Tekan Kasus Covid Jelang Libur Imlek, DKI Perpanjang PSBB Hingga 22 Februari

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta kembali memperpanjang masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) hingga 22 Februari 2021. Perpanjangan ini tertuang dalam Keputusan Gubernur (Kepgub) Nomor 107 Tahun 2021 terkait Perpanjangan Pemberlakuan Jangka Waktu dan Pembatasan Aktivitas Luar Rumah.

“Kami teruskan seperti kebijakan kemarin. Jadi kebijakan yang sama seperti sejak awal,” kata Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dalam diskusi daring, Senin (8/2).

Anies mengingatkan, khususnya warga yang akan menjalani libur Imlek yang bertepatan dengan akhir pekan, Jumat (12/2), bahwa angka kenaikan kasus selalu terjadi setiap selesai libur akhir pekan panjang.  Menurut Anies, kasus positif biasanya naik dalam kurun waktu satu hingga dua pekan sesudahnya.

“Minggu depan, kita ada akhir pekan panjang perayaan Imlek. Saya imbau kita semua jangan bepergian keluar kota, tahan diri untuk tidak mengunjungi tempat-tempat keramaian. Sebisanya di rumah saja bila tidak ada keperluan esensial. Ini penting untuk menjaga kasus aktif tidak terus bertambah,” ujar Anies.

Anies juga menjelaskan, dengan partisipasi publik secara komprehensif, diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat untuk tetap menjalankan 3 M yakni mengenakan masker, mencuci tangan, serta menjaga jarak serta menahan diri untuk berkegiatan yang sifatnya massal saat berada di luar rumah.

“Kita semua menyadari bahwa rasa kekhawatiran terhadap wabah ini belum menghilang. Kepada warga Jakarta, ayo kita tingkatkan kewaspadaan kita dan berharap agar situasi ini segera membaik. Ingat, perjuangan kita semua baik di Jakarta maupun di luar Jakarta masih belum berakhir. Semoga ikhtiar kita bersama bisa terealisasi dengan terus disiplin terhadap protokol kesehatan,” pungkas Anies.

Keputusan perpanjangan PSBB berdasarkan data yang dihimpun Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta yang menyatakan, penyebaran kasus aktif di Ibu Kota dalam dua pekan terakhir perlu lebih diminimalisir, terutama menjelang libur imlek ke 2.572 pada 2021 ini.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta Widyastuti memaparkan, dari rekap data kasus selama dua pekan terakhir, per 25 Januari 2021, ada sebanyak 24.132 kasus aktif dengan jumlah total kasus sebanyak 252.266 kasus. Sedangkan, per 7 Februari 2021 ada 23.869 jumlah kasus positif, dengan jumlah kasus konfirmasi secara total di Jakarta sebanyak 293.825 kasus. Total pasien meninggal dunia berjumlah 4.587 dengan tingkat kematian 1,6 persen sedangkan tingkat kematian Indonesia sebesar 2,7 persen.

Meskipun jummlah total pasien yang dinyatakan telah sembuh sebanyak 265.369 dengan tingkat kesembuhan 90,3 persen. Hal ini ada peningkatan sebesar 1,6 persen dari dua minggu lalu hanya 88,7 persen yakni sebanyak 221.567 pasien.

“Sejauh ini, ada sebanyak 33 persen kasus positif aktif di Jakarta merupakan pasien bergejala sedang, sampai dengan kritis yang membutuhkan perawatan di rumah sakit. Sedangkan, untuk kasus tanpa gejala dan gejala ringan melakukan isolasi mandiri di tempat isolasi terkendali/wisma atlet/rumah. Adapun persentase keterisian fasilitas isolasi terkendali di DKI Jakarta sebesar 43 persen,” paparnya dalam keterangan persnya, Senin (8/2).

Widyastuti memaparkan, faskes yang sudah digunakan seperti kondisi ketersediaan tempat tidur isolasi di mana per 5 Februari 2021, tersedia sebanyak 8.259, dengan persentase keterisian sebesar 72 persen atau 5.921 tempat tidur. Lalu, untuk tempat tidur ICU yang tersedia sebanyak 1.133, dengan persentase keterisian sebesar 74 persen atau 842 tempat tidur.

Sementara, per 7 Februari 2021 sejauh ini masih menyisakan 28 persen dengan rincian tempat tidur isolasi sebanyak 8.275 tempat tidur dan telah terisi sebanyak 5.932 tempat tidur, sementara kapasistas ICU masih terisi sebesar 74 persen dengan engan jumlah 1130 tempat tidur ICU dan telah terpakai 838 unit.

“Selama dua pekan terakhir, kita secara konsisten berhasil menurunkan bed occupancy rate dimana per tanggal 24 Januari yakni dari 86 persen menjadi 72 persen, sedangkan untuk kapasistas ICU kita dari angka 84 persen turun menjadi 74 persn,” tambah Widyastuti.

