Target MEF Diragukan Berjalan Mulus

Target Minimum Essential Force (MEF) diragukan bakal tercapai. MEF merupakan program modernisasi Alat Utama Sistem Persenjataan (Alutsista) yang sudah dimulai sejak 2009 dan ditargetkan rampung pada tahun 2024.

“Banyak indikator menunjukkan bahwa Pemerintah atau TNI tidak akan mampu menyelesaikan (program) tepat waktu,” kata pengamat pertahanan dari Semar Sentinel Pte Ltd Alban Sciascia dalam keterangan tertulis, Rabu (23/06).

Hal tersebut, papar Alban, dapat terlihat dari target awal di tetapkan Pemerintah bisa mengoperasikan 11 skuadron tempur, 151 kapal perang, dan 12 kapal selam pada tahun 2024. Semua target itu sulit tercapai.

“Jika pun ada anggaran untuk merealisasikannya, akan memakan waktu bertahun-tahun bagi produsen untuk memproduksi dan mengirimkan platform-nya untuk TNI,” jelasnya.

Oleh karena itu, lanjutnya, tidak heran hingga tahun 2019, program modernisasi baru mencapai 63,19 persen dari yang seharusnya 75,54 persen.

Alban mendukung rencana modernisasi Alutsista yang tertuang dalam rancangan Peraturan Presiden (Perpres). menurut Alban, rancangan itu bisa menjadi jawaban atas persoalan Alutsista. Berdasarkan draf rancangan Perpres yang beredar, Pemerintah tengah berupaya menggodok skema pengadaan Alutsista secara jangka panjang dan menyeluruh dengan jangka waktu 25 tahun untuk lima Renstra (Rencana Strategis) tahun 2020-2044 yang pelaksanaannya akan dimulai pada Renstra 2020-2024. [SRF]

]]> Target Minimum Essential Force (MEF) diragukan bakal tercapai. MEF merupakan program modernisasi Alat Utama Sistem Persenjataan (Alutsista) yang sudah dimulai sejak 2009 dan ditargetkan rampung pada tahun 2024.

“Banyak indikator menunjukkan bahwa Pemerintah atau TNI tidak akan mampu menyelesaikan (program) tepat waktu,” kata pengamat pertahanan dari Semar Sentinel Pte Ltd Alban Sciascia dalam keterangan tertulis, Rabu (23/06).

Hal tersebut, papar Alban, dapat terlihat dari target awal di tetapkan Pemerintah bisa mengoperasikan 11 skuadron tempur, 151 kapal perang, dan 12 kapal selam pada tahun 2024. Semua target itu sulit tercapai.

“Jika pun ada anggaran untuk merealisasikannya, akan memakan waktu bertahun-tahun bagi produsen untuk memproduksi dan mengirimkan platform-nya untuk TNI,” jelasnya.

Oleh karena itu, lanjutnya, tidak heran hingga tahun 2019, program modernisasi baru mencapai 63,19 persen dari yang seharusnya 75,54 persen.

Alban mendukung rencana modernisasi Alutsista yang tertuang dalam rancangan Peraturan Presiden (Perpres). menurut Alban, rancangan itu bisa menjadi jawaban atas persoalan Alutsista. Berdasarkan draf rancangan Perpres yang beredar, Pemerintah tengah berupaya menggodok skema pengadaan Alutsista secara jangka panjang dan menyeluruh dengan jangka waktu 25 tahun untuk lima Renstra (Rencana Strategis) tahun 2020-2044 yang pelaksanaannya akan dimulai pada Renstra 2020-2024. [SRF]
]]>.
Sumber : Rakyat Merdeka – RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Categories