Tahun Ini, Kemnaker Mau Bangun 25 BLK Komunitas Di Papua .

Program Balai Latihan Ketenagakerjaan (BLK) Komunitas yang digagas Kementerian Ketenagakerjaan terus berekspansi ke seluruh penjuru tanah air. Termasuk wilayah Papua dan Papua Barat.

Hal ini merupakan tindak lanjut dari Instruksi Presiden Nomor 9 Tahun 2020 tentang Percepatan Pembangunan Kesejahteraan di Provinsi Papua dan Papua Barat. Demikian dijelaskan Menteri Ketenagakerjaan, Ida Fauziah dalam acara Rembuk Nasional Vokasi dan Kewirausahaan & Peresmian BLK Komunitas Tahun 2020, di Pondok Pesantren Cipasung, Tasikmalaya, Jawa Barat, Selasa (8/6/2021).

“Sejak tahun lalu kita telah membangun BLK Komunitas di Pulau Cendrawasih. Dan tahun 2021 ini kami akan membangun 25 BLK Komunitas di Provinsi Papua dan Papua Barat,” katanya.

Diketahui, sektor ketenagakerjaan menjadi salah satu yang ikut terdampak pandemi Covid-19. Perusahaan merugi karena rendahnya penyerapan produk yang mereka hasilkan. Akibatnya, Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) sulit dihindari.

Untungnya, Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) punya solusi untuk mengatasi hal tersebut. Yaitu dengan mengembangkan kompetensi calon tenaga kerja di BLK Komunitas.

“Pembangunan BLK Komunitas merupakan salah satu program terobosan pemerintah untuk memperluas akses pelatihan vokasi bagi masyarakat, khususnya di kalangan komunitas lembaga keagamaan, lembaga pendidikan agama, dan serikat pekerja,” jelas Ida.

Dia mengungkapkan, dengan pembangunan BLK Komunitas ini, pemerintah bertekad menjangkau segala sudut yang belum terjangkau oleh lembaga pelatihan, baik lembaga pelatihan pemerintah maupun lembaga pelatihan swasta.

“BLK Komunitas ini memberikan bekal keahlian vokasi sesuai kebutuhan pasar kerja dan keterampilan berwirausaha bagi para santri atau komunitas dan masyarakat sekitarnya,” imbuh politisi PKB itu di hadapan Wakil Presiden, Prof KH Maruf Amin.

Menurut Ida, BLK Komunitas tak hanya memberikan bekal keahlian vokasi sesuai kebutuhan pasar kerja, tapi juga keterampilan berwirausaha bagi para santri, siswa lembaga keagamaan, anggota serikat buruh, serta komunitas dan masyarakat sekitarnya. [UMM]

]]> .
Program Balai Latihan Ketenagakerjaan (BLK) Komunitas yang digagas Kementerian Ketenagakerjaan terus berekspansi ke seluruh penjuru tanah air. Termasuk wilayah Papua dan Papua Barat.

Hal ini merupakan tindak lanjut dari Instruksi Presiden Nomor 9 Tahun 2020 tentang Percepatan Pembangunan Kesejahteraan di Provinsi Papua dan Papua Barat. Demikian dijelaskan Menteri Ketenagakerjaan, Ida Fauziah dalam acara Rembuk Nasional Vokasi dan Kewirausahaan & Peresmian BLK Komunitas Tahun 2020, di Pondok Pesantren Cipasung, Tasikmalaya, Jawa Barat, Selasa (8/6/2021).

“Sejak tahun lalu kita telah membangun BLK Komunitas di Pulau Cendrawasih. Dan tahun 2021 ini kami akan membangun 25 BLK Komunitas di Provinsi Papua dan Papua Barat,” katanya.

Diketahui, sektor ketenagakerjaan menjadi salah satu yang ikut terdampak pandemi Covid-19. Perusahaan merugi karena rendahnya penyerapan produk yang mereka hasilkan. Akibatnya, Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) sulit dihindari.

Untungnya, Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) punya solusi untuk mengatasi hal tersebut. Yaitu dengan mengembangkan kompetensi calon tenaga kerja di BLK Komunitas.

“Pembangunan BLK Komunitas merupakan salah satu program terobosan pemerintah untuk memperluas akses pelatihan vokasi bagi masyarakat, khususnya di kalangan komunitas lembaga keagamaan, lembaga pendidikan agama, dan serikat pekerja,” jelas Ida.

Dia mengungkapkan, dengan pembangunan BLK Komunitas ini, pemerintah bertekad menjangkau segala sudut yang belum terjangkau oleh lembaga pelatihan, baik lembaga pelatihan pemerintah maupun lembaga pelatihan swasta.

“BLK Komunitas ini memberikan bekal keahlian vokasi sesuai kebutuhan pasar kerja dan keterampilan berwirausaha bagi para santri atau komunitas dan masyarakat sekitarnya,” imbuh politisi PKB itu di hadapan Wakil Presiden, Prof KH Maruf Amin.

Menurut Ida, BLK Komunitas tak hanya memberikan bekal keahlian vokasi sesuai kebutuhan pasar kerja, tapi juga keterampilan berwirausaha bagi para santri, siswa lembaga keagamaan, anggota serikat buruh, serta komunitas dan masyarakat sekitarnya. [UMM]
]]> .
Sumber : Rakyat Merdeka – RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Categories