Temui Jenderal Sigit, Kepala BP2MI Apresiasi Kinerja Polri

Kepala Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) Benny Ramdhani menyambangi Markas Besar Kepolisian Republik Indonesia (Mabes Polri) untuk koordinasi tindak Lanjut penangkapan Susanto alias Acing, oknum yang bertanggung jawab dalam penempatan ilegal Pekerja Migran Indonesia (PMI) ke Malaysia.

Dalam lawatannya, Kepala BP2MI didampingi Deputi Bidang Penempatan Kawasan Asia Afrika A. Gatot Hermawan, Deputi Bidang Penempatan dan Pelindungan kawasan Eropa dan Timur Tengah Irjen. Pol. Achmad Kartiko, dan Deputi bidang Penempatan dan Pelindungan Kawasan Amerika dan Pasifik, Lasro Simbolon.

Dalam pertemuan yang dihelat di Ruang Rapat Kapolri, Benny menyampaikan rasa terima kasih kepada Kapolri serta apresiasi setinggi-tingginya atas kinerja Polri.

“Kami sangat mengapresiasi langkah cepat jajaran Polri yang secara sigap dan responsif melakukan penindakan dan penangkapan terhadap pelaku yang disinyalir terlibat atas penempatan ilegal PMI ke Malaysia,” kata Benny di Mabes Polri, Selasa (4/1).

Bahkan di luar dugaan, pendalaman kasus tersebut dapat  mengungkap jaringan sindikasi pengiriman ilegal PMI hingga ke akarnya.

“Sindikat penempatan ilegal PMI ini bekerja sangat sistematis, mulai dari para pelaku/calo yang merekrut para PMI di daerah, kemudian handler, pemilik kapal, hingga pelaku utama yakni pemodal yang memfasilitasi terjadinya kejahatan pengiriman PMI secara Ilegal, atas nama Susanto Alias Acing,” tuturnya.

Sebelumnya, pada 15 Desember 2020, kapal boat milik Susanto alias Acing yang mengangkut 64 orang PMI yang diberangkatkan secara ilegal ditemukan tenggelam dalam perjalanan menuju Malaysia.

Sebanyak 21 PMI dikabarkan tewas, dan 30 orang PMI dinyatakan hilang dalam peristiwa tersebut. Saat ini, 13 orang PMI sedang menjalankan proses hukum di Malaysia.

“Reaksi cepat Polri ini merupakan bukti bahwa negara hadir, dan hukum bekerja. BP2MI akan senantiasa memerangi kejahatan terhadap Pekerja Migran Indonesia sebagai  bagian dari tugas utama yang dimandatkan oleh Undang-undang Nomor 18 Tahun 2017. Dalam mengemban tugas ini, sinergi, Kolaborasi dan koordinasi dengan Polri merupakan pijakan penting bagi BP2MI untuk mengokohkan perlindungan Pekerja Migran Indonesia ke depan,” harap Benny.

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo sepakat, bahwa PMI merupakan pahlawan devisa yang harus mendapatkan perlindungan negara.

“Saya setuju, sindikasi penempatan ilegal PMI adalah bisnis kotor yang harus diperangi negara. Polri berkomitmen mendukung semua program BP2MI terkait perlindungan kepada PMI dan keluarganya serta upaya memerangi sindikat penempatan Ilegal PMI,” ungkap Listyo.

Kapolri juga meminta Kepala BP2MI tidak segan dan ragu untuk melaporkan jika ada temuan di lapangan, terkait keterlibatan anggota Polri.

“Sebagai Kapolri, saya tidak akan segan mengambil tindakan tegas sebagai bentuk penegakan hukum,” tegasnya.

Dalam pertemuan ini, Kapolri dan Kepala BP2MI sepakat untuk meningkatkan komunikasi, kolaborasi dan koordinasi demi sinergitas kerja-kerja perlindungan PMI di lapangan. Kedua pimpinan lembaga berkomitmen penuh bahwa negara tidak boleh kalah dalam menghadapi para sindikat dan mafia Penempatan ilegal PMI.

Turut hadir dalam pertemuan tersebut Kabanintelkam Komjen Polisi Drs. Ahmad Dofiri, Kadiv Humas Polri Irjen. Pol. Dr. Dedi Prasetyo, Ses NCB/Interpol Brigjen. Pol. Amur Chandra, Dirpolair Brigjen Pol Yassin Kosasih, Kadiv Propam, Irjen. Pol. Ferdi Sambo, dan Wadir Tipidum Bareskrim Polri, Kombes Pol. Diki Patria. [FAQ]

]]> Kepala Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) Benny Ramdhani menyambangi Markas Besar Kepolisian Republik Indonesia (Mabes Polri) untuk koordinasi tindak Lanjut penangkapan Susanto alias Acing, oknum yang bertanggung jawab dalam penempatan ilegal Pekerja Migran Indonesia (PMI) ke Malaysia.

