Tangani Pengungsian Banjir BNPB Pisahkan Lansia Dan Bumil Hindari Penularan Covid-19

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengingatkan seluruh masyarakat yang terdampak banjir tetap waspada terhadap penularan virus Covid-19.

Kepala BNPB sekaligus Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Doni Monardo mengungkapkan, pihaknya telah menyiapkan skema untuk penanganan bencana banjir di tengah pandemi.

Salah satunya adalah memisahkan warga berusia lanjut (Lansia), komorbid, termasuk ibu hamil dan menyusui serta balita supaya tidak digabung dalam pengungsian.

“Personel BNPB saat ini tengah dikerahkan membantu korban banjir di Jakarta dan sekitarnya. Ketika tidak cukup ruang tidak cukup tempat untuk menampung saudara kita yang mengalami musibah ini sehingga skemanya adalah pemisahan antara kelompok yang rentan tertular dan kelompok yang muda,” ujar Doni saat konferensi pers di Jakarta, Sabtu (20/2).

Upaya ini, kata Doni cukup efektif untuk mengurangi kasus penularan. Dia mewanti-wanti agar jangan sampai bencana alam banjir ini diperparah dengan penularan virus Covid-19.

BNPB juga terbuka jika ada masukan dari seluruh pihak terkait teknis penanganan banjir dan mengantisipasi penularan Covid-19. “Saya minta kerja sama antar semua komponen supaya bisa mencarikan solusi, bisa memberikan jalan keluar yang lebih baik lagi,” ucap Doni.

Doni pun mengingatkan kepada seluruh petugas dan masyarakat agar berhati-hati dalam membantu korban banjir. Lansia, Balita, komorbid termasuk ibu hamil butuh perlindungan khusus.

Pengalaman penanganan bencana alam di Sulawesi Barat beberapa waktu lalu terjadi peningkatan kasus Covid-19 yang cukup signifikan.

“Bahkan tenaga kesehatan kita sudah hampir 1.000 orang yang terpapar Covid-19 termasuk juga mereka yang bertugas sebagai relawan,” imbaunya. [JAR]

]]> Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengingatkan seluruh masyarakat yang terdampak banjir tetap waspada terhadap penularan virus Covid-19.

Kepala BNPB sekaligus Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Doni Monardo mengungkapkan, pihaknya telah menyiapkan skema untuk penanganan bencana banjir di tengah pandemi.

Salah satunya adalah memisahkan warga berusia lanjut (Lansia), komorbid, termasuk ibu hamil dan menyusui serta balita supaya tidak digabung dalam pengungsian.

“Personel BNPB saat ini tengah dikerahkan membantu korban banjir di Jakarta dan sekitarnya. Ketika tidak cukup ruang tidak cukup tempat untuk menampung saudara kita yang mengalami musibah ini sehingga skemanya adalah pemisahan antara kelompok yang rentan tertular dan kelompok yang muda,” ujar Doni saat konferensi pers di Jakarta, Sabtu (20/2).

Upaya ini, kata Doni cukup efektif untuk mengurangi kasus penularan. Dia mewanti-wanti agar jangan sampai bencana alam banjir ini diperparah dengan penularan virus Covid-19.

BNPB juga terbuka jika ada masukan dari seluruh pihak terkait teknis penanganan banjir dan mengantisipasi penularan Covid-19. “Saya minta kerja sama antar semua komponen supaya bisa mencarikan solusi, bisa memberikan jalan keluar yang lebih baik lagi,” ucap Doni.

Doni pun mengingatkan kepada seluruh petugas dan masyarakat agar berhati-hati dalam membantu korban banjir. Lansia, Balita, komorbid termasuk ibu hamil butuh perlindungan khusus.

Pengalaman penanganan bencana alam di Sulawesi Barat beberapa waktu lalu terjadi peningkatan kasus Covid-19 yang cukup signifikan.

“Bahkan tenaga kesehatan kita sudah hampir 1.000 orang yang terpapar Covid-19 termasuk juga mereka yang bertugas sebagai relawan,” imbaunya. [JAR]
]]>.
Sumber : Rakyat Merdeka RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Categories