Teken Kerja Sama Di Makassar Amran Dan Ganjar Kolaborasi Jaga Ketahanan Pangan

Ketua Umum Ikatan Keluarga Alumni (IKA) Universitas Hasanuddin (Unhas) Andi Amran Sulaiman bersama Ketua Umum Pengurus Pusat Keluarga Alumni Universitas Gadjah Mada (Kagama) Ganjar Pranowo menjadi panelis pada Dialog Kebangsaan yang digelar Pengurus Daerah (Pengda) Kagama Sulawesi Selatan (Sulsel) di Hotel Swiss Bell Inn Makassar, Minggu (9/10). 

Dialog kebangsaan ini mengangkat tema Sinergi Kagama dengan generasi muda dalam memperkuat ketahanan pangan nasional.

Menurut Andi Amran Sulaiman, potensi sumber daya alam Indonesia yang sangat besar. Dengan potensi tersebut, pertanian bisa menjadi kekuatan utama pembangunan Indonesia di masa depan.

Dia optimistis dengan adanya kolaborasi antara IKA Unhas dan Kagama yang jika ditotal sebanyak 700 ribu putra-putri terbaik bangsa, maka yakin dan percaya Indonesia akan menjadi negara super power di segala bidang.

“Hari ini alhamdulillah sudah tanda tangan kerja sama antara IKA Unhas dan Kagama. Insya Allah ke depan ini sangat kuat kolaborasi alumninya Kagama 500 ribu. Alumni Unhas 200 ribu. Ini totalnya 700 ribu. Nah, 700 ribu ini putra putri terbaik. Bisa mempengaruhi 100 ribu saja, berarti berapa? Bisa 70 juta. Kalau 70 juta ini bisa berkolaborasi minimal bisa kita mempengaruhi kebijakan pusat untuk umat, bangsa dan negara,” papar Amran.

Karena itu, lanjut Menteri Pertanian 2014-2019 ini, untuk memajukan pertanian kuncinya terletak pada kebijakan yang tepat dan keberanian mengambil keputusan.

“Kalau ingin jaga ketahanan pangan, bangun gudang cold storage berkapasitas 10 juta ton. Bangun di Sumatera, Jawa, Kalimantan, dan di Sulawesi. Saya yakin tidak akan terjadi inflasi pangan,” sarannya.

Amran menegaskan, potensi kekayaan alam dan sumber daya manusia di Indonesia bagian timur sangat besar. Jika ingin mewujudkan ketahanan pangan, maka sumbredaya alam ini sedapat mungkin bisa dimanfaatkan oleh anak bangsa. 

“Sumber daya alam Indonesia luar biasa dan itu berada di timur. Kalau Indonesia ingin melompat jauh menjadi negara maju, menjadi negara super power, kita garap bersama-sama timur oleh anak bangsa sendiri. Saya yakin bisa,” pungkasnya. 

Sementara itu, Ketua Kagama Ganjar Pranowo melihat sektor pertanian bisa lebih baik dibandingkan era-era sebelumnya karena semua sudah terfasilitasi secara digital.

Olehnya itu ia mendorong para milenial untuk tak segan bermimpi menjadi petani. “Itu harapan besar bangsa ini ke depan. Modernisasi pertanian dan mekanisasi menurut saya menjadi keharusan,” tutur Ganjar.

Ganjar menjelaskan, kesiapan menghadapi krisis pangan dunia harus dilakukan sejak dini. Karena itu, produksi pangan tidak hanya diarahkan pada beras saja, tapi juga kepada tanaman-tanaman pendamping beras.

“Jadi idak cukup hanya padi saja. Tapi ada porang, ada sagu, dan lainnya,” ungkap Ganjar.

Karena itu, dia mendorong agar generasi muda harus didorong terjun ke sektor pertanian.

