Terima Perwakilan Kepala Desa Waketum Golkar Dorong Optimalisasi Pemanfaatan Dana Desa

Wakil Ketua Umum Partai Golkar Bambang Soesatyo mengajak para kepala desa untuk memanfaatkan dana desa yang besar sebagai modal pembangunan. Dalam RAPBN 2023, Presiden Jokowi berencana menaikkan anggaran dana desa dari Rp 68 triliun di 2022 menjadi Rp 71 triliun pada 2023. Sejak pertama kali digulirkan pada 2015, hingga 2022 ini pemerintahan Presiden Jokowi telah mengucurkan dana desa mencapai Rp 468 triliun.

“Selama ini dana desa telah berhasil dimanfaatkan untuk membangun 227.000 Km jalan desa, 4.500 embung, 71.000 unit irigasi, 1,3 juta meter jembatan, 10.300 pasar desa, 57.200 Bumdes, 6.100 tambat perahu, dan 62.500 penahan tanah. Keberhasilan tersebut tidak lepas dari peran para kepala desa di berbagai daerah,” ujar Bamsoet, sapaan akrab Bambang, usai menerima perwakilan kepala desa dari Kabupaten Purbalingga, di Jakarta, Sabtu (25/6).

Para kepala desa yang hadir antara lain, Harwanto, Sentot Herlambang, Setiyokowati, Ayatno, Miswanto, Asih Budiyani, Heru Catur Wibowo, dan Mugi Ari Purwono.

Ketua MPR ini menjelaskan, melalui Bumdes, para kepala desa juga bisa memanfaatkan dana desa untuk mengembangkan program Desa Wisata Agro (DEWA), Desa Wisata Industri (DEWI), dan Desa Digital (DEDI), yang dicetuskan Wakil Presiden KH Maruf Amin. Untuk wisata agro, misalnya, cukup dibuat tempat yang menarik untuk foto, lokasi yang instagramable, sudah bisa mendatangkan banyak turis, yang pada akhirnya bisa menambah pemasukan untuk masyarakat sekitar.

“Pengelolaan dana desa secara tepat sasaran melalui Bumdes, bisa mendorong percepatan Indonesia keluar dari garis kemiskinan ekstrem. Mengingat dari persentase penduduk miskin Indonesia yang mencapai 10,14 persen atau sebanyak 27,54 juta orang, persentase penduduk miskin di perkotaan hanya 7,89 persen. Sedangkan di pedesaan mencapai 13,10 persen. Pemerintah menargetkan, pengentasan kemiskinan ekstrem pada 2021 sebanyak 35 kabupaten/kota untuk 8.263 desa. Tahun 2022 ditargetkan di 138 kabupaten/kota pada 29.632 desa dan tahun 2023 bakal dilaksanakan pada 261 kabupaten/kota untuk 37.523 desa,” jelas Bamsoet.

Wakil Ketua Umum SOKSI ini juga meminta kepolisian dan kejaksaan di berbagai daerah untuk memberikan pendampingin kepada para kepala desa dalam memanfaatkan dana desa. Jangan sampai karena ketidaktahuan para kepala desa dan perangkat desa terkait masalah administratif, menjadikannya harus berhadapan dengan hukum di kemudian hari.

“Sebagaimana sering disampaikan Presin Joko Widodo, pembangunan nasional harus dimulai dari pembangunan di pedesaan. Para kepala desa merupakan ujung tombaknya. Jangan sampai kerja keras mereka dalam memanfaatkan dana desa untuk kebaikan rakyat, justru membuatnya harus berhadapan dengan hukum. Karenanya pendampingan dari institusi kepolisian dan kejaksaan sangat diperlukan,” pungkas Bamsoet.■

]]> Wakil Ketua Umum Partai Golkar Bambang Soesatyo mengajak para kepala desa untuk memanfaatkan dana desa yang besar sebagai modal pembangunan. Dalam RAPBN 2023, Presiden Jokowi berencana menaikkan anggaran dana desa dari Rp 68 triliun di 2022 menjadi Rp 71 triliun pada 2023. Sejak pertama kali digulirkan pada 2015, hingga 2022 ini pemerintahan Presiden Jokowi telah mengucurkan dana desa mencapai Rp 468 triliun.

“Selama ini dana desa telah berhasil dimanfaatkan untuk membangun 227.000 Km jalan desa, 4.500 embung, 71.000 unit irigasi, 1,3 juta meter jembatan, 10.300 pasar desa, 57.200 Bumdes, 6.100 tambat perahu, dan 62.500 penahan tanah. Keberhasilan tersebut tidak lepas dari peran para kepala desa di berbagai daerah,” ujar Bamsoet, sapaan akrab Bambang, usai menerima perwakilan kepala desa dari Kabupaten Purbalingga, di Jakarta, Sabtu (25/6).

Para kepala desa yang hadir antara lain, Harwanto, Sentot Herlambang, Setiyokowati, Ayatno, Miswanto, Asih Budiyani, Heru Catur Wibowo, dan Mugi Ari Purwono.

Ketua MPR ini menjelaskan, melalui Bumdes, para kepala desa juga bisa memanfaatkan dana desa untuk mengembangkan program Desa Wisata Agro (DEWA), Desa Wisata Industri (DEWI), dan Desa Digital (DEDI), yang dicetuskan Wakil Presiden KH Maruf Amin. Untuk wisata agro, misalnya, cukup dibuat tempat yang menarik untuk foto, lokasi yang instagramable, sudah bisa mendatangkan banyak turis, yang pada akhirnya bisa menambah pemasukan untuk masyarakat sekitar.

“Pengelolaan dana desa secara tepat sasaran melalui Bumdes, bisa mendorong percepatan Indonesia keluar dari garis kemiskinan ekstrem. Mengingat dari persentase penduduk miskin Indonesia yang mencapai 10,14 persen atau sebanyak 27,54 juta orang, persentase penduduk miskin di perkotaan hanya 7,89 persen. Sedangkan di pedesaan mencapai 13,10 persen. Pemerintah menargetkan, pengentasan kemiskinan ekstrem pada 2021 sebanyak 35 kabupaten/kota untuk 8.263 desa. Tahun 2022 ditargetkan di 138 kabupaten/kota pada 29.632 desa dan tahun 2023 bakal dilaksanakan pada 261 kabupaten/kota untuk 37.523 desa,” jelas Bamsoet.

Wakil Ketua Umum SOKSI ini juga meminta kepolisian dan kejaksaan di berbagai daerah untuk memberikan pendampingin kepada para kepala desa dalam memanfaatkan dana desa. Jangan sampai karena ketidaktahuan para kepala desa dan perangkat desa terkait masalah administratif, menjadikannya harus berhadapan dengan hukum di kemudian hari.

“Sebagaimana sering disampaikan Presin Joko Widodo, pembangunan nasional harus dimulai dari pembangunan di pedesaan. Para kepala desa merupakan ujung tombaknya. Jangan sampai kerja keras mereka dalam memanfaatkan dana desa untuk kebaikan rakyat, justru membuatnya harus berhadapan dengan hukum. Karenanya pendampingan dari institusi kepolisian dan kejaksaan sangat diperlukan,” pungkas Bamsoet.■
]]> . Sumber : Rakyat Merdeka – RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Categories