Survei New Indonesia: Ganjar Makin Jauh Tinggalkan Prabowo, Anies Ke-4

Lembaga riset New Indonesia Research & Consulting merilis hasil survei terbaru, Minggu (7/2). Hasilnya, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo makin memantapkan diri di puncak elektabilitas calon presiden. Sementara, Ketua Umum Partai Gerindra yang juga Menteri Pertahanan, Prabowo Subianto, semakin tertinggal mesti masih di posisi dua. 

Direktur Eksekutif New Indonesia Research & Consulting Andreas Nuryono mengatakan, elektabilitas Ganjar makin jauh meninggalkan Prabowo, sementara Anies Baswedan dan Sandiaga Uno terus-menerus merosot.

“Elektabilitas Prabowo, Anies, dan Sandiaga Uno anjlok. Sebaliknya Ganjar Pranowo makin berkibar,” kata Andreas, seperti dikutip Antara.

Pada survei Juni 2020, Prabowo masih memimpin dengan elektabilitas 18,9 persen, disusul Ganjar 17,1 persen, Ridwan Kamil (RK) 11,0 persen, Anies 9,8 persen, dan Sandi 8,9 persen. Kemudian, Ganjar mulai menyalip pada survei Oktober 2020, dengan elektabilitas 17,1 persen, menggeser Prabowo 16,5 persen, disusul RK 12,3 persen, Anies 8,7 persen, dan Sandi 7,4 persen.

Survei terakhir menunjukkan elektabilitas Ganjar mencapai 18,4 persen, sementara Prabowo turun menjadi 15,6 persen. RK mengalami kenaikan menjadi 13,1 persen, sedangkan Anies turun menjadi 7,3 persen, dan Sandi menjadi 6,2 persen.

“Ganjar kini adalah tokoh asal PDIP yang paling moncer. Sedangkan tokoh-tokoh asal Gerindra atau yang didukung Gerindra seperti Prabowo, Anies, dan Sandi justru terus melorot, meskipun Prabowo-Sandi bergabung ke dalam pemerintahan,” kaya Andreas.

Tokoh-tokoh lain adalah Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dari 4,5 persen menjadi 4,7 persen, Menteri Sosial Tri Rismaharini dari 1,6 persen ke 3,3 persen, dan Ketua Umum Demokrat AHY dari 2,7 persen jadi 2,5 persen. Lalu, Plt Ketua Umum PSI Giring Ganesha dari 1,8 persen jadi 2,1 persen, Menteri BUMN Erick Thohir dari 1,3 persen naik jadi 1,5 persen, dan Menko Polhukam Mahfud MD dari 1,1 persen jadi 1,3 persen. Selanjutnya, Ketua DPR Puan Maharani dari 0,8 persen naik jadi 1,1 persen, Ketua Umum Golkar Airlangga Hartarto 1,0 persen, dan Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko 1,0 persen.

“Elektabilitas capres dan parpol tampak tidak linear. PDIP anjlok, tetapi tokohnya, Ganjar, justru melesat. Sedangkan Gerindra stagnan dan tokoh-tokohnya makin kehilangan dukungan publik,” ucap Andreas.

Demikian pula dengan Demokrat yang melejit, tetapi tidak dibarengi dengan kenaikan elektabilitas AHY. Sebaliknya, figur Moeldoko yang disebut-sebut sebagai ancaman di internal Demokrat kini mulai muncul di atas 1 persen.

Survei New Indonesia Research & Consulting dilakukan pada 20-31 Januari 2021, dengan sambungan telepon kepada 1.200 orang responden yang dipilih acak dari survei sebelumnya sejak 2019. Margin of error plus minus 2,89 persen, tingkat kepercayaan 95 persen. [USU]

]]> Lembaga riset New Indonesia Research & Consulting merilis hasil survei terbaru, Minggu (7/2). Hasilnya, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo makin memantapkan diri di puncak elektabilitas calon presiden. Sementara, Ketua Umum Partai Gerindra yang juga Menteri Pertahanan, Prabowo Subianto, semakin tertinggal mesti masih di posisi dua. 

Direktur Eksekutif New Indonesia Research & Consulting Andreas Nuryono mengatakan, elektabilitas Ganjar makin jauh meninggalkan Prabowo, sementara Anies Baswedan dan Sandiaga Uno terus-menerus merosot.

“Elektabilitas Prabowo, Anies, dan Sandiaga Uno anjlok. Sebaliknya Ganjar Pranowo makin berkibar,” kata Andreas, seperti dikutip Antara.

Pada survei Juni 2020, Prabowo masih memimpin dengan elektabilitas 18,9 persen, disusul Ganjar 17,1 persen, Ridwan Kamil (RK) 11,0 persen, Anies 9,8 persen, dan Sandi 8,9 persen. Kemudian, Ganjar mulai menyalip pada survei Oktober 2020, dengan elektabilitas 17,1 persen, menggeser Prabowo 16,5 persen, disusul RK 12,3 persen, Anies 8,7 persen, dan Sandi 7,4 persen.

Survei terakhir menunjukkan elektabilitas Ganjar mencapai 18,4 persen, sementara Prabowo turun menjadi 15,6 persen. RK mengalami kenaikan menjadi 13,1 persen, sedangkan Anies turun menjadi 7,3 persen, dan Sandi menjadi 6,2 persen.

“Ganjar kini adalah tokoh asal PDIP yang paling moncer. Sedangkan tokoh-tokoh asal Gerindra atau yang didukung Gerindra seperti Prabowo, Anies, dan Sandi justru terus melorot, meskipun Prabowo-Sandi bergabung ke dalam pemerintahan,” kaya Andreas.

Tokoh-tokoh lain adalah Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dari 4,5 persen menjadi 4,7 persen, Menteri Sosial Tri Rismaharini dari 1,6 persen ke 3,3 persen, dan Ketua Umum Demokrat AHY dari 2,7 persen jadi 2,5 persen. Lalu, Plt Ketua Umum PSI Giring Ganesha dari 1,8 persen jadi 2,1 persen, Menteri BUMN Erick Thohir dari 1,3 persen naik jadi 1,5 persen, dan Menko Polhukam Mahfud MD dari 1,1 persen jadi 1,3 persen. Selanjutnya, Ketua DPR Puan Maharani dari 0,8 persen naik jadi 1,1 persen, Ketua Umum Golkar Airlangga Hartarto 1,0 persen, dan Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko 1,0 persen.

“Elektabilitas capres dan parpol tampak tidak linear. PDIP anjlok, tetapi tokohnya, Ganjar, justru melesat. Sedangkan Gerindra stagnan dan tokoh-tokohnya makin kehilangan dukungan publik,” ucap Andreas.

Demikian pula dengan Demokrat yang melejit, tetapi tidak dibarengi dengan kenaikan elektabilitas AHY. Sebaliknya, figur Moeldoko yang disebut-sebut sebagai ancaman di internal Demokrat kini mulai muncul di atas 1 persen.

Survei New Indonesia Research & Consulting dilakukan pada 20-31 Januari 2021, dengan sambungan telepon kepada 1.200 orang responden yang dipilih acak dari survei sebelumnya sejak 2019. Margin of error plus minus 2,89 persen, tingkat kepercayaan 95 persen. [USU]
]]>.
Sumber : Rakyat Merdeka RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Categories