Survei Pilgub Jakarta Anies-Risma Kejar-kejaran .

Pilkada DKI Jakarta sudah dipastikan digelar pada 2024. Namun, Lembaga survei Media Survei Nasional (Median) sudah menggelar survei calon Gubernur DKI Jakarta. Hasilnya, elektabilitas petahana, Anies Baswedan kejar-kejaran dengan Menteri Sosial, Tri Rismaharani alias Risma.

Dalam survei Median itu, ada 16 nama yang disodorkan kepada responden. Namun, mereka diperbolehkan memberi jawaban semi terbuka, di mana mereka diperbolehkan menyebut nama yang tidak ada dalam daftar.

Survei dilakukan dengan pertanyaan ‘Jika pemilihan gubernur dilakukan saat ini, dari nama-nama berikut, siapakah yang akan anda pilih menjadi Gubernur DKI Jakarta? Jika tidak ada dalam daftar di alat bantu kuesioner, silakan sebut saja’

Dari survei itu, Anies berada di puncak dengan 42,5 persen. Mengikuti di belakangnya Risma dengan 23,5 persen. “Sandi 5,5 persen, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) 3,5 persen dan Ahok 2 persen,” ujar Direktur Eksekutif Median, Ade Irfan Abdurahman, Senin (15/2).

Selanjutnya, anggota DPR Abraham Lunggana alias Lulung 2 persen, mantan Wakil Ketua DPRD DKI Triwisaksana 1,5 persen, Ketua DPD PDIP Jakarta Adi Wijaya 1,5 persen, Ketua DPRD DKIPrasetyo Edi Marsudi 0,5 persen, dan aktor Baim Wong 0,5 persen.

Kemudian Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi 0,5 persen, anggota DPRD DKI dari Fraksi PKS Khoirudin 0,5 persen, politikus PAN Eko Patrio 0,5 persen, dan Wakil Gubernur DKI Ahmad Riza Patria 0,5 persen.

Ade menjelaskan alasan responden memilih Anies, Risma, dan Sandi berada di urutan tertinggi menjadi calon Gubernur DKI. Untuk Anies, alasan responden memilihnya karena dianggap memiliki kinerja bagus 18,6 persen, religius atau pro Islam 11,9 persen, membawa perubahan 5,2 persen, dan sebagainya.

Sementara Risma dipilih kebanyakan karena dianggap memiliki kinerja bagus 14,9 persen, blusukan 11,7 persen, cepat tanggap 8,5 persen dan sebagainya. Sedangkan Sandi dianggap layak jadi Cagub DKI karena merupakan seorang pengusaha 22,8 persen, muda 9,1 persen, membuka lapangan kerja 9,1 persen, dan sebagainya.

Survei Median dilakukan 31 Januari-3 Februari 2021 dengan menggunakan 400 responden yang dipilih secara acak. Survei menggunakan metodologi wawancara tatap muka dengan menerapkan protokol kesehatan. Tingkat kepercayaan hasil survei 95 persen dengan margin eror 4,9 persen.

Bagaimana tanggapan PKS yang jadi partai pendukung Anies? Politisi PKS, Mardani Ali Sera menilai, makin banyak calon Gubernur DKI, semakin bagus. Sebab, warga Ibu Kota jadi lebih banyak pilihan untuk menentukan siapa pemimpinnya kelak.

 

Menurut dia, Anies maupun Risma sama-sama memiliki peluang yang besar untuk memimpin Ibu Kota. Begitu juga kandidat lainnya. “Bu Risma punya track record di Surabaya. Semua berhak berkompetisi,” katanya kepada Rakyat Merdeka, Senin (15/2).

Apakah PKS akan menjagokan Anies lagi? Kata dia, partainya masih memperjuangkan revisi Undang-Undang Pemilu untuk dibahas. “PKS masih berjuang untuk Pilkada 2022 dan 2023 tetap berjalan,” katanya.

Apa tanggapan PDIP terkait melesatnya Risma? Anggota DPR dari Fraksi PDIP, Sonny T. Danaparamita meminta, semua kandidat untuk terus berkompetisi dengan cara baik. Biarkan Anies dan Risma bekerja melaksanakan tugasnya dengan sebaik-baiknya.

“Tidak perlu ada pihak-pihak yang sudah siap-siap melakukan black campaign terhadap keduanya,” katanya kepada Rakyat Merdeka, Senin (15/2).

Dia menilai, apa yang dilakukan Risma saat ini bukanlah sebuah pencitraan atau sedang Pansos dalam rangka Pilkada DKI. Sudah menjadi “gawan bayen” (bawaan bayi, red) Risma bekerja seperti itu.

Namun begitu, kata Sonny, PDIP memiliki mekanisme yang telah diatur terkait Pilkada. “PDI Perjuangan juga memiliki banyak Kader yang menurut saya, sangat layak untuk memimpin ibu kota,” katanya.

Untuk diketahui, DPR menunda pembahasan revisi Undang-Undang Pemilu. Dengan begitu, Pilkada 2022 dan 2023 sudah dipastikan akan digelar pada 2024. Atau berbarengan dengan Pilpres.

