Telkom Berupaya Pulihkan Kabel Laut SMPCS Jayapura .

Telkom Indonesia terus melakukan pemulihan layanan di Jayapura akibat putusnya kabel laut Sumatera Maluku Papua Cable System (SMPCS), pada kedalaman 4.050 meter.

Setelah, menggratiskan biaya pemakaian layanan bulan Mei 2021, kini operator merah putih mengerahkan kapal Cableship DNEX Pacific Link (DPL), untuk melakukan penyambungan kabel laut SMPCS ruas Biak-Jayapura.

“Proses perbaikan kabel dikawal langsung oleh Telkom Infra, salah satu anak usaha Telkom,” kata Vice President Corporate Communication Telkom, Pujo Pramono Sabtu (5/6). 
 
Saat ini, lanjut Pujo,  kapal sedang melakukan penarikan kabel arah Biak/Sorong, yang kemudian akan dilanjutkan untuk arah Jayapura.

Kabel laut SMPCS menggunakan teknologi repeater dikarenakan jarak yang cukup jauh sehingga memerlukan tegangan tinggi. 

Saat proses penyambungan kabel nantinya, diperlukan pemadaman repeater namun tidak berdampak pada layanan karena sistem backup sudah disiapkan.

Untuk menjamin kualitas layanan, khususnya bagi pelanggan di Biak dan Manokwari, Telkom telah menyiapkan backup link yang dapat memenuhi kebutuhan layanan dalam kondisi normal.  

Di mana rata-rata trafik  untuk link ruas Biak-Manokwari-Sorong mencapai 40 Gbps dengan waktu puncak terjadi pada pukul 20:00 hingga 22:00, sementara di waktu lainnya total trafik berada di bawah 40Gbps. 

“Telkom telah menyediakan backup menggunakan ruas Palapa Ring Timur Biak-Manokwari-Sorong dan Nabire-Timika masing-masing 2×10 Gbps, sehingga total mencapai 40 Gbps,” tuturnya.

Telkom, kata Pujo terus berupaya untuk mempercepat penyambungan kabel SMPCS ini agar masyarakat dapat kembali menikmati layanan TelkomGroup dengan nyaman, seperti sediakala.

“Dalam proses penyambungan kabel nanti akan terjadi pemadaman repeater pada link SMPCS ruas Sorong-Manokwari-Biak. Pemadaman ini tidak berpengaruh terhadap layanan TelkomGroup, khususnya di lokasi Biak dan Manokwari karena telah tersedia backup yang memadai,” ujarnya . 

Telkom juga akan mengupayakan pelaksanaan pemadaman menghindari waktu puncak agar kenyamanan dalam menggunakan layanan Telkom tetap terjaga. 

“Kami mohon maaf apabila terdapat layanan yang kurang maksimal selama proses perbaikan, demi mengupayakan kabel kembali tersambung dan pelanggan mendapatkan experience layanan TelkomGroup secara maksimal,” ucapnya.

Diketahui, Kapal DPL merupakan kapal yang dirancang khusus untuk kebutuhan penggelaran dan perbaikan kabel laut. Kapal yang memiliki berat hingga 7.000 ton ini dilengkapi dengan teknologi terbaik, seperti Dynamic Positioning 2 (DP2) untuk sistem otomatisasi dengan full redundance, Remote Operated Vehicles (ROV), dan plough. 

Kapal ini memiliki kemampuan operasi hingga kedalaman 10-6.000 meter dan dapat berlayar nonstop hingga 60 hari. Kapal DPL telah berada di lokasi titik putus sejak 30 Mei 2021 pukul 23:21 WITA dan telah melakukan analisis terhadap kondisi arus, kontur laut, dan pola pelayaran. [MFA]
 

]]> .
Telkom Indonesia terus melakukan pemulihan layanan di Jayapura akibat putusnya kabel laut Sumatera Maluku Papua Cable System (SMPCS), pada kedalaman 4.050 meter.

Setelah, menggratiskan biaya pemakaian layanan bulan Mei 2021, kini operator merah putih mengerahkan kapal Cableship DNEX Pacific Link (DPL), untuk melakukan penyambungan kabel laut SMPCS ruas Biak-Jayapura.

“Proses perbaikan kabel dikawal langsung oleh Telkom Infra, salah satu anak usaha Telkom,” kata Vice President Corporate Communication Telkom, Pujo Pramono Sabtu (5/6). 
 
Saat ini, lanjut Pujo,  kapal sedang melakukan penarikan kabel arah Biak/Sorong, yang kemudian akan dilanjutkan untuk arah Jayapura.

Kabel laut SMPCS menggunakan teknologi repeater dikarenakan jarak yang cukup jauh sehingga memerlukan tegangan tinggi. 

Saat proses penyambungan kabel nantinya, diperlukan pemadaman repeater namun tidak berdampak pada layanan karena sistem backup sudah disiapkan.

Untuk menjamin kualitas layanan, khususnya bagi pelanggan di Biak dan Manokwari, Telkom telah menyiapkan backup link yang dapat memenuhi kebutuhan layanan dalam kondisi normal.  

Di mana rata-rata trafik  untuk link ruas Biak-Manokwari-Sorong mencapai 40 Gbps dengan waktu puncak terjadi pada pukul 20:00 hingga 22:00, sementara di waktu lainnya total trafik berada di bawah 40Gbps. 

“Telkom telah menyediakan backup menggunakan ruas Palapa Ring Timur Biak-Manokwari-Sorong dan Nabire-Timika masing-masing 2×10 Gbps, sehingga total mencapai 40 Gbps,” tuturnya.

Telkom, kata Pujo terus berupaya untuk mempercepat penyambungan kabel SMPCS ini agar masyarakat dapat kembali menikmati layanan TelkomGroup dengan nyaman, seperti sediakala.

“Dalam proses penyambungan kabel nanti akan terjadi pemadaman repeater pada link SMPCS ruas Sorong-Manokwari-Biak. Pemadaman ini tidak berpengaruh terhadap layanan TelkomGroup, khususnya di lokasi Biak dan Manokwari karena telah tersedia backup yang memadai,” ujarnya . 

Telkom juga akan mengupayakan pelaksanaan pemadaman menghindari waktu puncak agar kenyamanan dalam menggunakan layanan Telkom tetap terjaga. 

“Kami mohon maaf apabila terdapat layanan yang kurang maksimal selama proses perbaikan, demi mengupayakan kabel kembali tersambung dan pelanggan mendapatkan experience layanan TelkomGroup secara maksimal,” ucapnya.

Diketahui, Kapal DPL merupakan kapal yang dirancang khusus untuk kebutuhan penggelaran dan perbaikan kabel laut. Kapal yang memiliki berat hingga 7.000 ton ini dilengkapi dengan teknologi terbaik, seperti Dynamic Positioning 2 (DP2) untuk sistem otomatisasi dengan full redundance, Remote Operated Vehicles (ROV), dan plough. 

Kapal ini memiliki kemampuan operasi hingga kedalaman 10-6.000 meter dan dapat berlayar nonstop hingga 60 hari. Kapal DPL telah berada di lokasi titik putus sejak 30 Mei 2021 pukul 23:21 WITA dan telah melakukan analisis terhadap kondisi arus, kontur laut, dan pola pelayaran. [MFA]
 
]]> .
Sumber : Rakyat Merdeka – RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Categories