Tahun Ini, BRI Sunat Suku Bunga Kredit

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk melakukan transmisi penurunan suku bunga kredit untuk mendukung percepatan pemulihan ekonomi nasional.  Hal ini sejalan dengan penurunan suku bunga acuan yang dilakukan oleh Bank Indonesia (BI), menjadi 3,5 persen.

Sepanjang 2020, BRI telah menurunkan 75-150 bps (basis poin). Bahkan khusus untuk restrukturisasi keringanan suku bunga, BRI menurunkan antara 300-500 bps. Penurunan suku bunga ini, salah satunya disebabkan oleh penurunan biaya dana (Cost of Fund/CoF), yang mana hingga akhir Desember 2020, CoF BRI tercatat 3,22 persen. Atau turun 36 bps dibandingkan akhir Desember 2019.

Corporate Secretary BRI, Aestika Oryza Gunarto mengatakan, BRI terus melakukan review secara berkala dan terus membuka ruang penurunan suku bunga kredit. “Tahun ini, kami proyeksikan akan dilakukan penurunan suku bunga sebesar 25 bps, mengikuti penurunan BI repo rate,” jelasnya dalam keterangan, kemarin.

Ia menjelaskan, untuk meningkatkan pertumbuhan kredit, penurunan suku bunga pinjaman bukan menjadi satu-satunya variabel. Berdasarkan perhitungan model ekonometrika, variabel paling sensitif atau elastisitasnya paling tinggi terhadap pertumbuhan kredit, adalah konsumsi rumah tangga dan daya beli masyarakat.

Dan BRI, imbuhnya, berkomitmen untuk terus menjadi mitra strategis pemerintah dalam kaitannya dalam penyaluran berbagai stimulus Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN). Dengan tujuan meningkatkan konsumsi rumah tangga dan daya beli masyarakat. “Pada akhirnya diharapkan dapat mengerek demand kredit nasional,” tutup Aestika. [DWI]

 

]]> PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk melakukan transmisi penurunan suku bunga kredit untuk mendukung percepatan pemulihan ekonomi nasional.  Hal ini sejalan dengan penurunan suku bunga acuan yang dilakukan oleh Bank Indonesia (BI), menjadi 3,5 persen.

Sepanjang 2020, BRI telah menurunkan 75-150 bps (basis poin). Bahkan khusus untuk restrukturisasi keringanan suku bunga, BRI menurunkan antara 300-500 bps. Penurunan suku bunga ini, salah satunya disebabkan oleh penurunan biaya dana (Cost of Fund/CoF), yang mana hingga akhir Desember 2020, CoF BRI tercatat 3,22 persen. Atau turun 36 bps dibandingkan akhir Desember 2019.

Corporate Secretary BRI, Aestika Oryza Gunarto mengatakan, BRI terus melakukan review secara berkala dan terus membuka ruang penurunan suku bunga kredit. “Tahun ini, kami proyeksikan akan dilakukan penurunan suku bunga sebesar 25 bps, mengikuti penurunan BI repo rate,” jelasnya dalam keterangan, kemarin.

Ia menjelaskan, untuk meningkatkan pertumbuhan kredit, penurunan suku bunga pinjaman bukan menjadi satu-satunya variabel. Berdasarkan perhitungan model ekonometrika, variabel paling sensitif atau elastisitasnya paling tinggi terhadap pertumbuhan kredit, adalah konsumsi rumah tangga dan daya beli masyarakat.

Dan BRI, imbuhnya, berkomitmen untuk terus menjadi mitra strategis pemerintah dalam kaitannya dalam penyaluran berbagai stimulus Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN). Dengan tujuan meningkatkan konsumsi rumah tangga dan daya beli masyarakat. “Pada akhirnya diharapkan dapat mengerek demand kredit nasional,” tutup Aestika. [DWI]

 
]]> . Sumber : Rakyat Merdeka RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Categories