Tambah Wawasan Sejarah Industri Pertahanan Kemhan Gelar `Defence Tour` Buat Para Jurnalis

Kementerian Pertahanan (Kemhan) menggelar Defence Tour 2021 dengan melibatkan 13 jurnalis dari sejumlah media nasional. Mereka diajak berkunjung ke Dinas Sejarah TNI AD (Disjarahad) dan PT Pindad di Bandung, Jawa Barat, Selasa (30/3). Tujuan dari acara ini adalah menambah wawasan tentang sejarah dan industri bidang pertahanan.

Kepala Biro (Karo) Humas Setjen Kemhan Marsma TNI Penny Radjendra mengatakan, misi mengedukasi ini memiliki target tersosialisasikannya informasi-informasi yang ada di kedua lokasi tersebut.

Penny menambahkan sejarah perjuangan TNI bersama rakyat sudah ada di masa perang kemerdekaan yang ada di Disjarahad, sampai informasi tentang peran Industri Pertahanan (Indhan) Dalam Negeri. Salah satunya PT Pindad selaku penyedia kebutuhan Alat Utama Sistem Persenjataan (Alutsista) TNI.

“Semoga pemahaman rekan-rekan tentang perjuangan generasi pendahulu maupun kemampuan Indhan yang secara linier menjadi penyokong kekuatan pertahanan dan keamanan, dapat tersampaikan dengan baik ke generasi penerus bangsa, ujar Penny, Selasa (30/3).

Ia  yakin bahwa informasi yang baik dan akurat bisa meningkatkan nasionalisme maupun militansi generasi penerus bangsa dengan kepribadian yang bermoral, tangguh serta memiliki integritas dalam konteks bela negara.

 

Lebih lanjut Penny menjelaskan, hal mendasar yang perlu dilakukan dalam membangun ketahanan negara adalah belajar dari pengalaman sejarah. Karena itu, masyarakat jangan sampai dibiarkan melupakan sejarah.

Menurutnya masyarakat harus terus disodorkan pengetahuan sejarah, apalagi tengah pesatnya perkembangan zaman seperti sekarang. “Bapak-ibu yang pernah keluar negeri pasti pernah lihat bagaimana museum di sana dipelihara dengan sangat baik. Pengunjungnya pun sangat banyak. Kita tidak boleh kalah dengan mereka,” ujar Penny.

Namun demikian, Penny menyadari, bangsa ini sedang dihadapkan pada sebuah tantangan besar terkait eksistensi generasi muda dalam mempertahankan sejarah.

“Karena itu, dengan kehadiran kita di sini rekan-rekan wartawan bisa menimba ilmu. Paling tidak bisa menyerap informasi tentang sejarah tentang TNI Angkatan Darat,” ungkap Penny. 

Ia memastikan, Defence Tour Kemhan akan menjadi agenda tetap. Pelaksanaannya akan dilaksanakan secara rutin dan tidak hanya sekali dalam setahun.

Di tempat sama, Sekretaris Dinas Sejarah Angkatan Darat Kolonel Inf Joko Hadi Susilo mengatakan, pengenalan sejarah merupakan cara penting untuk memperkuat identitas bangsa. Tanpa identitas, menurutnya, negara berpotensi hancur.

Joko Hado menambahkan bila sejarah tidak dijadikan pembelajaran dalam menghadapi ancaman-ancaman yang berpotensi muncul di masa depan. “Karena itu, Disjarah akan terus bertransformasi  lebih modern untuk menarik minat anak muda, para pelajar, dan masyarakat umum,” ujarnya. [DNU]

]]> Kementerian Pertahanan (Kemhan) menggelar Defence Tour 2021 dengan melibatkan 13 jurnalis dari sejumlah media nasional. Mereka diajak berkunjung ke Dinas Sejarah TNI AD (Disjarahad) dan PT Pindad di Bandung, Jawa Barat, Selasa (30/3). Tujuan dari acara ini adalah menambah wawasan tentang sejarah dan industri bidang pertahanan.

Kepala Biro (Karo) Humas Setjen Kemhan Marsma TNI Penny Radjendra mengatakan, misi mengedukasi ini memiliki target tersosialisasikannya informasi-informasi yang ada di kedua lokasi tersebut.

Penny menambahkan sejarah perjuangan TNI bersama rakyat sudah ada di masa perang kemerdekaan yang ada di Disjarahad, sampai informasi tentang peran Industri Pertahanan (Indhan) Dalam Negeri. Salah satunya PT Pindad selaku penyedia kebutuhan Alat Utama Sistem Persenjataan (Alutsista) TNI.

“Semoga pemahaman rekan-rekan tentang perjuangan generasi pendahulu maupun kemampuan Indhan yang secara linier menjadi penyokong kekuatan pertahanan dan keamanan, dapat tersampaikan dengan baik ke generasi penerus bangsa, ujar Penny, Selasa (30/3).

Ia  yakin bahwa informasi yang baik dan akurat bisa meningkatkan nasionalisme maupun militansi generasi penerus bangsa dengan kepribadian yang bermoral, tangguh serta memiliki integritas dalam konteks bela negara.

 

Lebih lanjut Penny menjelaskan, hal mendasar yang perlu dilakukan dalam membangun ketahanan negara adalah belajar dari pengalaman sejarah. Karena itu, masyarakat jangan sampai dibiarkan melupakan sejarah.

Menurutnya masyarakat harus terus disodorkan pengetahuan sejarah, apalagi tengah pesatnya perkembangan zaman seperti sekarang. “Bapak-ibu yang pernah keluar negeri pasti pernah lihat bagaimana museum di sana dipelihara dengan sangat baik. Pengunjungnya pun sangat banyak. Kita tidak boleh kalah dengan mereka,” ujar Penny.

Namun demikian, Penny menyadari, bangsa ini sedang dihadapkan pada sebuah tantangan besar terkait eksistensi generasi muda dalam mempertahankan sejarah.

“Karena itu, dengan kehadiran kita di sini rekan-rekan wartawan bisa menimba ilmu. Paling tidak bisa menyerap informasi tentang sejarah tentang TNI Angkatan Darat,” ungkap Penny. 

Ia memastikan, Defence Tour Kemhan akan menjadi agenda tetap. Pelaksanaannya akan dilaksanakan secara rutin dan tidak hanya sekali dalam setahun.

Di tempat sama, Sekretaris Dinas Sejarah Angkatan Darat Kolonel Inf Joko Hadi Susilo mengatakan, pengenalan sejarah merupakan cara penting untuk memperkuat identitas bangsa. Tanpa identitas, menurutnya, negara berpotensi hancur.

Joko Hado menambahkan bila sejarah tidak dijadikan pembelajaran dalam menghadapi ancaman-ancaman yang berpotensi muncul di masa depan. “Karena itu, Disjarah akan terus bertransformasi  lebih modern untuk menarik minat anak muda, para pelajar, dan masyarakat umum,” ujarnya. [DNU]
]]>.
Sumber : Rakyat Merdeka RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Categories