Tak Berpotensi Tsunami, Gempa Mentawai Miliki Pergerakan Naik

Wilayah Kepulauan Mentawai diguncang gempa tektonik, pada Jumat (5/3) pukul 14.32 WIB. Hasil analisis Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menunjukkan, gempa bumi ini memiliki parameter update dengan magnitudo M5,7.

Episenter gempa bumi terletak pada koordinat 1,77 LS dan 99,12 BT. Gempa yang berlokasi di darat itu, berjarak 59 km arah Barat Laut Kota Tuapejat, Kabupaten Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat pada kedalaman 36 km.

Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal, akibat adanya aktivitas subduksi. Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan, gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan naik ( thrust fault).

Guncangan gempa bumi ini dirasakan di daerah Painan, Padang, Pariaman dengan skala III-IV MMI, Kabupaten Agam, Bukittinggi, Padang Panjang II-III MMI, dan Payakumbuh II MMI.

Dalam gempa berskala IV MMI, jika terjadi pada siang hari dirasakan oleh orang banyak dalam rumah, di luar oleh beberapa orang, gerabah pecah, jendela/pintu berderik dan dinding berbunyi.

Dalam gempa berskala III, getaran dirasakan nyata dalam rumah. Terasa getaran seakan-akan ada truk berlalu. Getaran dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung bergoyang.

Sedangkan dalam gempa berskala IV, getaran dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung bergoyang.

Hingga saat ini, belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempa bumi tersebut. Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempa bumi ini TIDAK BERPOTENSI TSUNAMI.

Sampai pukul 15.00 WIB sore ini, hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempa bumi susulan ( aftershock ).

Masyarakat diimbau agar tetap tenang, dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Agar menghindari dari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa.

Periksa dan pastikan bangunan tempat tinggal anda cukup tahan gempa. Atau tidak ada kerusakan akibat getaran gempa, yang membahayakan kestabilan bangunan sebelum Anda kembali ke dalam rumah.

Pastikan informasi resmi hanya bersumber dari BMKG, yang disebarkan melalui (Instagram/Twitter @infoBMKG ) website (http://bmkg.go.id atau http://inatews.bmkg.go.id), telegram (https://t.me/InaTEWS_BMKG), atau melalui Mobile Apps (IOS dan Android): wrs-bmkg atau infobmkg. [HES]

]]> Wilayah Kepulauan Mentawai diguncang gempa tektonik, pada Jumat (5/3) pukul 14.32 WIB. Hasil analisis Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menunjukkan, gempa bumi ini memiliki parameter update dengan magnitudo M5,7.

Episenter gempa bumi terletak pada koordinat 1,77 LS dan 99,12 BT. Gempa yang berlokasi di darat itu, berjarak 59 km arah Barat Laut Kota Tuapejat, Kabupaten Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat pada kedalaman 36 km.

Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal, akibat adanya aktivitas subduksi. Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan, gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan naik ( thrust fault).

Guncangan gempa bumi ini dirasakan di daerah Painan, Padang, Pariaman dengan skala III-IV MMI, Kabupaten Agam, Bukittinggi, Padang Panjang II-III MMI, dan Payakumbuh II MMI.

Dalam gempa berskala IV MMI, jika terjadi pada siang hari dirasakan oleh orang banyak dalam rumah, di luar oleh beberapa orang, gerabah pecah, jendela/pintu berderik dan dinding berbunyi.

Dalam gempa berskala III, getaran dirasakan nyata dalam rumah. Terasa getaran seakan-akan ada truk berlalu. Getaran dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung bergoyang.

Sedangkan dalam gempa berskala IV, getaran dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung bergoyang.

Hingga saat ini, belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempa bumi tersebut. Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempa bumi ini TIDAK BERPOTENSI TSUNAMI.

Sampai pukul 15.00 WIB sore ini, hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempa bumi susulan ( aftershock ).

Masyarakat diimbau agar tetap tenang, dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Agar menghindari dari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa.

Periksa dan pastikan bangunan tempat tinggal anda cukup tahan gempa. Atau tidak ada kerusakan akibat getaran gempa, yang membahayakan kestabilan bangunan sebelum Anda kembali ke dalam rumah.

Pastikan informasi resmi hanya bersumber dari BMKG, yang disebarkan melalui (Instagram/Twitter @infoBMKG ) website (http://bmkg.go.id atau http://inatews.bmkg.go.id), telegram (https://t.me/InaTEWS_BMKG), atau melalui Mobile Apps (IOS dan Android): wrs-bmkg atau infobmkg. [HES]
]]>.
Sumber : Rakyat Merdeka RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Categories