Terkait Vaksin Untuk Jemaah Haji Dan Umroh, Menkes Terus Lobi Arab Saudi

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin (BGS) menegaskan, pihaknya bersama Kementerian Luar Negeri terus melobi pemerintah Arab Saudi, terkait syarat vaksinasi untuk jemaah haji dan umroh.

“Kami terus berupaya melobi pemerintah Saudi, dan memastikan jemaah Indonesia agar bisa diberangkatkan untuk beribadah haji dan umroh,” jelas BGS dalam diskusi dengan pemimpin media massa, Minggu (18/4).

Budi memastikan, seluruh jemaah lansia yang akan berangkat haji telah divaksin Covid.

Seperti diketahui, pemerintah Arab Saudi mengizinkan warga asing untuk menjalankan ibadah umroh. Asalkan, sudah disuntik vaksin Covid yang sudah masuk daftar emergency use listing (EUL) dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Sinovac, vaksin yang paling banyak digunakan oleh masyarakat Indonesia saat ini, tengah mengikuti prosedur pengurusan EUL.

Diharapkan, pada akhir Mei, Sinovac sudah ketok palu EUL.

Sementara vaksin AstraZeneca, sudah lebih dulu mendapat EUL dari WHO sejak Februari 2021.

“Saya hendak mempertegas, EUL dan EUA adalah 2 bentuk izin penggunaan terbatas untuk vaksin, obat-obatan dan alat diagnostik in vitro, atas dasar beberapa pertimbangan, yang intinya sama,” jelas Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Prof Wiku Adisasmito  dalam keterangan pers, Kamis (15/4/2021).

“Untuk EUA, diterbitkan oleh masing-masing negara. Sedangkan EUL diperoleh dari WHO,” imbuhnya. [HES]

]]> Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin (BGS) menegaskan, pihaknya bersama Kementerian Luar Negeri terus melobi pemerintah Arab Saudi, terkait syarat vaksinasi untuk jemaah haji dan umroh.

“Kami terus berupaya melobi pemerintah Saudi, dan memastikan jemaah Indonesia agar bisa diberangkatkan untuk beribadah haji dan umroh,” jelas BGS dalam diskusi dengan pemimpin media massa, Minggu (18/4).

Budi memastikan, seluruh jemaah lansia yang akan berangkat haji telah divaksin Covid.

Seperti diketahui, pemerintah Arab Saudi mengizinkan warga asing untuk menjalankan ibadah umroh. Asalkan, sudah disuntik vaksin Covid yang sudah masuk daftar emergency use listing (EUL) dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Sinovac, vaksin yang paling banyak digunakan oleh masyarakat Indonesia saat ini, tengah mengikuti prosedur pengurusan EUL.

Diharapkan, pada akhir Mei, Sinovac sudah ketok palu EUL.

Sementara vaksin AstraZeneca, sudah lebih dulu mendapat EUL dari WHO sejak Februari 2021.

“Saya hendak mempertegas, EUL dan EUA adalah 2 bentuk izin penggunaan terbatas untuk vaksin, obat-obatan dan alat diagnostik in vitro, atas dasar beberapa pertimbangan, yang intinya sama,” jelas Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Prof Wiku Adisasmito  dalam keterangan pers, Kamis (15/4/2021).

“Untuk EUA, diterbitkan oleh masing-masing negara. Sedangkan EUL diperoleh dari WHO,” imbuhnya. [HES]
]]> . Sumber : Rakyat Merdeka – RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Categories