Tak Perlu Ditanggapi Buru-buru Lihat Di India, Lepas Masker Kasus Covid-19 Naik Lagi Lho

Indonesia belum siap mencabut aturan memakai masker. Diyakini, memakai masker dapat menekan penyebaran Covid-19.

Sekretaris Direktorat Jenderal Kesehatan Masyarakat Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Siti Nadia Tarmizi meminta masyarakat tetap disiplin mematuhi protokol kesehatan (prokes) Covid-19. Pola hidup sehat, kata dia, masih perlu dilakukan kendati tren penurunan kasus Covid-19 terjadi di Indonesia.

“Kebijakan melepas masker kita masih evaluasi dan monitor,” ujarnya.

Nadia melanjutkan, kendati hasil survei seroprevalensi 99,2 persen masyarakat memiliki kekebalan tubuh, belum bisa menjadi acuan valid. Soalnya, kata dia, titer antibodi warga terhadap Covid-19 bisa menurun dan tergantung karakteristik tubuh masing-masing.

“Sehingga kebijakan untuk relaksasi prokes akan dilakukan secara bertahap,” kata dia.

Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kemenkes ini mengingatkan, capaian vaksinasi Covid- 19 di Indonesia belum mencapai target total. Per Kamis (21/4) Pukul 12.00 WIB, tercatat sebanyak 198.597.005 orang telah menerima suntikan dosis pertama. Untuk dosis kedua sebanyak 163.358.647 orang.

Dengan demikian, kata Nadia, target vaksinasi Pemerintah dari total sasaran 208.265.720 orang sudah menyentuh 95,36 persen dari sasaran vaksinasi yang menerima suntikan dosis pertama. Sedangkan suntikan dosis kedua berada di angka 78,44 persen.

Sedangkan untuk capaian vaksinasi booster tercatat sebanyak 32.780.775 warga Indonesia telah menerima booster atau 15,74 persen dari target.

“Dan survei itu masih Jawa-Bali. Kita belum mencapai cakupan vaksinasi lengkap 70 persen dari populasi Indonesia,” kata Nadia.

Netizen mengimbau masyarakat agar se­lalu menggunakan masker. Diyakini, masker efektif mencegah penyebaran Covid-19.

Akun @humassekpbg63 mengimbau masyarakat agar selalu menggunakan masker, menjaga jarak dan mencuci tangan untuk mencegah penyebaran Covid-19. @HumasPolsekBgl juga mengingatkan masyarakat di­siplin memakai masker.

 

“Masker itu wajib. Sudah terbiasa, jadi ketika ke luar rumah tidak pernah ketinggalan pakai masker dan bawa ganti masker untuk cadangan,” ujar @Hidayah_art.

Akun @katzen_jammer mengatakan, negara-negara Eropa dan Amerika Serikat sudah men­cabut mandatory masker dan vaksin Covid-19. Indonesia, kata dia, malah tambah mandatory vaksin Human Papilloma Virus (HPV).

“Ini demi kesehatan masyarakat,” tandasnya.

Menurut @_Banyoe, orang-orang yang senang berakhirnya mandat masker, karena mereka sudah mendapatkan vaksin dosis 3 atau 4. “Gak apa-apa dikasih waktu buat mikir se­jenak, pasca vaksin berikutnya paling disuruh prokes ketat lagi,” kata dia.

Akun @AlbertSolo2 menyebut, kasus har­ian Covid-19 di sejumlah negara bagian di India, kembali mengalami peningkatan jumlah kasus. Akibatnya, Perdana Menteri India Shri Narendra Modi memutuskan mewajibkan war­ganya untuk kembali memakai masker selama di tempat kerja atau di sekolah.

“Sudah nyaman banget pakai masker, sampai kayaknya setelah pandemi Covid-19 selesai juga gak bakal mau ke luar rumah tanpa masker,” kata @chirpindew.

“Gue jadi terbiasa ke mana-mana pakai masker. Tanpa masker, walaupun ke warung depan rumah juga berasa ada yang kurang,” tambah @Yannie04.

Akun @Nuymnr berharap suatu saat bisa beraktivitas kembali di luar rumah tanpa menggunakan masker. Dia mengaku kasihan sama anak-anak kecil yang dari lahir sudah merasakan era pandemi.

“Orang luar negeri sudah mulai sadar hidup berdampingan dengan Covid-19. Sedangkan orang di Indonesia masih parno melepas masker. Makanya saya udah biasakan tanpa masker saat di luar,” kata @jaefanya. [TIF]

]]> Indonesia belum siap mencabut aturan memakai masker. Diyakini, memakai masker dapat menekan penyebaran Covid-19.

