Ternyata, Ini Kunci Indonesia Bisa Tangani Covid-19 Dengan Baik

uru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Prof Wiku Adisasmito membeberkan kunci Indonesia bisa menangani pandemi dengan baik. Ternyata, kuncinya adalah kebijakan berlapis.

“Aplikasi kebijakan berlapis menjadi kunci keunggulan Indonesia dibanding negara lain. Menjadi tugas kita bersama untuk mempertahankan angka kasus yang telah terjadi,” ujar Wiku, dalam konferensi pers, di Jakarta, Kamis (7/10), seperti dikutip Antara.

Wiku lalu membandingkan penanganan Covid-19 di Indonesia dengan India, Jepang, Vietnam, dan Turki. Rata-rata, negara tersebut melakukan penguncian wilayah secara ketat alias lockdown, testing massal, hingga imbauan masif pelaksanaan protokol kesehatan selama menangani lonjakan kasus.

Sementara, di Indonesia diterapkan kebijakan berlapis, utamanya dalam menghadapi varian Delta yang menyebar saat momen libur raya Idul Fitri. Kebijakan itu adalah dengan penerapan Pemberlakukan Pengetatan Kegiatan Masyarakat (PPKM), yakni pembatasan ketat bertahap per kabupaten/kota, serta pembatasan perjalanan dalam dan luar negeri. 

Selain itu, penguatan fasilitas penanganan Covid-19 terpusat. Kemudian respons cepat penyediaan obat dan alat kesehatan, pengawasan protokol kesehatan di tempat umum, pemberdayaan masyarakat, posko daerah, serta peningkatan cakupan vaksinasi Covid-19.

Dengan kebijakan berlapis ini, dalam tempo tiga bulan, terjadi penurunan kasus hingga 98 persen. “Pelajaran yang diambil dari negara lain, euforia turunnya kasus tidak boleh menjadikan Pemerintah dan masyarakat lengah. Prokes harus lebih disiplin perlu pengawasan prokes di setiap aktivitas masyarakat seperti kegiatan keagamaan dan aktivitas berkumpul. Pembukaan pariwisata pada turis asing perlu prinsip kehati-hatian dengan persiapan matang dan Pemda wajib mengawasi,” ujar Wiku. [USU]

]]> uru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Prof Wiku Adisasmito membeberkan kunci Indonesia bisa menangani pandemi dengan baik. Ternyata, kuncinya adalah kebijakan berlapis.

“Aplikasi kebijakan berlapis menjadi kunci keunggulan Indonesia dibanding negara lain. Menjadi tugas kita bersama untuk mempertahankan angka kasus yang telah terjadi,” ujar Wiku, dalam konferensi pers, di Jakarta, Kamis (7/10), seperti dikutip Antara.

Wiku lalu membandingkan penanganan Covid-19 di Indonesia dengan India, Jepang, Vietnam, dan Turki. Rata-rata, negara tersebut melakukan penguncian wilayah secara ketat alias lockdown, testing massal, hingga imbauan masif pelaksanaan protokol kesehatan selama menangani lonjakan kasus.

Sementara, di Indonesia diterapkan kebijakan berlapis, utamanya dalam menghadapi varian Delta yang menyebar saat momen libur raya Idul Fitri. Kebijakan itu adalah dengan penerapan Pemberlakukan Pengetatan Kegiatan Masyarakat (PPKM), yakni pembatasan ketat bertahap per kabupaten/kota, serta pembatasan perjalanan dalam dan luar negeri. 

Selain itu, penguatan fasilitas penanganan Covid-19 terpusat. Kemudian respons cepat penyediaan obat dan alat kesehatan, pengawasan protokol kesehatan di tempat umum, pemberdayaan masyarakat, posko daerah, serta peningkatan cakupan vaksinasi Covid-19.

Dengan kebijakan berlapis ini, dalam tempo tiga bulan, terjadi penurunan kasus hingga 98 persen. “Pelajaran yang diambil dari negara lain, euforia turunnya kasus tidak boleh menjadikan Pemerintah dan masyarakat lengah. Prokes harus lebih disiplin perlu pengawasan prokes di setiap aktivitas masyarakat seperti kegiatan keagamaan dan aktivitas berkumpul. Pembukaan pariwisata pada turis asing perlu prinsip kehati-hatian dengan persiapan matang dan Pemda wajib mengawasi,” ujar Wiku. [USU]
]]> . Sumber : Rakyat Merdeka – RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Categories