Tempat Wisata Di Tasikmalaya Belum Boleh Buka

Pemkot Tasikmalaya, Jawa Barat, belum mengizinkan seluruh tempat wisata dibuka untuk umum. Alasannya, pergerakan orang masih tinggi sejak libur Idul Fitri 1442 Hijriah. Pembukaan tempat wisata dikhawatirkan menimbulkan kerumunan orang dan memudahkan penularan wabah Covid-19.

“Sementara ini (tempat wisata) belum (boleh buka). Kami tunggu sampai akhir bulan, karena pergerakan orang masih banyak,” kata Sekda Pemkot Tasikmalaya Ivan Dicksan, di Tasikmalaya, Rabu (26/5), seperti dikutip Antara.

Pemkot Tasikmalaya masih memberlakukan aturan larangan tempat wisata beroperasi sejak libur Hari Raya Idul Fitri dan diperkirakan sampai akhir Mei 2021. Satgas Penanganan Covid-19 Kota Tasikmalaya juga belum memberikan keputusan maupun arahan terkait izin operasional tempat wisata.

“Kami sudah minta masukan ke Satgas. Kelihatannya belum dimungkinkan untuk dibuka,” katanya.

Ivan lalu penyampaikan update kasus penularan wabah Covid-19 di Kota Tasikmalaya. Setelah Lebaran, ada tambahan kasus baru sebanyak 50. Namun, secara keseluruhan, angkanya turun. “Dibanding sebelum Lebaran, Kota sudah turun kasus aktifnya. Sekarang sudah di bawah 300,” katanya. [USU]

]]> Pemkot Tasikmalaya, Jawa Barat, belum mengizinkan seluruh tempat wisata dibuka untuk umum. Alasannya, pergerakan orang masih tinggi sejak libur Idul Fitri 1442 Hijriah. Pembukaan tempat wisata dikhawatirkan menimbulkan kerumunan orang dan memudahkan penularan wabah Covid-19.

“Sementara ini (tempat wisata) belum (boleh buka). Kami tunggu sampai akhir bulan, karena pergerakan orang masih banyak,” kata Sekda Pemkot Tasikmalaya Ivan Dicksan, di Tasikmalaya, Rabu (26/5), seperti dikutip Antara.

Pemkot Tasikmalaya masih memberlakukan aturan larangan tempat wisata beroperasi sejak libur Hari Raya Idul Fitri dan diperkirakan sampai akhir Mei 2021. Satgas Penanganan Covid-19 Kota Tasikmalaya juga belum memberikan keputusan maupun arahan terkait izin operasional tempat wisata.

“Kami sudah minta masukan ke Satgas. Kelihatannya belum dimungkinkan untuk dibuka,” katanya.

Ivan lalu penyampaikan update kasus penularan wabah Covid-19 di Kota Tasikmalaya. Setelah Lebaran, ada tambahan kasus baru sebanyak 50. Namun, secara keseluruhan, angkanya turun. “Dibanding sebelum Lebaran, Kota sudah turun kasus aktifnya. Sekarang sudah di bawah 300,” katanya. [USU]
]]>.
Sumber : Rakyat Merdeka – RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Categories