Tahun Ke-10, NICU Siloam Hospitals Kebon Jeruk Sudah Tangani 1.900 Pasien

Neonatal Intensive Care Unit (NICU) tersedia di Siloam Hospitals Kebon Jeruk (SHKJ) sejak 2010 telah menangani lebih dari 1.900 pasien dari dalam maupun luar kota.

Fasilitas NICU merupakan unit perawatan intensif untuk bayi baru lahir yang memerlukan perawatan khusus seperti bayi prematur, bayi berat lahir rendah, bayi dengan kelainan bawaan, bayi dengan gangguan pernapasan, dan lain-lain.

Pimpinan NICU yang juga koordinator klinik laktasi SHKJ Dr dr Naomi Esthernita F Dewanto SpA (K) mengatakan, beragam kasus yang pernah ditangani oleh NICU Siloam Hospitals Kebon Jeruk antara lain bayi dengan gangguan pernapasan, kelainan jantung, dan kelainan bawaan lainnya seperti lahir tanpa anus.

Dewanto menambahkan tim SHKJ yang terlibat dalam perawatan NICU juga pernah menangani kasus kompleks yakni kondisi bayi prematur BBLSR (Berat Badan Lahir Sangat Rendah) yang disertai kelainan yaitu penyakit membran hialin, kelainan jantung bawaan, infeksi berat, usus terpuntir, penyakit, hernia dan paru kronis.

Ia menambahkan kondisi seperti ini tentunya perlu diberikan penanganan intensif, komprehensif, dan solid di NICU untuk mendapatkan hasil optimal.

“Untuk menangani kasus-kasus di NICU yang kompleks, diperlukan kerja sama tidak hanya dari tim medis, tapi juga orang tua yang berperan penting dalam proses perawatan, salah satunya mendukung ASI eksklusif,” ungkap dr Naomi di sela perayaan virtual ulang tahun ke-11 NICU SHKJ, Jumat (19/3).

Naomi mengatakan tema yang diangkat dari peringatan ulang tahun NICU Ke-11 ini adalah dorongan agar orang tua ikut berjuang terhadap kasus-kasus yang dialami bayi di NICU, dengan judul “Born Frighter”.

Tim NICU Siloam Hospitals Kebon Jeruk, menurut Naomi  secara khusus mengajak para orang tua terutama yang memiliki kehamilan berisiko seperti kehamilan dengan kelainan bawaan pada janin, pertumbuhan janin terhambat, ibu dengan hipertensi, dan sejenisnya untuk berjuang bersama, tidak menyerah.

Di waktu yang bersamaan, dokter spesialis kebidanan dan kandungan dr Stephen V Mandang SpOG mengatakan orang tua untuk rutin memeriksakan kehamilannya (antenatal care) di fasilitas kesehatan terpadu.

Pemeriksaan rutin selama kehamilan atau antenatal care untuk ibu hamil penting untuk memantau kesehatan ibu dan janin. “Selain itu, jika ditemukan kondisi ibu dengan kehamilan berisiko tinggi dapat memilih layanan NICU untuk perawatan khusus calon buah hati,” ujar Stephen. [NOV]

]]> Neonatal Intensive Care Unit (NICU) tersedia di Siloam Hospitals Kebon Jeruk (SHKJ) sejak 2010 telah menangani lebih dari 1.900 pasien dari dalam maupun luar kota.

Fasilitas NICU merupakan unit perawatan intensif untuk bayi baru lahir yang memerlukan perawatan khusus seperti bayi prematur, bayi berat lahir rendah, bayi dengan kelainan bawaan, bayi dengan gangguan pernapasan, dan lain-lain.

Pimpinan NICU yang juga koordinator klinik laktasi SHKJ Dr dr Naomi Esthernita F Dewanto SpA (K) mengatakan, beragam kasus yang pernah ditangani oleh NICU Siloam Hospitals Kebon Jeruk antara lain bayi dengan gangguan pernapasan, kelainan jantung, dan kelainan bawaan lainnya seperti lahir tanpa anus.

Dewanto menambahkan tim SHKJ yang terlibat dalam perawatan NICU juga pernah menangani kasus kompleks yakni kondisi bayi prematur BBLSR (Berat Badan Lahir Sangat Rendah) yang disertai kelainan yaitu penyakit membran hialin, kelainan jantung bawaan, infeksi berat, usus terpuntir, penyakit, hernia dan paru kronis.

Ia menambahkan kondisi seperti ini tentunya perlu diberikan penanganan intensif, komprehensif, dan solid di NICU untuk mendapatkan hasil optimal.

“Untuk menangani kasus-kasus di NICU yang kompleks, diperlukan kerja sama tidak hanya dari tim medis, tapi juga orang tua yang berperan penting dalam proses perawatan, salah satunya mendukung ASI eksklusif,” ungkap dr Naomi di sela perayaan virtual ulang tahun ke-11 NICU SHKJ, Jumat (19/3).

Naomi mengatakan tema yang diangkat dari peringatan ulang tahun NICU Ke-11 ini adalah dorongan agar orang tua ikut berjuang terhadap kasus-kasus yang dialami bayi di NICU, dengan judul “Born Frighter”.

Tim NICU Siloam Hospitals Kebon Jeruk, menurut Naomi  secara khusus mengajak para orang tua terutama yang memiliki kehamilan berisiko seperti kehamilan dengan kelainan bawaan pada janin, pertumbuhan janin terhambat, ibu dengan hipertensi, dan sejenisnya untuk berjuang bersama, tidak menyerah.

Di waktu yang bersamaan, dokter spesialis kebidanan dan kandungan dr Stephen V Mandang SpOG mengatakan orang tua untuk rutin memeriksakan kehamilannya (antenatal care) di fasilitas kesehatan terpadu.

Pemeriksaan rutin selama kehamilan atau antenatal care untuk ibu hamil penting untuk memantau kesehatan ibu dan janin. “Selain itu, jika ditemukan kondisi ibu dengan kehamilan berisiko tinggi dapat memilih layanan NICU untuk perawatan khusus calon buah hati,” ujar Stephen. [NOV]
]]>.
Sumber : Rakyat Merdeka RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Categories