Tembus 188 Ribu Unit, Ekspor Toyota Mulai Ngebut Lagi

Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) mencatat ekspor kendaraan utuh (Compeletely Build Up/CBU) merek Toyota dari Indonesia pada tahun lalu mencapai 188 ribu unit.

“Jumlah ini sudah pulih hingga ke level 90 persen dibandingkan situasi sebelum pandemi,” ujar Direktur Administrasi, Korporasi dan Hubungan Eksternal TMMIN, Bob Azam, Jumat (28/1).

Dia optimis, ekspor Toyota pada tahun initembu akan lebih baik lagi dibandingkan tahun lalu. Hal ini seiring dukungan pemerintah yang terus memberikan stimulus dan kebijakan untuk mendorong ekspor otomotif nasional.

“Kami yakin target ekspor CBU merek Toyota untuk 2022 akan meningkat di atas level yang dicapai pada 2019 sebelum pandemi,” bebernya.

Ekspor Australia

Terkait dengan rencana Kementerian Perindustrian membuka ekspor otomotif ke Australia, Bob mengatakan, Toyota sangat mendukung. 

“Kami selalu mendukung upaya peningkatan kinerja ekspor produk otomotif dalam negeri dan selalu menjajaki peluang tujuan ekspor yang lebih besar,” ujarnya.

Sebelumnya, Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita mengupayakan agar Indonesia dapat mengekspor mobil ke Australia mulai kuartal I tahun ini.

“Kita upayakan kuartal I. Belum bisa saya sebut (merk),” kata Menperin. 

Salah satu yang menjadi tantangan untuk mengekspor otomotif ke Australia adalah standar karbon yang ditetapkan Negeri Kanguru itu. “Australia memiliki standar tinggi, termasuk karbon sangat ketat,” ujar Menperin.

Diketahui, sejak berlakunya kemitraan komprehensif Indonesia-Australia Comprehensive Economic Partnership Agreement (IA-CEPA), Indonesia berpotensi meningkatkan produk ekspornya. Hal itu karena seluruh produk ekspor RI yang masuk ke Australia akan menikmati tarif 0 persen. [DIT]

]]> Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) mencatat ekspor kendaraan utuh (Compeletely Build Up/CBU) merek Toyota dari Indonesia pada tahun lalu mencapai 188 ribu unit.

“Jumlah ini sudah pulih hingga ke level 90 persen dibandingkan situasi sebelum pandemi,” ujar Direktur Administrasi, Korporasi dan Hubungan Eksternal TMMIN, Bob Azam, Jumat (28/1).

Dia optimis, ekspor Toyota pada tahun initembu akan lebih baik lagi dibandingkan tahun lalu. Hal ini seiring dukungan pemerintah yang terus memberikan stimulus dan kebijakan untuk mendorong ekspor otomotif nasional.

“Kami yakin target ekspor CBU merek Toyota untuk 2022 akan meningkat di atas level yang dicapai pada 2019 sebelum pandemi,” bebernya.

Ekspor Australia

Terkait dengan rencana Kementerian Perindustrian membuka ekspor otomotif ke Australia, Bob mengatakan, Toyota sangat mendukung. 

“Kami selalu mendukung upaya peningkatan kinerja ekspor produk otomotif dalam negeri dan selalu menjajaki peluang tujuan ekspor yang lebih besar,” ujarnya.

Sebelumnya, Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita mengupayakan agar Indonesia dapat mengekspor mobil ke Australia mulai kuartal I tahun ini.

“Kita upayakan kuartal I. Belum bisa saya sebut (merk),” kata Menperin. 

Salah satu yang menjadi tantangan untuk mengekspor otomotif ke Australia adalah standar karbon yang ditetapkan Negeri Kanguru itu. “Australia memiliki standar tinggi, termasuk karbon sangat ketat,” ujar Menperin.

Diketahui, sejak berlakunya kemitraan komprehensif Indonesia-Australia Comprehensive Economic Partnership Agreement (IA-CEPA), Indonesia berpotensi meningkatkan produk ekspornya. Hal itu karena seluruh produk ekspor RI yang masuk ke Australia akan menikmati tarif 0 persen. [DIT]
]]> . Sumber : Rakyat Merdeka – RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Categories