Dalam lawatannya, Kepala BP2MI didampingi Deputi Bidang Penempatan Kawasan Asia Afrika A. Gatot Hermawan, Deputi Bidang Penempatan dan Pelindungan kawasan Eropa dan Timur Tengah Irjen. Pol. Achmad Kartiko, dan Deputi bidang Penempatan dan Pelindungan Kawasan Amerika dan Pasifik, Lasro Simbolon.

Dalam pertemuan yang dihelat di Ruang Rapat Kapolri, Benny menyampaikan rasa terima kasih kepada Kapolri serta apresiasi setinggi-tingginya atas kinerja Polri.

“Kami sangat mengapresiasi langkah cepat jajaran Polri yang secara sigap dan responsif melakukan penindakan dan penangkapan terhadap pelaku yang disinyalir terlibat atas penempatan ilegal PMI ke Malaysia,” kata Benny di Mabes Polri, Selasa (4/1).

Bahkan di luar dugaan, pendalaman kasus tersebut dapat  mengungkap jaringan sindikasi pengiriman ilegal PMI hingga ke akarnya.

“Sindikat penempatan ilegal PMI ini bekerja sangat sistematis, mulai dari para pelaku/calo yang merekrut para PMI di daerah, kemudian handler, pemilik kapal, hingga pelaku utama yakni pemodal yang memfasilitasi terjadinya kejahatan pengiriman PMI secara Ilegal, atas nama Susanto Alias Acing,” tuturnya.

Sebelumnya, pada 15 Desember 2020, kapal boat milik Susanto alias Acing yang mengangkut 64 orang PMI yang diberangkatkan secara ilegal ditemukan tenggelam dalam perjalanan menuju Malaysia.

Sebanyak 21 PMI dikabarkan tewas, dan 30 orang PMI dinyatakan hilang dalam peristiwa tersebut. Saat ini, 13 orang PMI sedang menjalankan proses hukum di Malaysia.

“Reaksi cepat Polri ini merupakan bukti bahwa negara hadir, dan hukum bekerja. BP2MI akan senantiasa memerangi kejahatan terhadap Pekerja Migran Indonesia sebagai  bagian dari tugas utama yang dimandatkan oleh Undang-undang Nomor 18 Tahun 2017. Dalam mengemban tugas ini, sinergi, Kolaborasi dan koordinasi dengan Polri merupakan pijakan penting bagi BP2MI untuk mengokohkan perlindungan Pekerja Migran Indonesia ke depan,” harap Benny.

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo sepakat, bahwa PMI merupakan pahlawan devisa yang harus mendapatkan perlindungan negara.

“Saya setuju, sindikasi penempatan ilegal PMI adalah bisnis kotor yang harus diperangi negara. Polri berkomitmen mendukung semua program BP2MI terkait perlindungan kepada PMI dan keluarganya serta upaya memerangi sindikat penempatan Ilegal PMI,” ungkap Listyo.

Kapolri juga meminta Kepala BP2MI tidak segan dan ragu untuk melaporkan jika ada temuan di lapangan, terkait keterlibatan anggota Polri.

“Sebagai Kapolri, saya tidak akan segan mengambil tindakan tegas sebagai bentuk penegakan hukum,” tegasnya.

Dalam pertemuan ini, Kapolri dan Kepala BP2MI sepakat untuk meningkatkan komunikasi, kolaborasi dan koordinasi demi sinergitas kerja-kerja perlindungan PMI di lapangan. Kedua pimpinan lembaga berkomitmen penuh bahwa negara tidak boleh kalah dalam menghadapi para sindikat dan mafia Penempatan ilegal PMI.

Turut hadir dalam pertemuan tersebut Kabanintelkam Komjen Polisi Drs. Ahmad Dofiri, Kadiv Humas Polri Irjen. Pol. Dr. Dedi Prasetyo, Ses NCB/Interpol Brigjen. Pol. Amur Chandra, Dirpolair Brigjen Pol Yassin Kosasih, Kadiv Propam, Irjen. Pol. Ferdi Sambo, dan Wadir Tipidum Bareskrim Polri, Kombes Pol. Diki Patria. [FAQ]
]]> . Sumber : Rakyat Merdeka – RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Categories