Tak Mau Kecolongan Lagi Petugas Bakal Pelototin Pemudik Via Jalan Tikus

Aparat kepolisian berupaya lebih keras untuk menghalau masyarakat pulang kampung menjelang hari raya Idul Fitri. Tak hanya menyekat jalan, tahun ini petugas akan pelototin jalur tikus.

Pemerintah telah menyiapkan 300 titik pemeriksaan disiapkan untuk mencegah arus mudik Lebaran pada 6 sampai 17 Mei 2021 mendatang.

Wakil Gubernur DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria mengingatkan warga Ibu Kota agar mematuhi anjuran pemerintah untuk tidak mudik Lebaran.

“Kalau sadar bahaya Covid-19, warga tidak akan mengelabui aturan dengan nekat mudik melalui jalur-jalur tikus. Kalau sudah sadar, sekalipun pintunya terbuka maka tak akan mudik,” kata Riza kepada wartawan kemarin.

Riza menuturkan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta tidak pernah berhenti mengingatkan bahaya Covid-19. Serta, pentingnya menerapkan protokol kesehatan (prokes). Ditegaskannya, larangan mudik untuk melindungi orang lain agar terpapar Covid-19. Terutama orang tua dan saudara di kampung.

“Jangan sampai kehadiran kita di kampung membawa masalah. Karena egoisme kita, ada anggota keluarga di kampung tertular dan meninggal,” cetus Wagub.

Politisi Gerindra ini menekankan, prokes merupakan sebuah kebutuhan. Sehingga, setiap orang seharusnya menjalankan prokes bukan karena takut sanksi. Juga bukan karena ada banyak aparat yang berjaga. Tetapi, murni karena kesadaran untuk melindungi diri sendiri dan orang lain.

Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya, Kombes Sambodo Purnomo Yogo mengungkapkan, banyak cara dilakukan pemudik untuk mengelabui petugas seperti tahun kemarin. Mulai dari numpang di bagasi bus, memakai ambulans, sampai melalui jalur tikus.

Dia menuturkan, pihaknya akan melakukan penyekatan di 8 titik untuk mencegah pemudik.

 

“Polda Metro Jaya juga akan melakukan pengawasan di jalur tikus yang kerap digunakan warga untuk pergi mudik. Kami sudah punya petanya,” ujarnya.

Sambodo menambahkan, ratusan personel akan berjaga di 8 titik penyekatan. Jumlah tersebut bisa bertambah seiring kemungkinan penambahan titik penyekatan.

“Personel nanti ada 380 setiap hari. Tapi kalau nantinya titik penyekatan bertambah, pasti kita akan tambah lagi,” tandas Sambodo.

Seperti diketahui, Ditlantas Polda Metro Jaya telah menyiapkan 8 titik penyekatan mencegah masyarakat mudik di tanggal 6-17 Mei 2021. Di Jalan tol ada 2 lokasi yakni ruas tol arah Cikampek dan ruas tol arah Merak.

Untuk jalan arteri non tol ada 3 lokasi yakni Harapan Indah Bekasi Kota, Jati Uwung Tangerang Kota, dan Kedung Waringin Bekasi Kabupaten. Sementara di terminal bus ada 3 lokasi yakni Pulogebang, Kampung Rambutan, dan Kalideres.

Sebagai wilayah lintasan pemudik dari DKI Jakarta dan sekitarnya menuju Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi juga menyiapkan titik penyekatan mengantisipasi pemudik yang nekat.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Bekasi Yana Suyatna mengatakan, Pemerintah Daerah menyiapkan enam titik penyekatan sembari menunggu petunjuk teknis dari Kementerian Perhubungan.

Enam titik penyekatan itu yakni di Jalan Raya Pantura Kecamatan Kedungwaringin, Jembatan Pebayuran, serta akses Kalimalang-Karawang.

Kemudian akses jalan tol di Kilometer 36 Jalan Tol Jakarta-Cikampek, Gerbang Tol Cikarang Barat, serta Gerbang Tol Delta Mas yang mengarah ke Kabupaten Karawang.

