Terbukti Rendah, Penularan Covid Dari Menyentuh Permukaan .

Penularan Covid-19 dari permukaan benda, kerap menjadi masalah yang membikin orang khawatir tertular Corona. Sehingga, menyebabkan orang menyemprotkan desinfektan ke mana-mana.

Namun, belakangan ini muncul kabar baik, yang menyebut rendahnya potensi penularan Covid dari permukaan benda.

“Temuan ini kemudian mempengaruhi rekomendasi penggunaan desinfektan,” ujar dr. Adam Prabata, Kandidat PhD dari Universitas Kobe Jepang via laman Instagramnya, Sabtu (10/4).

Adam menjelaskan, dalam situasi penelitian laboratorium, virus Covid dapat bertahan di permukaan benda selama beberapa jam hingga beberapa hari. Namun, di dunia nyata, belum diketahui secara pasti.

Sebab, kondisi lingkungan di laboratorium tidak sama dengan kondisi lingkungan di dunia nyata.

“Risiko penularan Covid dari permukaan benda di dunia nyata, diperkirakan terjadi hingga 72 jam. Terhitung sejak orang yang terkena Covid berada dalam suatu ruangan (indoor),” terang Adam.

Risiko tersebut bisa sangat berkurang, bila permukaan benda yang sering disentuh di ruangan tersebut telah dibersihkan dan didesinfeksi.

Adam menguraikan, penularan Covid dari permukaan benda dipengaruhi oleh 3 hal berikut:

1. Jumlah virus yang dikeluarkan oleh penderita dan menempel di benda.

2. Jarak waktu antara kontaminasi permukaan dengan tersentuh tangan.

3. Lingkungan. Faktor ini meliputi aliran udara dan ventilasi (mempengaruhi virus yang menempel di permukaan). Suhu dan evaporasi (merusak partikel virus).

Lantas, mengapa penularan Covid dari permukaan benda terbukti rendah?

 

Terkait hal ini, Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Menular AS (CDC) memaparkan dua fakta dari laporan penelitian tentang penularan Covid.

Pertama, penularan Covid juga dapat disebabkan juga oleh cara lain (droplet atau airborne).

Kedua, ada banyak sekali faktor yang menyebabkan penularan dari permukaan menjadi tidak efisien. Misalnya faktor lingkungan, jumlah virus, dan inefisiensi perpindahan virus dari permukaan ke mulut, hidung, atau mata.

Karena itu, membersihkan permukaan tak perlu menggunakan desinfektan. Cukup dengan sabun atau deterjen, minimal 1 kali sehari.

Risiko penularan Covid via permukaan juga dapat ditekan dengan mengoptimalkan ventilasi. Hal ini dapat mengurangi jumlah virus yang dapat menempel di permukaan, dan meningkatkan kemungkinan virus terdegradasi.

“Membersihkan permukaan dengan desinfektan, hanya direkomendasikan bila ada orang yang suspek atau terkonfirmasi Covid di situasi indoor dalam waktu 24 jam terakhir,” jelas Adam.

Menurutnya, ada 2 hal yang bisa kita lakukan untuk menurunkan risiko penularan Covid via permukaan. Pertama, memakai masker dengan benar. Sehingga, dapat mengurangi jumlah droplet yang menempel di permukaan.

Kedua, cuci tangan. Cara ini menurunkan risiko virus pindah dari tangan ke mata/hidung/mulut. [HES]

]]> .
Penularan Covid-19 dari permukaan benda, kerap menjadi masalah yang membikin orang khawatir tertular Corona. Sehingga, menyebabkan orang menyemprotkan desinfektan ke mana-mana.

Namun, belakangan ini muncul kabar baik, yang menyebut rendahnya potensi penularan Covid dari permukaan benda.

“Temuan ini kemudian mempengaruhi rekomendasi penggunaan desinfektan,” ujar dr. Adam Prabata, Kandidat PhD dari Universitas Kobe Jepang via laman Instagramnya, Sabtu (10/4).

Adam menjelaskan, dalam situasi penelitian laboratorium, virus Covid dapat bertahan di permukaan benda selama beberapa jam hingga beberapa hari. Namun, di dunia nyata, belum diketahui secara pasti.

Sebab, kondisi lingkungan di laboratorium tidak sama dengan kondisi lingkungan di dunia nyata.

“Risiko penularan Covid dari permukaan benda di dunia nyata, diperkirakan terjadi hingga 72 jam. Terhitung sejak orang yang terkena Covid berada dalam suatu ruangan (indoor),” terang Adam.

Risiko tersebut bisa sangat berkurang, bila permukaan benda yang sering disentuh di ruangan tersebut telah dibersihkan dan didesinfeksi.

Adam menguraikan, penularan Covid dari permukaan benda dipengaruhi oleh 3 hal berikut:

1. Jumlah virus yang dikeluarkan oleh penderita dan menempel di benda.

2. Jarak waktu antara kontaminasi permukaan dengan tersentuh tangan.

3. Lingkungan. Faktor ini meliputi aliran udara dan ventilasi (mempengaruhi virus yang menempel di permukaan). Suhu dan evaporasi (merusak partikel virus).

Lantas, mengapa penularan Covid dari permukaan benda terbukti rendah?

 

Terkait hal ini, Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Menular AS (CDC) memaparkan dua fakta dari laporan penelitian tentang penularan Covid.

Pertama, penularan Covid juga dapat disebabkan juga oleh cara lain (droplet atau airborne).

Kedua, ada banyak sekali faktor yang menyebabkan penularan dari permukaan menjadi tidak efisien. Misalnya faktor lingkungan, jumlah virus, dan inefisiensi perpindahan virus dari permukaan ke mulut, hidung, atau mata.

Karena itu, membersihkan permukaan tak perlu menggunakan desinfektan. Cukup dengan sabun atau deterjen, minimal 1 kali sehari.

Risiko penularan Covid via permukaan juga dapat ditekan dengan mengoptimalkan ventilasi. Hal ini dapat mengurangi jumlah virus yang dapat menempel di permukaan, dan meningkatkan kemungkinan virus terdegradasi.

“Membersihkan permukaan dengan desinfektan, hanya direkomendasikan bila ada orang yang suspek atau terkonfirmasi Covid di situasi indoor dalam waktu 24 jam terakhir,” jelas Adam.

Menurutnya, ada 2 hal yang bisa kita lakukan untuk menurunkan risiko penularan Covid via permukaan. Pertama, memakai masker dengan benar. Sehingga, dapat mengurangi jumlah droplet yang menempel di permukaan.

Kedua, cuci tangan. Cara ini menurunkan risiko virus pindah dari tangan ke mata/hidung/mulut. [HES]
]]> .
Sumber : Rakyat Merdeka RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Categories