Sekretaris Direktorat Jenderal Kesehatan Masyarakat Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Siti Nadia Tarmizi meminta masyarakat tetap disiplin mematuhi protokol kesehatan (prokes) Covid-19. Pola hidup sehat, kata dia, masih perlu dilakukan kendati tren penurunan kasus Covid-19 terjadi di Indonesia.

“Kebijakan melepas masker kita masih evaluasi dan monitor,” ujarnya.

Nadia melanjutkan, kendati hasil survei seroprevalensi 99,2 persen masyarakat memiliki kekebalan tubuh, belum bisa menjadi acuan valid. Soalnya, kata dia, titer antibodi warga terhadap Covid-19 bisa menurun dan tergantung karakteristik tubuh masing-masing.

“Sehingga kebijakan untuk relaksasi prokes akan dilakukan secara bertahap,” kata dia.

Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kemenkes ini mengingatkan, capaian vaksinasi Covid- 19 di Indonesia belum mencapai target total. Per Kamis (21/4) Pukul 12.00 WIB, tercatat sebanyak 198.597.005 orang telah menerima suntikan dosis pertama. Untuk dosis kedua sebanyak 163.358.647 orang.

Dengan demikian, kata Nadia, target vaksinasi Pemerintah dari total sasaran 208.265.720 orang sudah menyentuh 95,36 persen dari sasaran vaksinasi yang menerima suntikan dosis pertama. Sedangkan suntikan dosis kedua berada di angka 78,44 persen.

Sedangkan untuk capaian vaksinasi booster tercatat sebanyak 32.780.775 warga Indonesia telah menerima booster atau 15,74 persen dari target.

“Dan survei itu masih Jawa-Bali. Kita belum mencapai cakupan vaksinasi lengkap 70 persen dari populasi Indonesia,” kata Nadia.

Netizen mengimbau masyarakat agar se­lalu menggunakan masker. Diyakini, masker efektif mencegah penyebaran Covid-19.

Akun @humassekpbg63 mengimbau masyarakat agar selalu menggunakan masker, menjaga jarak dan mencuci tangan untuk mencegah penyebaran Covid-19. @HumasPolsekBgl juga mengingatkan masyarakat di­siplin memakai masker.

 

“Masker itu wajib. Sudah terbiasa, jadi ketika ke luar rumah tidak pernah ketinggalan pakai masker dan bawa ganti masker untuk cadangan,” ujar @Hidayah_art.

Akun @katzen_jammer mengatakan, negara-negara Eropa dan Amerika Serikat sudah men­cabut mandatory masker dan vaksin Covid-19. Indonesia, kata dia, malah tambah mandatory vaksin Human Papilloma Virus (HPV).

“Ini demi kesehatan masyarakat,” tandasnya.

Menurut @_Banyoe, orang-orang yang senang berakhirnya mandat masker, karena mereka sudah mendapatkan vaksin dosis 3 atau 4. “Gak apa-apa dikasih waktu buat mikir se­jenak, pasca vaksin berikutnya paling disuruh prokes ketat lagi,” kata dia.

Akun @AlbertSolo2 menyebut, kasus har­ian Covid-19 di sejumlah negara bagian di India, kembali mengalami peningkatan jumlah kasus. Akibatnya, Perdana Menteri India Shri Narendra Modi memutuskan mewajibkan war­ganya untuk kembali memakai masker selama di tempat kerja atau di sekolah.

“Sudah nyaman banget pakai masker, sampai kayaknya setelah pandemi Covid-19 selesai juga gak bakal mau ke luar rumah tanpa masker,” kata @chirpindew.

“Gue jadi terbiasa ke mana-mana pakai masker. Tanpa masker, walaupun ke warung depan rumah juga berasa ada yang kurang,” tambah @Yannie04.

Akun @Nuymnr berharap suatu saat bisa beraktivitas kembali di luar rumah tanpa menggunakan masker. Dia mengaku kasihan sama anak-anak kecil yang dari lahir sudah merasakan era pandemi.

“Orang luar negeri sudah mulai sadar hidup berdampingan dengan Covid-19. Sedangkan orang di Indonesia masih parno melepas masker. Makanya saya udah biasakan tanpa masker saat di luar,” kata @jaefanya. [TIF]
]]> . Sumber : Rakyat Merdeka – RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Categories