Terseret Kasus Narkoba, Dua WNI Divonis Bebas Pengadilan Tinggi Jepang .

Panel Hakim Pengadilan Tinggi Tokyo resmi memvonis bebas 2 orang Warga Negara Indonesia (WNI), berinisial A dan I yang terjerat kasus narkoba pada Selasa, (13/7).

Keduanya menjadi terdakwa karena diduga secara sengaja menyelundupkan narkoba jenis methamphetamine  untuk kepentingan bisnis secara ilegal ke Jepang pada 2019 lalu.

Sebelumnya, kedua terdakwa WNI ini divonis bersalah dan dihukum 6 tahun penjara serta denda masing-masing 2 juta yen oleh pengadilan tingkat pertama,. 

Keputusan itu berdasar atas pelanggaran Japan Customs Law Pasal 109 dan Pasal 69, Japan Stimulant Drug Control Act Pasal 41 Ayat 2 dan Japan Penal Code Pasal 60.

Duta Besar Republik Indonesia (Dubes RI) untuk Jepang, Heri Akhmadi menyambut gembira keputusan Pengadilan Tinggi Tokyo yang telah membebaskan ke-2 WNI. 

Ia mengapresiasi kerja keras dari Tim Perlindungan WNI Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Tokyo bersama tim pengacara yang selama 2 tahun memberikan pendampingan dan bantuan hukum bagi keduanya. 

“Saya gembira atas vonis bebas 2 WNI kita. Terima kasih kepada pihak Pengadilan Tinggi Tokyo yang kembali menyidangkan kasus ini ditingkat banding. Perlindungan WNI di Jepang akan terus menjadi prioritas penting misi saya di Jepang,” kata Dubes Heri dalam keterangannya kepada RM.ID, Sabtu (17/7). 

Ia menuturkan, A dan I telah menjalani proses hukum di Jepang, mengingat semua WNI saat berada di luar negeri wajib mematuhi hukum setempat.Sedangkan KBRI tidak mengambil alih kesalahan pidana dan perdata.

Untuk ke depannya, lanjut Heri, kasus ini dapat menjadi pelajaran untuk tidak mudah percaya pada orang yang tidak dikenal dan ingin menitipkan barang ke luar negeri. Kedua WNI tersebut telah dipulangkan ke Tanah Air pada, Sabtu (17/7). 

Sebelum kembali ke Indonesia, keduanya tinggal di shelter Perlindungan WNI KBRI Tokyo dan sempat bertemu dan berdiskusi dengan Kepala Bidang Protokol dan Konsuler KBRI Tokyo Ali Sucipto beserta tim. 

Keduanya bahkan difasilitasi untuk berjalan-jalan di pusat Kota Tokyo dan membeli oleh-oleh untuk keluarga.

Keduanya menyampaikan terima kasih atas dukungan dan pendampingan KBRI Tokyo sejak ditangkap kepolisian Jepang dan menjalani hari-hari di penjara Chiba dan Tokyo hingga proses persidangan. 

Dengan difasilitasi KBRI Tokyo, keduanya A dan I senantiasa memperoleh kabar dan dukungan semangat dari keluarga di Indonesia.

Selama periode tahun 2019-2020 KBRI Tokyo menangani 5 kasus penyelundupan narkoba yang melibatkan WNI. Proses persiapan pengadilan di Jepang dikenal cukup berlarut-larut sehingga terdakwa dapat ditahan di penjara dalam waktu yang cukup lama sambil menunggu jadwal sidang.

Pada kasus A dan I, KBRI Tokyo terus mendampingi keduanya menunggu selama 1 tahun lebih untuk disidangkan pada tahun 2020 dan menunggu selama 8 bulan untuk sidang naik banding. [MFA]

]]> .
Panel Hakim Pengadilan Tinggi Tokyo resmi memvonis bebas 2 orang Warga Negara Indonesia (WNI), berinisial A dan I yang terjerat kasus narkoba pada Selasa, (13/7).

Keduanya menjadi terdakwa karena diduga secara sengaja menyelundupkan narkoba jenis methamphetamine  untuk kepentingan bisnis secara ilegal ke Jepang pada 2019 lalu.

Sebelumnya, kedua terdakwa WNI ini divonis bersalah dan dihukum 6 tahun penjara serta denda masing-masing 2 juta yen oleh pengadilan tingkat pertama,. 

Keputusan itu berdasar atas pelanggaran Japan Customs Law Pasal 109 dan Pasal 69, Japan Stimulant Drug Control Act Pasal 41 Ayat 2 dan Japan Penal Code Pasal 60.

Duta Besar Republik Indonesia (Dubes RI) untuk Jepang, Heri Akhmadi menyambut gembira keputusan Pengadilan Tinggi Tokyo yang telah membebaskan ke-2 WNI. 

Ia mengapresiasi kerja keras dari Tim Perlindungan WNI Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Tokyo bersama tim pengacara yang selama 2 tahun memberikan pendampingan dan bantuan hukum bagi keduanya. 

“Saya gembira atas vonis bebas 2 WNI kita. Terima kasih kepada pihak Pengadilan Tinggi Tokyo yang kembali menyidangkan kasus ini ditingkat banding. Perlindungan WNI di Jepang akan terus menjadi prioritas penting misi saya di Jepang,” kata Dubes Heri dalam keterangannya kepada RM.ID, Sabtu (17/7). 

Ia menuturkan, A dan I telah menjalani proses hukum di Jepang, mengingat semua WNI saat berada di luar negeri wajib mematuhi hukum setempat.Sedangkan KBRI tidak mengambil alih kesalahan pidana dan perdata.

Untuk ke depannya, lanjut Heri, kasus ini dapat menjadi pelajaran untuk tidak mudah percaya pada orang yang tidak dikenal dan ingin menitipkan barang ke luar negeri. Kedua WNI tersebut telah dipulangkan ke Tanah Air pada, Sabtu (17/7). 

Sebelum kembali ke Indonesia, keduanya tinggal di shelter Perlindungan WNI KBRI Tokyo dan sempat bertemu dan berdiskusi dengan Kepala Bidang Protokol dan Konsuler KBRI Tokyo Ali Sucipto beserta tim. 

Keduanya bahkan difasilitasi untuk berjalan-jalan di pusat Kota Tokyo dan membeli oleh-oleh untuk keluarga.

Keduanya menyampaikan terima kasih atas dukungan dan pendampingan KBRI Tokyo sejak ditangkap kepolisian Jepang dan menjalani hari-hari di penjara Chiba dan Tokyo hingga proses persidangan. 

Dengan difasilitasi KBRI Tokyo, keduanya A dan I senantiasa memperoleh kabar dan dukungan semangat dari keluarga di Indonesia.

Selama periode tahun 2019-2020 KBRI Tokyo menangani 5 kasus penyelundupan narkoba yang melibatkan WNI. Proses persiapan pengadilan di Jepang dikenal cukup berlarut-larut sehingga terdakwa dapat ditahan di penjara dalam waktu yang cukup lama sambil menunggu jadwal sidang.

Pada kasus A dan I, KBRI Tokyo terus mendampingi keduanya menunggu selama 1 tahun lebih untuk disidangkan pada tahun 2020 dan menunggu selama 8 bulan untuk sidang naik banding. [MFA]
]]> .
Sumber : Rakyat Merdeka – RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Categories