Tangkap Koruptor Firli Minta Tidak Dicurigai

Ketua KPK Firli Bahuri buka suara menanggapi tuduhan Ade Puspitasari, putri Wali Kota nonaktif Bekasi, Rahmat Effendi yang ditangkap KPK. Firli memastikan, penetapan seorang menjadi tersangka di KPK tidak berdasarkan asumsi, opini, atau kepentingan politik. Karena itu, ia minta tidak dicurigai macam-macam.

Rahmat Effendi ditangkap KPK Rabu (5/1), karena kasus jual beli jabatan dan menerima suap proyek. Dua hari setelah penangkapan itu, Ade menuding KPK sedang berpolitik saat menangkap ayahnya. Ade merasa, Golkar, partai tempat dia dan ayahnya bernaung, sedang diincar.

Mendengar tuduhan ini, Firli pun menjawab. Dia menegaskan, KPK adalah lembaga negara dalam rumpun eksekutif yang independen. Dalam pelaksanaan tugas kewenangannya, KPK tidak terpengaruh pada kekuasaan mana pun.

“KPK tidak ikut opini atau kepentingan politik. Karena KPK tidak ingin dan tidak akan terlibat dalam politik,” ujar Firli, lewat pesan singkat, kemarin.

Mantan Kapolda Sumatera Selatan ini menambahkan, KPK hanya menetapkan seseorang sebagai tersangka berdasarkan bukti yang cukup. Ketika seseorang menjadi tersangka, maka harus segera diajukan ke persidangan peradilan. “Saat ini, para tersangka KPK tidak perlu menunggu waktu yang lama untuk disidangkan di peradilan,” bebernya.

Ia menegaskan, KPK berkerja dengan memegang prinsip kepastian hukum, keadilan, kepentingan umum, transparan, akuntabel, proporsionalitas, dan menjunjung tinggi Hak Asasi Manusia (HAM). Firli pun meminta semua pihak memahami kinerja KPK.

Firli menjelaskan, tersangka adalah seseorang yang karena perbuatannya dan atau keadaannya berdasarkan bukti permulaan, cukup patut diduga sebagai pelaku tindak pidana. “Jadi, tugas penyidik KPK bekerja mencari dan mengumpulkan keterangan saksi, barang bukti. Dengan bukti-bukti tersebut membuat terangnya suatu peristiwa pidana guna menemukan tersangkanya. KPK tidak akan pernah pandang bulu, karena itu prinsip kerja KPK,” tandas Firli. 

Wakil Ketua KPK, Nurul Ghufron ikut menanggapi tuduhan Ade. Ghufron tidak heran dengan tuduhan itu. Kata dia, tuduhan yang ditujukan kepada KPK dari keluarga tersangka itu, bukan kali ini saja.

“Anak membela orang tua itu biasa, KPK tidak terkejut dan memahami pembelaan tersebut. Termasuk mengaitkan dan menyeret-nyeret persoalan hukum yang sedang KPK jalankan ke ranah politik,” ujar Ghufron, lewat pesan singkat, kemarin.

 

Dia menegaskan, KPK adalah penegak hukum yang bertindak berdasarkan fakta dan dasar hukum. Dalam kegiatan penangkapan, KPK berdasarkan bukti-bukti yang telah dikumpulkan lama sebelumnya. Prosesnya pun didokumentasikan. Bukan saja difoto, tapi juga dalam bentuk video. “Sehingga alibi putri RE (Rahmat Effendi) bisa nanti kami buktikan di persidangan,” imbuhnya.

Karena yang dilakukan KPK berada di ranah hukum, Ghufron menyarankan Ade dan pihak keluarganya melakukan pembelaan secara hukum.

Tudingan ke KPK yang disampaikan Ade itu, menyebar luas dalam sebuah video berdurasi 1 menit 40 detik. Ade menuduh KPK sedang melakukan manuver politik. Video yang dibikin Ade ini sempat viral dan diunggah oleh sejumlah akun media sosial seperti @infobekasi.co.

Ade menyatakan, tak ada transaksi yang dilakukan ayahnya saat KPK melakukan OTT. Menurut Ade, tidak ada uang sepeser pun yang dibawa bersama Rahmat Effendi, seperti yang dijelaskan sebelumnya oleh KPK dalam rilis persnya, Kamis (6/1).

“Saksinya banyak. Staf yang di rumah itu saksi semua. Bagaimana Pak Wali dijemput di rumah, bagaimana Pak Wali hanya membawa badan. KPK hanya membawa badan Pak Wali, tidak membawa uang sepeser pun,” ungkap Ade.

“Pak Wali bersama KPK tidak membawa uang dari pendopo. Uang yang ada di KPK itu uang yang ada di iuran dari pihak ketiga, dari Kepala Dinas, dari Camat. Itu pengembangan, tidak ada OTT,” ujar Ade.