Namun, Pemprov DKI tetap harus tetap kerja mengingat klaster keluarga terus meningkat yakni sebanyak 612 kasus dengan 1.643 kasus positif teridentifikasi pascalibur Nataru, data 3 hingga 31 Januari. [FAQ]

]]> Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta kembali memperpanjang masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) hingga 22 Februari 2021. Perpanjangan ini tertuang dalam Keputusan Gubernur (Kepgub) Nomor 107 Tahun 2021 terkait Perpanjangan Pemberlakuan Jangka Waktu dan Pembatasan Aktivitas Luar Rumah.

“Kami teruskan seperti kebijakan kemarin. Jadi kebijakan yang sama seperti sejak awal,” kata Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dalam diskusi daring, Senin (8/2).

Anies mengingatkan, khususnya warga yang akan menjalani libur Imlek yang bertepatan dengan akhir pekan, Jumat (12/2), bahwa angka kenaikan kasus selalu terjadi setiap selesai libur akhir pekan panjang.  Menurut Anies, kasus positif biasanya naik dalam kurun waktu satu hingga dua pekan sesudahnya.

“Minggu depan, kita ada akhir pekan panjang perayaan Imlek. Saya imbau kita semua jangan bepergian keluar kota, tahan diri untuk tidak mengunjungi tempat-tempat keramaian. Sebisanya di rumah saja bila tidak ada keperluan esensial. Ini penting untuk menjaga kasus aktif tidak terus bertambah,” ujar Anies.

Anies juga menjelaskan, dengan partisipasi publik secara komprehensif, diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat untuk tetap menjalankan 3 M yakni mengenakan masker, mencuci tangan, serta menjaga jarak serta menahan diri untuk berkegiatan yang sifatnya massal saat berada di luar rumah.

“Kita semua menyadari bahwa rasa kekhawatiran terhadap wabah ini belum menghilang. Kepada warga Jakarta, ayo kita tingkatkan kewaspadaan kita dan berharap agar situasi ini segera membaik. Ingat, perjuangan kita semua baik di Jakarta maupun di luar Jakarta masih belum berakhir. Semoga ikhtiar kita bersama bisa terealisasi dengan terus disiplin terhadap protokol kesehatan,” pungkas Anies.

Keputusan perpanjangan PSBB berdasarkan data yang dihimpun Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta yang menyatakan, penyebaran kasus aktif di Ibu Kota dalam dua pekan terakhir perlu lebih diminimalisir, terutama menjelang libur imlek ke 2.572 pada 2021 ini.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta Widyastuti memaparkan, dari rekap data kasus selama dua pekan terakhir, per 25 Januari 2021, ada sebanyak 24.132 kasus aktif dengan jumlah total kasus sebanyak 252.266 kasus. Sedangkan, per 7 Februari 2021 ada 23.869 jumlah kasus positif, dengan jumlah kasus konfirmasi secara total di Jakarta sebanyak 293.825 kasus. Total pasien meninggal dunia berjumlah 4.587 dengan tingkat kematian 1,6 persen sedangkan tingkat kematian Indonesia sebesar 2,7 persen.

Meskipun jummlah total pasien yang dinyatakan telah sembuh sebanyak 265.369 dengan tingkat kesembuhan 90,3 persen. Hal ini ada peningkatan sebesar 1,6 persen dari dua minggu lalu hanya 88,7 persen yakni sebanyak 221.567 pasien.

“Sejauh ini, ada sebanyak 33 persen kasus positif aktif di Jakarta merupakan pasien bergejala sedang, sampai dengan kritis yang membutuhkan perawatan di rumah sakit. Sedangkan, untuk kasus tanpa gejala dan gejala ringan melakukan isolasi mandiri di tempat isolasi terkendali/wisma atlet/rumah. Adapun persentase keterisian fasilitas isolasi terkendali di DKI Jakarta sebesar 43 persen,” paparnya dalam keterangan persnya, Senin (8/2).

Widyastuti memaparkan, faskes yang sudah digunakan seperti kondisi ketersediaan tempat tidur isolasi di mana per 5 Februari 2021, tersedia sebanyak 8.259, dengan persentase keterisian sebesar 72 persen atau 5.921 tempat tidur. Lalu, untuk tempat tidur ICU yang tersedia sebanyak 1.133, dengan persentase keterisian sebesar 74 persen atau 842 tempat tidur.

Sementara, per 7 Februari 2021 sejauh ini masih menyisakan 28 persen dengan rincian tempat tidur isolasi sebanyak 8.275 tempat tidur dan telah terisi sebanyak 5.932 tempat tidur, sementara kapasistas ICU masih terisi sebesar 74 persen dengan engan jumlah 1130 tempat tidur ICU dan telah terpakai 838 unit.

“Selama dua pekan terakhir, kita secara konsisten berhasil menurunkan bed occupancy rate dimana per tanggal 24 Januari yakni dari 86 persen menjadi 72 persen, sedangkan untuk kapasistas ICU kita dari angka 84 persen turun menjadi 74 persn,” tambah Widyastuti.

Namun, Pemprov DKI tetap harus tetap kerja mengingat klaster keluarga terus meningkat yakni sebanyak 612 kasus dengan 1.643 kasus positif teridentifikasi pascalibur Nataru, data 3 hingga 31 Januari. [FAQ]
]]>.
Sumber : Rakyat Merdeka RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Categories