Tari Saman Pukau UNESCO International Dance Day Wellington

Penampilan 15 penari Caraka Seni Wellington berhasil memukau festival tari tahunan yang diadakan UNESCO, Minggu petang (2/5). Tari Saman dari Aceh yang dibawakan sore ini mengundang decak kagum lebih dari 500 penonton yang memenuhi Te Marae, Te Papa Museum, Wellington.

Gemuruh tepuk tangan dan sorakan gembira menemani pertunjukan tersebut. Berbagai tari dalam berbagai style dari berbagai negara ditampilkan di festival ini. Penonton benar-benar disuguhi pertunjukan menarik.

“Kita sebagai orang Indonesia sore ini benar-benar dibuat bangga oleh Caraka Seni. Mereka tampil begitu rapi dan dinamis,” ujar Duta Besar Indonesia untuk Selandia Baru, Tantowi Yahya, yang hadir bersama isteri dan warga Indonesia yang hadir memberikan dukungan.

“KBRI merasa sangat terbantu dengan kehadiran sanggar-sanggar tari dan grup gamelan seperti Caraka Seni, Padang Moncar dan kelompok lainnya dalam mendorong diplomasi budaya di Selandia Baru,” lanjut Tantowi.

Festival ini sendiri sudah berusia 21 tahun dan selalu diikuti oleh banyak grup tari, baik yg mewakili sanggar maupun negara. “Ini adalah festival yang bergengsi dan Caraka Seni terhormat diundang untuk tampil,” ujar pimpinan Caraka Seni, Satya Priuomarsono dan Alia Krismon.

UNESCO International Dance Day tahun ini menjadi istimewa karena tahun lalu tidak bisa terselenggara karena Covid-19. Karenanya animo dan perhatian masyarakat kali ini begitu besar. Ruang pertunjukan padat dipenuhi penonton dan sebagiannya terpaksa berdiri. [DAY]

]]> Penampilan 15 penari Caraka Seni Wellington berhasil memukau festival tari tahunan yang diadakan UNESCO, Minggu petang (2/5). Tari Saman dari Aceh yang dibawakan sore ini mengundang decak kagum lebih dari 500 penonton yang memenuhi Te Marae, Te Papa Museum, Wellington.

Gemuruh tepuk tangan dan sorakan gembira menemani pertunjukan tersebut. Berbagai tari dalam berbagai style dari berbagai negara ditampilkan di festival ini. Penonton benar-benar disuguhi pertunjukan menarik.

“Kita sebagai orang Indonesia sore ini benar-benar dibuat bangga oleh Caraka Seni. Mereka tampil begitu rapi dan dinamis,” ujar Duta Besar Indonesia untuk Selandia Baru, Tantowi Yahya, yang hadir bersama isteri dan warga Indonesia yang hadir memberikan dukungan.

“KBRI merasa sangat terbantu dengan kehadiran sanggar-sanggar tari dan grup gamelan seperti Caraka Seni, Padang Moncar dan kelompok lainnya dalam mendorong diplomasi budaya di Selandia Baru,” lanjut Tantowi.

Festival ini sendiri sudah berusia 21 tahun dan selalu diikuti oleh banyak grup tari, baik yg mewakili sanggar maupun negara. “Ini adalah festival yang bergengsi dan Caraka Seni terhormat diundang untuk tampil,” ujar pimpinan Caraka Seni, Satya Priuomarsono dan Alia Krismon.

UNESCO International Dance Day tahun ini menjadi istimewa karena tahun lalu tidak bisa terselenggara karena Covid-19. Karenanya animo dan perhatian masyarakat kali ini begitu besar. Ruang pertunjukan padat dipenuhi penonton dan sebagiannya terpaksa berdiri. [DAY]
]]> . Sumber : Rakyat Merdeka – RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Categories