 

“Tidak menutup kemungkinan akan bertambah, tergantung hasil koordinasi dengan Kementerian Perhubungan selanjutnya,” sebutnya.

Berdasarkan hasil koordinasi sementara, setiap pos penyekatan akan dijaga oleh personel gabungan dari Dinas Perhubungan Kabupaten Bekasi, kepolisian dan TNI, serta Satpol PP Kabupaten Bekasi. Yana mengimbau, warga Kabupaten Bekasi memaklumi serta mematuhi kebijakan pemerintah untuk mengendalikan potensi lonjakan kasus Covid-19.

Pulogebang Tetap Buka

Pemprov DKI Jakarta berencana menutup tiga terminal bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) di Ibu Kota pada musim mudik Lebaran 2021.

Kepala Dishub DKI Jakarta Syafrin Liputo mengatakan hanya Terminal Bus Pulo Gebang, Cakung, Jakarta Timur yang tetap dibuka.

“Selebihnya itu tidak ada pelayanan AKAP,” kata dia di Gedung DPRD DKI, Jakarta Pusat.

Terminal bus AKAP yang ditutup antara lain Terminal Kampung Rambutan, Terminal Kalideres, dan Terminal Tanjung Priok. Menurut Syafrin, pelayanan di Terminal Pulo Gebang juga akan selektif.

Menurutnya, calon penumpang yang diizinkan menggunakan bus AKAP hanya yang memiliki keperluan mendesak, seperti kedukaan, menjenguk keluarga sakit, dan lainnya dengan surat keterangan dan syarat yang ketat. Dishub masih menunggu kebijakan lebih lanjut dari Kementerian Perhubungan.

“Kami harapkan dalam waktu yang tidak terlalu lama peraturan ini akan terbit. Sehingga sebelum masa larangan mudik tanggal 6 kami bisa sosialisasikan secara masif kepada seluruh warga,” pintanya. [FAQ]

]]> Aparat kepolisian berupaya lebih keras untuk menghalau masyarakat pulang kampung menjelang hari raya Idul Fitri. Tak hanya menyekat jalan, tahun ini petugas akan pelototin jalur tikus.

Pemerintah telah menyiapkan 300 titik pemeriksaan disiapkan untuk mencegah arus mudik Lebaran pada 6 sampai 17 Mei 2021 mendatang.

Wakil Gubernur DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria mengingatkan warga Ibu Kota agar mematuhi anjuran pemerintah untuk tidak mudik Lebaran.

“Kalau sadar bahaya Covid-19, warga tidak akan mengelabui aturan dengan nekat mudik melalui jalur-jalur tikus. Kalau sudah sadar, sekalipun pintunya terbuka maka tak akan mudik,” kata Riza kepada wartawan kemarin.

Riza menuturkan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta tidak pernah berhenti mengingatkan bahaya Covid-19. Serta, pentingnya menerapkan protokol kesehatan (prokes). Ditegaskannya, larangan mudik untuk melindungi orang lain agar terpapar Covid-19. Terutama orang tua dan saudara di kampung.

“Jangan sampai kehadiran kita di kampung membawa masalah. Karena egoisme kita, ada anggota keluarga di kampung tertular dan meninggal,” cetus Wagub.

Politisi Gerindra ini menekankan, prokes merupakan sebuah kebutuhan. Sehingga, setiap orang seharusnya menjalankan prokes bukan karena takut sanksi. Juga bukan karena ada banyak aparat yang berjaga. Tetapi, murni karena kesadaran untuk melindungi diri sendiri dan orang lain.

Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya, Kombes Sambodo Purnomo Yogo mengungkapkan, banyak cara dilakukan pemudik untuk mengelabui petugas seperti tahun kemarin. Mulai dari numpang di bagasi bus, memakai ambulans, sampai melalui jalur tikus.