“Anak muda kita dorong, bina, dan diajarkan menanam umbi-umbian, menurut saya itu harus kita siapkan. Ingat, situasi globalnya sudah berubah, energi juga berubah, pangan berubah, harga juga berubah, maka kita sebagai negara agraris mestinya lebih siap,” pungkas Gubernur Jawa Tengah ini. ■

]]> Ketua Umum Ikatan Keluarga Alumni (IKA) Universitas Hasanuddin (Unhas) Andi Amran Sulaiman bersama Ketua Umum Pengurus Pusat Keluarga Alumni Universitas Gadjah Mada (Kagama) Ganjar Pranowo menjadi panelis pada Dialog Kebangsaan yang digelar Pengurus Daerah (Pengda) Kagama Sulawesi Selatan (Sulsel) di Hotel Swiss Bell Inn Makassar, Minggu (9/10). 

Dialog kebangsaan ini mengangkat tema Sinergi Kagama dengan generasi muda dalam memperkuat ketahanan pangan nasional.

Menurut Andi Amran Sulaiman, potensi sumber daya alam Indonesia yang sangat besar. Dengan potensi tersebut, pertanian bisa menjadi kekuatan utama pembangunan Indonesia di masa depan.

Dia optimistis dengan adanya kolaborasi antara IKA Unhas dan Kagama yang jika ditotal sebanyak 700 ribu putra-putri terbaik bangsa, maka yakin dan percaya Indonesia akan menjadi negara super power di segala bidang.

“Hari ini alhamdulillah sudah tanda tangan kerja sama antara IKA Unhas dan Kagama. Insya Allah ke depan ini sangat kuat kolaborasi alumninya Kagama 500 ribu. Alumni Unhas 200 ribu. Ini totalnya 700 ribu. Nah, 700 ribu ini putra putri terbaik. Bisa mempengaruhi 100 ribu saja, berarti berapa? Bisa 70 juta. Kalau 70 juta ini bisa berkolaborasi minimal bisa kita mempengaruhi kebijakan pusat untuk umat, bangsa dan negara,” papar Amran.

Karena itu, lanjut Menteri Pertanian 2014-2019 ini, untuk memajukan pertanian kuncinya terletak pada kebijakan yang tepat dan keberanian mengambil keputusan.

“Kalau ingin jaga ketahanan pangan, bangun gudang cold storage berkapasitas 10 juta ton. Bangun di Sumatera, Jawa, Kalimantan, dan di Sulawesi. Saya yakin tidak akan terjadi inflasi pangan,” sarannya.

Amran menegaskan, potensi kekayaan alam dan sumber daya manusia di Indonesia bagian timur sangat besar. Jika ingin mewujudkan ketahanan pangan, maka sumbredaya alam ini sedapat mungkin bisa dimanfaatkan oleh anak bangsa. 

“Sumber daya alam Indonesia luar biasa dan itu berada di timur. Kalau Indonesia ingin melompat jauh menjadi negara maju, menjadi negara super power, kita garap bersama-sama timur oleh anak bangsa sendiri. Saya yakin bisa,” pungkasnya. 

Sementara itu, Ketua Kagama Ganjar Pranowo melihat sektor pertanian bisa lebih baik dibandingkan era-era sebelumnya karena semua sudah terfasilitasi secara digital.

Olehnya itu ia mendorong para milenial untuk tak segan bermimpi menjadi petani. “Itu harapan besar bangsa ini ke depan. Modernisasi pertanian dan mekanisasi menurut saya menjadi keharusan,” tutur Ganjar.

Ganjar menjelaskan, kesiapan menghadapi krisis pangan dunia harus dilakukan sejak dini. Karena itu, produksi pangan tidak hanya diarahkan pada beras saja, tapi juga kepada tanaman-tanaman pendamping beras.

“Jadi idak cukup hanya padi saja. Tapi ada porang, ada sagu, dan lainnya,” ungkap Ganjar.

Karena itu, dia mendorong agar generasi muda harus didorong terjun ke sektor pertanian.

“Anak muda kita dorong, bina, dan diajarkan menanam umbi-umbian, menurut saya itu harus kita siapkan. Ingat, situasi globalnya sudah berubah, energi juga berubah, pangan berubah, harga juga berubah, maka kita sebagai negara agraris mestinya lebih siap,” pungkas Gubernur Jawa Tengah ini. ■
]]> . Sumber : Rakyat Merdeka – RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Categories