Sementara, jabatan Anies sendiri akan habis pada 2022. Sambil menunggu Pilkada 2024, Gubernur DKI Jakarta akan dijabat Plt. Namun, ada opsi juga jabatan Anies diperpanjang. [QAR]

]]> .
Pilkada DKI Jakarta sudah dipastikan digelar pada 2024. Namun, Lembaga survei Media Survei Nasional (Median) sudah menggelar survei calon Gubernur DKI Jakarta. Hasilnya, elektabilitas petahana, Anies Baswedan kejar-kejaran dengan Menteri Sosial, Tri Rismaharani alias Risma.

Dalam survei Median itu, ada 16 nama yang disodorkan kepada responden. Namun, mereka diperbolehkan memberi jawaban semi terbuka, di mana mereka diperbolehkan menyebut nama yang tidak ada dalam daftar.

Survei dilakukan dengan pertanyaan ‘Jika pemilihan gubernur dilakukan saat ini, dari nama-nama berikut, siapakah yang akan anda pilih menjadi Gubernur DKI Jakarta? Jika tidak ada dalam daftar di alat bantu kuesioner, silakan sebut saja’

Dari survei itu, Anies berada di puncak dengan 42,5 persen. Mengikuti di belakangnya Risma dengan 23,5 persen. “Sandi 5,5 persen, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) 3,5 persen dan Ahok 2 persen,” ujar Direktur Eksekutif Median, Ade Irfan Abdurahman, Senin (15/2).

Selanjutnya, anggota DPR Abraham Lunggana alias Lulung 2 persen, mantan Wakil Ketua DPRD DKI Triwisaksana 1,5 persen, Ketua DPD PDIP Jakarta Adi Wijaya 1,5 persen, Ketua DPRD DKIPrasetyo Edi Marsudi 0,5 persen, dan aktor Baim Wong 0,5 persen.

Kemudian Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi 0,5 persen, anggota DPRD DKI dari Fraksi PKS Khoirudin 0,5 persen, politikus PAN Eko Patrio 0,5 persen, dan Wakil Gubernur DKI Ahmad Riza Patria 0,5 persen.

Ade menjelaskan alasan responden memilih Anies, Risma, dan Sandi berada di urutan tertinggi menjadi calon Gubernur DKI. Untuk Anies, alasan responden memilihnya karena dianggap memiliki kinerja bagus 18,6 persen, religius atau pro Islam 11,9 persen, membawa perubahan 5,2 persen, dan sebagainya.

Sementara Risma dipilih kebanyakan karena dianggap memiliki kinerja bagus 14,9 persen, blusukan 11,7 persen, cepat tanggap 8,5 persen dan sebagainya. Sedangkan Sandi dianggap layak jadi Cagub DKI karena merupakan seorang pengusaha 22,8 persen, muda 9,1 persen, membuka lapangan kerja 9,1 persen, dan sebagainya.

Survei Median dilakukan 31 Januari-3 Februari 2021 dengan menggunakan 400 responden yang dipilih secara acak. Survei menggunakan metodologi wawancara tatap muka dengan menerapkan protokol kesehatan. Tingkat kepercayaan hasil survei 95 persen dengan margin eror 4,9 persen.

Bagaimana tanggapan PKS yang jadi partai pendukung Anies? Politisi PKS, Mardani Ali Sera menilai, makin banyak calon Gubernur DKI, semakin bagus. Sebab, warga Ibu Kota jadi lebih banyak pilihan untuk menentukan siapa pemimpinnya kelak.

 

Menurut dia, Anies maupun Risma sama-sama memiliki peluang yang besar untuk memimpin Ibu Kota. Begitu juga kandidat lainnya. “Bu Risma punya track record di Surabaya. Semua berhak berkompetisi,” katanya kepada Rakyat Merdeka, Senin (15/2).

Apakah PKS akan menjagokan Anies lagi? Kata dia, partainya masih memperjuangkan revisi Undang-Undang Pemilu untuk dibahas. “PKS masih berjuang untuk Pilkada 2022 dan 2023 tetap berjalan,” katanya.

Apa tanggapan PDIP terkait melesatnya Risma? Anggota DPR dari Fraksi PDIP, Sonny T. Danaparamita meminta, semua kandidat untuk terus berkompetisi dengan cara baik. Biarkan Anies dan Risma bekerja melaksanakan tugasnya dengan sebaik-baiknya.

“Tidak perlu ada pihak-pihak yang sudah siap-siap melakukan black campaign terhadap keduanya,” katanya kepada Rakyat Merdeka, Senin (15/2).

Dia menilai, apa yang dilakukan Risma saat ini bukanlah sebuah pencitraan atau sedang Pansos dalam rangka Pilkada DKI. Sudah menjadi “gawan bayen” (bawaan bayi, red) Risma bekerja seperti itu.

Namun begitu, kata Sonny, PDIP memiliki mekanisme yang telah diatur terkait Pilkada. “PDI Perjuangan juga memiliki banyak Kader yang menurut saya, sangat layak untuk memimpin ibu kota,” katanya.

Untuk diketahui, DPR menunda pembahasan revisi Undang-Undang Pemilu. Dengan begitu, Pilkada 2022 dan 2023 sudah dipastikan akan digelar pada 2024. Atau berbarengan dengan Pilpres.

Sementara, jabatan Anies sendiri akan habis pada 2022. Sambil menunggu Pilkada 2024, Gubernur DKI Jakarta akan dijabat Plt. Namun, ada opsi juga jabatan Anies diperpanjang. [QAR]
]]> .
Sumber : Rakyat Merdeka RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Categories