Tanggulangi Banjir Di Bojongkulur, Ade Yasin Susur Kali Dan Tinjau Pengerukan Sungai Cileungsi .

Untuk mengoptimalkan penanganan banjir di wilayah Bojongkulur, Kecamatan Gunungputri, Kabupaten Bogor, Bupati Bogor Ade Yasin melakukan susur Sungai Cileungsi sepanjang 2 kilometer, Minggu (12/2). Di sana dia meninjau langsung pelaksanaan pengerukan dan bebersih Sungai Cileungsi.

Ade mengatakan, ada beberapa persoalan kaitan terjadinya banjir di wilayah Bojongkulur. Salah satunya terjadinya pendangkalan sungai. “Ada tujuh titik kegiatan bebersih sungai hari ini. Kita keruk sampahnya agar tidak dangkal kalinya,” ungkapnya, seperti keterangan Tim Komunikasi Publik Kabupaten Bogor.

Ade menambahkan, pengerukan sungai akan terus dilanjutkan hingga maksimal dengan memperhatikan kondisi cuaca. Mengingat intensitas curah hujan yang masing tinggi. 

“Kita sesuaikan dengan kondisi. Jangan sampai kita berupaya membuat masyarakat aman, tetapi petugasnya juga harus sama-sama aman. Kalau cuaca buruk kami juga khawatir banjir mendadak, keamanan harus tetap kita jaga, supaya semuanya selamat,” tuturnya.

Ade menerangkan, pengerukan kali itu dilakukan bergotong royong dengan melibatkan Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas Lingkungan Hidup (DLH), dan Forkopimcam Gunungputri dan unsur masyarakat. “Jadi, ini gabungan. DLH yang angkut sampah, lalu pengerukan sungai oleh PUPR dengan alat beratnya. BPBD mitigasinya, karena ini masuk dalam mitigasi bencana,” terangnya.

Berdasarkan hasil tinjauan lapangan, Ade melihat ada penurunan pencemaran di wilayah Bojongkulur Kecamatan Gunungputri dibandingkan 2020. “Tahun lalu saya tinjau juga titik ini. Dari yang saya lihat dan koordinasi dengan Kapolres Bogor memang untuk masalah pencemaran ini, alhamdulilah menurun,” tukasnya. [USU]

]]> .
Untuk mengoptimalkan penanganan banjir di wilayah Bojongkulur, Kecamatan Gunungputri, Kabupaten Bogor, Bupati Bogor Ade Yasin melakukan susur Sungai Cileungsi sepanjang 2 kilometer, Minggu (12/2). Di sana dia meninjau langsung pelaksanaan pengerukan dan bebersih Sungai Cileungsi.

Ade mengatakan, ada beberapa persoalan kaitan terjadinya banjir di wilayah Bojongkulur. Salah satunya terjadinya pendangkalan sungai. “Ada tujuh titik kegiatan bebersih sungai hari ini. Kita keruk sampahnya agar tidak dangkal kalinya,” ungkapnya, seperti keterangan Tim Komunikasi Publik Kabupaten Bogor.

Ade menambahkan, pengerukan sungai akan terus dilanjutkan hingga maksimal dengan memperhatikan kondisi cuaca. Mengingat intensitas curah hujan yang masing tinggi. 

“Kita sesuaikan dengan kondisi. Jangan sampai kita berupaya membuat masyarakat aman, tetapi petugasnya juga harus sama-sama aman. Kalau cuaca buruk kami juga khawatir banjir mendadak, keamanan harus tetap kita jaga, supaya semuanya selamat,” tuturnya.

Ade menerangkan, pengerukan kali itu dilakukan bergotong royong dengan melibatkan Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas Lingkungan Hidup (DLH), dan Forkopimcam Gunungputri dan unsur masyarakat. “Jadi, ini gabungan. DLH yang angkut sampah, lalu pengerukan sungai oleh PUPR dengan alat beratnya. BPBD mitigasinya, karena ini masuk dalam mitigasi bencana,” terangnya.

Berdasarkan hasil tinjauan lapangan, Ade melihat ada penurunan pencemaran di wilayah Bojongkulur Kecamatan Gunungputri dibandingkan 2020. “Tahun lalu saya tinjau juga titik ini. Dari yang saya lihat dan koordinasi dengan Kapolres Bogor memang untuk masalah pencemaran ini, alhamdulilah menurun,” tukasnya. [USU]
]]> .
Sumber : Rakyat Merdeka RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Categories