Tak Patut Ditiru! Rayain Pelantikan, Wali Kota Blitar Jogetan Sambil Nyawer Tanpa Masker

Aksi Wali Kota Blitar Santoso tak patut ditiru. Melalui video viral, Santoso bernyanyi dan berjoget di panggung bersama belasan orang tanpa masker dan jaga jarak. Padahal, lagi pandemi Covid-19.

Diketahui, sebuah video viral di berbagai platform media sosial menampilkan Wali Kota Santoso berada satu panggung bersama belasan orang tanpa mematuhi protokol kesehatan Covid-19.

Dalam video berdurasi 4 menit 28 detik itu, Santoso lagi ngerayain pelantikannya sebagai Wali Kota Blitar periode 2021-2024. Acara jogetan ini berlangsung di Gedung Balai Kota Kusumo Wicitro, Blitar, Jumat (26/2).

Syukuran dihadiri 30 hingga 40 orang relawan. Nampak Santoso memegang mikrofon menyanyikan lagu dangdut berjudul Kehilangan ciptaan Bang Haji Rhoma Irama. Santoso yang memakai batik ini tidak memakai masker. Orang yang jogetan di atas panggung juga tak pakai masker. Hanya ada satu orang yang tak melepas maskernya. Jaga jarak pun diabaikan.

Ada juga adegan dua perempuan naik panggung. Salah satunya berduet nyanyi dengan Santoso. Tak ketinggalan, Santosp nyawer beberapa lembar uang pecahan Rp 50 ribuan dan Rp 100 ribuan.

Aksi ini pun berbuntut panjang. Seluruh peserta jogetan bersama Wali Kota Santoso bakal di-swab. Wali Kota yang baru dilantik ini pun akan diperiksa polisi.

Kapolres Blitar Kota AKBP Yudhi Hery Setiawan menegaskan, akan memanggil seluruh panitia yang menyelenggarakan acara ini.

“Terhadap berita atau video yang viral, polisi melakukan pemanggilan terhadap seluruh panitia untuk diminta keterangan, termasuk apakah sudah ada izinnya atau belum,” ujar Kapolres Blitar Kota AKBP Yudhi Hery Setiawan dalam keterangan tertulis, Minggu (7/3) sore.

Dinas Kesehatan Kota Blitar, kata Yudhi, juga akan melakukan pemeriksaan swab terhadap seluruh panitia.

“Polisi melakukan identifikasi dan pengecekan lokasi kegiatan dan memeriksa semuanya,” katanya.

Katanya Biar Nggak Sepi

Wali Kota yang diusung koalisi PDI Perjuangan ini telah mengakui ia ada dalam video viral tersebut. Namun, dia mengklaim, acara syukutan berjalan sesuai protokol kesehatan. Jaga jarak juga dilakukan. Ia juga membatasi jumlah undangan.

“Itu acara tasyakuran, saya mengundang relawan di Kusumo Wicitro. Undangan terbatas. Tak lebih 50 orang. Acaranya hanya dua jam, pukul 20.00 WIB mulai dan pukul 22.00 WIB sudah selesai,” paparnya.

Mengapa bernyanyi sambil jogetan? Kata dia, acara ini sekadar hiburan sebagai selingan syukuran.

“Pas makan-makan, biar tidak sepi, diisi dengan acara elektone. Acara tetap menerapkan protokol kesehatan. Saya menggelar acara tasyakuran bersama santri, namun tidak viral,” tandasnya. [FAQ]

]]> Aksi Wali Kota Blitar Santoso tak patut ditiru. Melalui video viral, Santoso bernyanyi dan berjoget di panggung bersama belasan orang tanpa masker dan jaga jarak. Padahal, lagi pandemi Covid-19.

Diketahui, sebuah video viral di berbagai platform media sosial menampilkan Wali Kota Santoso berada satu panggung bersama belasan orang tanpa mematuhi protokol kesehatan Covid-19.

Dalam video berdurasi 4 menit 28 detik itu, Santoso lagi ngerayain pelantikannya sebagai Wali Kota Blitar periode 2021-2024. Acara jogetan ini berlangsung di Gedung Balai Kota Kusumo Wicitro, Blitar, Jumat (26/2).

Syukuran dihadiri 30 hingga 40 orang relawan. Nampak Santoso memegang mikrofon menyanyikan lagu dangdut berjudul Kehilangan ciptaan Bang Haji Rhoma Irama. Santoso yang memakai batik ini tidak memakai masker. Orang yang jogetan di atas panggung juga tak pakai masker. Hanya ada satu orang yang tak melepas maskernya. Jaga jarak pun diabaikan.

Ada juga adegan dua perempuan naik panggung. Salah satunya berduet nyanyi dengan Santoso. Tak ketinggalan, Santosp nyawer beberapa lembar uang pecahan Rp 50 ribuan dan Rp 100 ribuan.

Aksi ini pun berbuntut panjang. Seluruh peserta jogetan bersama Wali Kota Santoso bakal di-swab. Wali Kota yang baru dilantik ini pun akan diperiksa polisi.

Kapolres Blitar Kota AKBP Yudhi Hery Setiawan menegaskan, akan memanggil seluruh panitia yang menyelenggarakan acara ini.

“Terhadap berita atau video yang viral, polisi melakukan pemanggilan terhadap seluruh panitia untuk diminta keterangan, termasuk apakah sudah ada izinnya atau belum,” ujar Kapolres Blitar Kota AKBP Yudhi Hery Setiawan dalam keterangan tertulis, Minggu (7/3) sore.

Dinas Kesehatan Kota Blitar, kata Yudhi, juga akan melakukan pemeriksaan swab terhadap seluruh panitia.

“Polisi melakukan identifikasi dan pengecekan lokasi kegiatan dan memeriksa semuanya,” katanya.

Katanya Biar Nggak Sepi

Wali Kota yang diusung koalisi PDI Perjuangan ini telah mengakui ia ada dalam video viral tersebut. Namun, dia mengklaim, acara syukutan berjalan sesuai protokol kesehatan. Jaga jarak juga dilakukan. Ia juga membatasi jumlah undangan.

“Itu acara tasyakuran, saya mengundang relawan di Kusumo Wicitro. Undangan terbatas. Tak lebih 50 orang. Acaranya hanya dua jam, pukul 20.00 WIB mulai dan pukul 22.00 WIB sudah selesai,” paparnya.

Mengapa bernyanyi sambil jogetan? Kata dia, acara ini sekadar hiburan sebagai selingan syukuran.

“Pas makan-makan, biar tidak sepi, diisi dengan acara elektone. Acara tetap menerapkan protokol kesehatan. Saya menggelar acara tasyakuran bersama santri, namun tidak viral,” tandasnya. [FAQ]
]]> . Sumber : Rakyat Merdeka RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Categories