Ade lalu menuding, penangkapan bapaknya menjadi bagian dari pembunuhan karakter. “Memang ini pembunuhan karakter, memang ini kuning (Golkar) sedang diincar. Kita tahu sama tahu siapa yang mengincar ini. Tapi, nanti di 2024, jika kuning koalisi dengan oranye, matilah yang warna lain,” pungkasnya. [BCG]

]]> Ketua KPK Firli Bahuri buka suara menanggapi tuduhan Ade Puspitasari, putri Wali Kota nonaktif Bekasi, Rahmat Effendi yang ditangkap KPK. Firli memastikan, penetapan seorang menjadi tersangka di KPK tidak berdasarkan asumsi, opini, atau kepentingan politik. Karena itu, ia minta tidak dicurigai macam-macam.

Rahmat Effendi ditangkap KPK Rabu (5/1), karena kasus jual beli jabatan dan menerima suap proyek. Dua hari setelah penangkapan itu, Ade menuding KPK sedang berpolitik saat menangkap ayahnya. Ade merasa, Golkar, partai tempat dia dan ayahnya bernaung, sedang diincar.

Mendengar tuduhan ini, Firli pun menjawab. Dia menegaskan, KPK adalah lembaga negara dalam rumpun eksekutif yang independen. Dalam pelaksanaan tugas kewenangannya, KPK tidak terpengaruh pada kekuasaan mana pun.

“KPK tidak ikut opini atau kepentingan politik. Karena KPK tidak ingin dan tidak akan terlibat dalam politik,” ujar Firli, lewat pesan singkat, kemarin.

Mantan Kapolda Sumatera Selatan ini menambahkan, KPK hanya menetapkan seseorang sebagai tersangka berdasarkan bukti yang cukup. Ketika seseorang menjadi tersangka, maka harus segera diajukan ke persidangan peradilan. “Saat ini, para tersangka KPK tidak perlu menunggu waktu yang lama untuk disidangkan di peradilan,” bebernya.

Ia menegaskan, KPK berkerja dengan memegang prinsip kepastian hukum, keadilan, kepentingan umum, transparan, akuntabel, proporsionalitas, dan menjunjung tinggi Hak Asasi Manusia (HAM). Firli pun meminta semua pihak memahami kinerja KPK.

Firli menjelaskan, tersangka adalah seseorang yang karena perbuatannya dan atau keadaannya berdasarkan bukti permulaan, cukup patut diduga sebagai pelaku tindak pidana. “Jadi, tugas penyidik KPK bekerja mencari dan mengumpulkan keterangan saksi, barang bukti. Dengan bukti-bukti tersebut membuat terangnya suatu peristiwa pidana guna menemukan tersangkanya. KPK tidak akan pernah pandang bulu, karena itu prinsip kerja KPK,” tandas Firli. 

Wakil Ketua KPK, Nurul Ghufron ikut menanggapi tuduhan Ade. Ghufron tidak heran dengan tuduhan itu. Kata dia, tuduhan yang ditujukan kepada KPK dari keluarga tersangka itu, bukan kali ini saja.

“Anak membela orang tua itu biasa, KPK tidak terkejut dan memahami pembelaan tersebut. Termasuk mengaitkan dan menyeret-nyeret persoalan hukum yang sedang KPK jalankan ke ranah politik,” ujar Ghufron, lewat pesan singkat, kemarin.

 

Dia menegaskan, KPK adalah penegak hukum yang bertindak berdasarkan fakta dan dasar hukum. Dalam kegiatan penangkapan, KPK berdasarkan bukti-bukti yang telah dikumpulkan lama sebelumnya. Prosesnya pun didokumentasikan. Bukan saja difoto, tapi juga dalam bentuk video. “Sehingga alibi putri RE (Rahmat Effendi) bisa nanti kami buktikan di persidangan,” imbuhnya.

Karena yang dilakukan KPK berada di ranah hukum, Ghufron menyarankan Ade dan pihak keluarganya melakukan pembelaan secara hukum.

Tudingan ke KPK yang disampaikan Ade itu, menyebar luas dalam sebuah video berdurasi 1 menit 40 detik. Ade menuduh KPK sedang melakukan manuver politik. Video yang dibikin Ade ini sempat viral dan diunggah oleh sejumlah akun media sosial seperti @infobekasi.co.

Ade menyatakan, tak ada transaksi yang dilakukan ayahnya saat KPK melakukan OTT. Menurut Ade, tidak ada uang sepeser pun yang dibawa bersama Rahmat Effendi, seperti yang dijelaskan sebelumnya oleh KPK dalam rilis persnya, Kamis (6/1).

“Saksinya banyak. Staf yang di rumah itu saksi semua. Bagaimana Pak Wali dijemput di rumah, bagaimana Pak Wali hanya membawa badan. KPK hanya membawa badan Pak Wali, tidak membawa uang sepeser pun,” ungkap Ade.

“Pak Wali bersama KPK tidak membawa uang dari pendopo. Uang yang ada di KPK itu uang yang ada di iuran dari pihak ketiga, dari Kepala Dinas, dari Camat. Itu pengembangan, tidak ada OTT,” ujar Ade.

Ade lalu menuding, penangkapan bapaknya menjadi bagian dari pembunuhan karakter. “Memang ini pembunuhan karakter, memang ini kuning (Golkar) sedang diincar. Kita tahu sama tahu siapa yang mengincar ini. Tapi, nanti di 2024, jika kuning koalisi dengan oranye, matilah yang warna lain,” pungkasnya. [BCG]
]]> . Sumber : Rakyat Merdeka – RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Categories