Survei PWS: Prabowo Menteri Berkinerja Terbaik .

Political Weather Stations (PWS) kembali merilis survei terbaru. Kali ini, tentang persepsi publik terhadap kinerja Pemerintah. Khususnya, menteri-menteri di dalam Kabinet Indonesia Maju.

Hasilnya, Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto dinilai berkinerja paling baik. “Ketika PWS bertanya, siapakah yang kinerjanya paling baik diantara menteri-menteri dan pejabat setingkat menteri dalam Kabinet Jokowi-Ma’ruf, sebanyak 15,1 persen menyebut nama Menteri Pertahanan Prabowo Subianto,” ujar Peneliti Senior PWS Mohammad Tidzi AM, saat merilis hasil survei secara daring, Rabu (6/7).

Tidzi menilai, hasil menandakan bahwa Prabowo dalam menjalankan tugas kenegaraan sebagai Menhan dalam Kabinet Jokowi-Ma’ruf ternyata diapresiasi positif oleh publik.

Setelah Prabowo, posisi kedua ditempati oleh Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uni dengan angka 11,8 persen. Selanjutnya, Menteri BUMN Erick Thohir dengan angka 11,4 persen, Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini dengan raihan 11,3 persen. Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati (9,7 persen), Menteri Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi (Mendikbud Ristek) Nadiem Makarim (8,5 persen), Menteri Pekerjaan Umum Basuki Hadimulyono (5,6 persen).

Setelah itu, Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko (4,8 persen), Menko Polhukam Mahfud MD (3,5 persen), dan Panglima TNI Andika Perkasa (3,4 persen).

Menilik survei ini, Prabowo menjadi menteri yang tetap stabil dan terus bertengger di posisi puncak. Pasalnya, hasil ini sama dengan survei sebelumnya. Analisanya, faktor utama Sang Menhan ini tetap berada di atas karena totalitasnya mengabdi untuk negara.

Asumsinya, di saat menteri lain berephoria mempersiapkan diri maju sebagai Capres 2024, justru Prabowo lebih menyibukkan diri pada urusan-urusan kenegaraan. Terutama yang berkaitan dengan tugasnya sebagai Menhan.

Jika sejumlah menteri Kabinet Jokowi-Ma’ruf rajin bersolek di media sosial untuk merebut hati publik luas dalam rangka mendongkrak popularitas dan elektabilitasnya, Prabowo justru semakin minimalis hadir di media sosial.

“Berdasarkan media monitoring yang dilakukan PWS, Prabowo merupakan salah satu bakal capres yang engagement-nya di media sosial relatif rendah, apalagi jika dibandingkan dengan Ganjar Pranowo, Anies Baswedan, Sandiaga Uno, Ridwan Kamil dan Erick Thohir,” tambahnya.

Pun, ketika PWS menanyakan kepada responden, siapakah di antara para menteri dan pejabat setingkat menteri dalam Kabinet Indonesia Maju yang paling layak maju sebagai capres pada Pemilu 2024, ternyata bagian terbesar publik (40,5 persen) menyebut nama Menhan Prabowo Subianto.

Survei PWS dilaksanakan pada tanggal 15-28 Juni 2024 di 34 provinsi di seluruh Indonesia. Populasi dari survei ini adalah seluruh warga negara Indonesia yang sudah mempunyai hak pilih atau seluruh penduduk Indonesia yang minimal telah berusia 17 tahun dan atau belum 17 tahun tetapi sudah menikah. Jumlah sampel sebesar 1420 responden, diperoleh melalui teknik pencuplikan secara rambang berjenjang (multistage random sampling).

Margin of error, kurang lebih 2,6 persen, dan pada tingkat kepercayaan (level of confidence) sebesar 95 persen. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik wawancara tatap muka dengan pedoman kuesioner. Responden terdistribusi 50 persen laki-laki dan 50 persen perempuan, serta 60 persen penduduk pedesaan dan 40 persen penduduk perkotaan. ■

]]> .