Dia menuturkan, pihaknya akan melakukan penyekatan di 8 titik untuk mencegah pemudik.

 

“Polda Metro Jaya juga akan melakukan pengawasan di jalur tikus yang kerap digunakan warga untuk pergi mudik. Kami sudah punya petanya,” ujarnya.

Sambodo menambahkan, ratusan personel akan berjaga di 8 titik penyekatan. Jumlah tersebut bisa bertambah seiring kemungkinan penambahan titik penyekatan.

“Personel nanti ada 380 setiap hari. Tapi kalau nantinya titik penyekatan bertambah, pasti kita akan tambah lagi,” tandas Sambodo.

Seperti diketahui, Ditlantas Polda Metro Jaya telah menyiapkan 8 titik penyekatan mencegah masyarakat mudik di tanggal 6-17 Mei 2021. Di Jalan tol ada 2 lokasi yakni ruas tol arah Cikampek dan ruas tol arah Merak.

Untuk jalan arteri non tol ada 3 lokasi yakni Harapan Indah Bekasi Kota, Jati Uwung Tangerang Kota, dan Kedung Waringin Bekasi Kabupaten. Sementara di terminal bus ada 3 lokasi yakni Pulogebang, Kampung Rambutan, dan Kalideres.

Sebagai wilayah lintasan pemudik dari DKI Jakarta dan sekitarnya menuju Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi juga menyiapkan titik penyekatan mengantisipasi pemudik yang nekat.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Bekasi Yana Suyatna mengatakan, Pemerintah Daerah menyiapkan enam titik penyekatan sembari menunggu petunjuk teknis dari Kementerian Perhubungan.

Enam titik penyekatan itu yakni di Jalan Raya Pantura Kecamatan Kedungwaringin, Jembatan Pebayuran, serta akses Kalimalang-Karawang.

Kemudian akses jalan tol di Kilometer 36 Jalan Tol Jakarta-Cikampek, Gerbang Tol Cikarang Barat, serta Gerbang Tol Delta Mas yang mengarah ke Kabupaten Karawang.

 

“Tidak menutup kemungkinan akan bertambah, tergantung hasil koordinasi dengan Kementerian Perhubungan selanjutnya,” sebutnya.

Berdasarkan hasil koordinasi sementara, setiap pos penyekatan akan dijaga oleh personel gabungan dari Dinas Perhubungan Kabupaten Bekasi, kepolisian dan TNI, serta Satpol PP Kabupaten Bekasi. Yana mengimbau, warga Kabupaten Bekasi memaklumi serta mematuhi kebijakan pemerintah untuk mengendalikan potensi lonjakan kasus Covid-19.

Pulogebang Tetap Buka

Pemprov DKI Jakarta berencana menutup tiga terminal bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) di Ibu Kota pada musim mudik Lebaran 2021.

Kepala Dishub DKI Jakarta Syafrin Liputo mengatakan hanya Terminal Bus Pulo Gebang, Cakung, Jakarta Timur yang tetap dibuka.

“Selebihnya itu tidak ada pelayanan AKAP,” kata dia di Gedung DPRD DKI, Jakarta Pusat.

Terminal bus AKAP yang ditutup antara lain Terminal Kampung Rambutan, Terminal Kalideres, dan Terminal Tanjung Priok. Menurut Syafrin, pelayanan di Terminal Pulo Gebang juga akan selektif.

Menurutnya, calon penumpang yang diizinkan menggunakan bus AKAP hanya yang memiliki keperluan mendesak, seperti kedukaan, menjenguk keluarga sakit, dan lainnya dengan surat keterangan dan syarat yang ketat. Dishub masih menunggu kebijakan lebih lanjut dari Kementerian Perhubungan.

“Kami harapkan dalam waktu yang tidak terlalu lama peraturan ini akan terbit. Sehingga sebelum masa larangan mudik tanggal 6 kami bisa sosialisasikan secara masif kepada seluruh warga,” pintanya. [FAQ]
]]> . Sumber : Rakyat Merdeka RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Categories