juni naik men­jadi sekitar 600 ribu hingga 700 ribu dosis per hari. “Jadi Indonesia mendapatkan 70 hingga 80 juta dosis vaksin atau 24 persen dari total kebutuhan vaksin,” urai eks Direktur Utama PT Inalum itu.

Vaccine Center ini sudah di­luncurkan lebih dulu di Bali. Saat itu, mereka berhasil melakukan penyuntikan vaksin pada 5.492 penduduk Pulau Dewata dalam enam hari. Hal tersebut melam­paui target awal, yakni 5.000 suntikan vaksin dalam 7 hari.

Terkait hal ini, Managing Director Good Doctor Technology Indonesia, Danu Wicaksana mengatakan, Bali dan Tangsel bukan tempat terakhir untuk ino­vasi vaksinasi tersebut. “Kita akan terus bekerja. Kita siap ekspansi lebih luas lagi. Kami siap di 10 hingga 12 kota. Sehingga target Pak Menkes 1 juta per hari, moga-moga bisa terwujud lebih cepat lagi,” tuturnya.

Secara khusus, Good Doctor juga menyediakan proses registrasi peserta vaksinasi se­cara daring dan juga fitur pre-screening untuk lansia di aplikasi Grab and aplikasi Good Doctor. Hal itu, dapat mengurangi keru­munan massa dan meminimalisasi kasus batal atau tunda di lokasi vaksinasi.

Sementara Presiden Grab Indonesia, Rizki Kramadibrata mengungkapkan, Grab akan terus meningkatkan segala aspek vaksinasi. Mulai dari kecepa­tan, jumlah hingga layanannya. Terutama, menyangkut vaksinasi bagi lansia.

Kombinasi layanan vaksi­nasi drive-thru dan walk-in menawarkan proses vaksinasi yang lebih cepat dan waktu menunggu yang lebih singkat. Hal itu mendukung agenda na­sional vaksinasi Covid-19 secara massal. “Saling bahu membahu dengan semangat gotong royong yang kuat dalam memerangi Covid-19 akan mempercepat berakhirnya pandemi ini,” beber Ridzki. [DIR]
]]> .
Sumber : Rakyat Merdeka RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Categories