Political Weather Stations (PWS) kembali merilis survei terbaru. Kali ini, tentang persepsi publik terhadap kinerja Pemerintah. Khususnya, menteri-menteri di dalam Kabinet Indonesia Maju.

Hasilnya, Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto dinilai berkinerja paling baik. “Ketika PWS bertanya, siapakah yang kinerjanya paling baik diantara menteri-menteri dan pejabat setingkat menteri dalam Kabinet Jokowi-Ma’ruf, sebanyak 15,1 persen menyebut nama Menteri Pertahanan Prabowo Subianto,” ujar Peneliti Senior PWS Mohammad Tidzi AM, saat merilis hasil survei secara daring, Rabu (6/7).

Tidzi menilai, hasil menandakan bahwa Prabowo dalam menjalankan tugas kenegaraan sebagai Menhan dalam Kabinet Jokowi-Ma’ruf ternyata diapresiasi positif oleh publik.

Setelah Prabowo, posisi kedua ditempati oleh Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uni dengan angka 11,8 persen. Selanjutnya, Menteri BUMN Erick Thohir dengan angka 11,4 persen, Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini dengan raihan 11,3 persen. Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati (9,7 persen), Menteri Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi (Mendikbud Ristek) Nadiem Makarim (8,5 persen), Menteri Pekerjaan Umum Basuki Hadimulyono (5,6 persen).

Setelah itu, Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko (4,8 persen), Menko Polhukam Mahfud MD (3,5 persen), dan Panglima TNI Andika Perkasa (3,4 persen).

Menilik survei ini, Prabowo menjadi menteri yang tetap stabil dan terus bertengger di posisi puncak. Pasalnya, hasil ini sama dengan survei sebelumnya. Analisanya, faktor utama Sang Menhan ini tetap berada di atas karena totalitasnya mengabdi untuk negara.

Asumsinya, di saat menteri lain berephoria mempersiapkan diri maju sebagai Capres 2024, justru Prabowo lebih menyibukkan diri pada urusan-urusan kenegaraan. Terutama yang berkaitan dengan tugasnya sebagai Menhan.

Jika sejumlah menteri Kabinet Jokowi-Ma’ruf rajin bersolek di media sosial untuk merebut hati publik luas dalam rangka mendongkrak popularitas dan elektabilitasnya, Prabowo justru semakin minimalis hadir di media sosial.

“Berdasarkan media monitoring yang dilakukan PWS, Prabowo merupakan salah satu bakal capres yang engagement-nya di media sosial relatif rendah, apalagi jika dibandingkan dengan Ganjar Pranowo, Anies Baswedan, Sandiaga Uno, Ridwan Kamil dan Erick Thohir,” tambahnya.

Pun, ketika PWS menanyakan kepada responden, siapakah di antara para menteri dan pejabat setingkat menteri dalam Kabinet Indonesia Maju yang paling layak maju sebagai capres pada Pemilu 2024, ternyata bagian terbesar publik (40,5 persen) menyebut nama Menhan Prabowo Subianto.

Survei PWS dilaksanakan pada tanggal 15-28 Juni 2024 di 34 provinsi di seluruh Indonesia. Populasi dari survei ini adalah seluruh warga negara Indonesia yang sudah mempunyai hak pilih atau seluruh penduduk Indonesia yang minimal telah berusia 17 tahun dan atau belum 17 tahun tetapi sudah menikah. Jumlah sampel sebesar 1420 responden, diperoleh melalui teknik pencuplikan secara rambang berjenjang (multistage random sampling).

Margin of error, kurang lebih 2,6 persen, dan pada tingkat kepercayaan (level of confidence) sebesar 95 persen. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik wawancara tatap muka dengan pedoman kuesioner. Responden terdistribusi 50 persen laki-laki dan 50 persen perempuan, serta 60 persen penduduk pedesaan dan 40 persen penduduk perkotaan. ■
]]> .

Sumber : Rakyat Merdeka – RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Categories