Survei IPO: Anies, Capres Dengan Elektabilitas Paling Stabil

Temuan survei Indonesia Political Opinion (IPO) bertajuk Persepsi Publik Atas Kebijakan Situasional dan Regenerasi Kepemimpinan 2024 yang dirilis hari ini, mendaulat Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan sebagai capres dengan elektabilitas paling stabil. Dibanding dua nama capres unggulan lainnya, seperti Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dan Menteri Pertahanan/Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto.

“Secara umum, nama-nama dengan elektabilitas personal tinggi tetap mendominasi perolehan suara. Meskipun dengan beragam skema wakil. Anies Baswedan, Ganjar Pranowo, dan Prabowo tetap memperoleh persepsi yang cukup dominan,” papar Direktur Eksekutif IPO Dedi Kurnia Syah dalam keterangannya, Sabtu (4/6).

“Anies Baswedan dapat dianggap sebagai tokoh dengan elektabilitas paling stabil. Merujuk pada perubahan suara yang tidak banyak berbeda, meski berganti wakil,” imbuhnya.

Dalam simulasi capres, Anies paling jos bila disandingkan dengan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Menparekraf Sandiaga Uno. Elektabilitasnya tembus 31,7 persen.

Sementara bila disandingkan dengan Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), Anies mendulang angka 27,1 persen. Dengan Ketua DPR Puan Maharani 27,9 persen. Sedangkan dengan Menteri BUMN Erick Thohir 26,4 persen.

Kisaran angka ini relatif stabil, bila dibandingkan dengan Menteri Pertahanan Prabowo Subianto, yang meraih elektabilitas tinggi saat disandingkan dengan Anies Baswedan (36,8 persen) dan Ganjar Pranowo (34,9 persen). Namun turun cukup jauh, saat diplot dengan Puan. Hanya 24,1 persen.

Sedangkan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, membukukan elektabilitas tertinggi dengan angka 31,2 persen, saat diduetkan dengan Sandi.

Begitu dipasangkan dengan AHY, elektabilitas Ganjar menukik ke angka 21,3 persen, dan turun menjadi 16,1 persen saat diplot dengan Menko Perekonomian/Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto 16,1 persen.

Survei yang dijalankan pada 23-28 Mei 2022 dilakukan secara hybrid secara tatap muka dengan 480 resonden, dan sambungan telepon.

Data telepon merujuk pada 196.420 data populasi yang dimiliki IPO, sejak periode survei tahun 2019 hingga 2021.

Dari total populasi tersebut, terdapat 7.200 orang yang memungkinkan untuk menjadi responden, hingga 720 responden terambil secara acak. Sehingga, ada 1.200 responden yang dilibatkan.

Metode ini memiliki tingkat pengukuran kesalahan (margin of error) 2,9 persen, dengan tingkat akurasi data 95 persen.

Setting pengambilan sampel menggunakan teknik multistage random sampling (MRS), atau pengambilan sampel bertingkat.

Survei ini berhasil mengambil representasi sampel, yang tersebar proporsional dalam skala nasional. Dengan teknik ini, setiap responden memiliki peluang setara untuk dipilih, atau tidak menjadi responden.

Untuk menguji validitas responden, IPO melakukan spot check pada 15 persen dari total populasi sampel dan pengujian metode preresearch. ■

]]> Temuan survei Indonesia Political Opinion (IPO) bertajuk Persepsi Publik Atas Kebijakan Situasional dan Regenerasi Kepemimpinan 2024 yang dirilis hari ini, mendaulat Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan sebagai capres dengan elektabilitas paling stabil. Dibanding dua nama capres unggulan lainnya, seperti Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dan Menteri Pertahanan/Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto.

“Secara umum, nama-nama dengan elektabilitas personal tinggi tetap mendominasi perolehan suara. Meskipun dengan beragam skema wakil. Anies Baswedan, Ganjar Pranowo, dan Prabowo tetap memperoleh persepsi yang cukup dominan,” papar Direktur Eksekutif IPO Dedi Kurnia Syah dalam keterangannya, Sabtu (4/6).

“Anies Baswedan dapat dianggap sebagai tokoh dengan elektabilitas paling stabil. Merujuk pada perubahan suara yang tidak banyak berbeda, meski berganti wakil,” imbuhnya.

Dalam simulasi capres, Anies paling jos bila disandingkan dengan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Menparekraf Sandiaga Uno. Elektabilitasnya tembus 31,7 persen.

Sementara bila disandingkan dengan Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), Anies mendulang angka 27,1 persen. Dengan Ketua DPR Puan Maharani 27,9 persen. Sedangkan dengan Menteri BUMN Erick Thohir 26,4 persen.

Kisaran angka ini relatif stabil, bila dibandingkan dengan Menteri Pertahanan Prabowo Subianto, yang meraih elektabilitas tinggi saat disandingkan dengan Anies Baswedan (36,8 persen) dan Ganjar Pranowo (34,9 persen). Namun turun cukup jauh, saat diplot dengan Puan. Hanya 24,1 persen.

Sedangkan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, membukukan elektabilitas tertinggi dengan angka 31,2 persen, saat diduetkan dengan Sandi.

Begitu dipasangkan dengan AHY, elektabilitas Ganjar menukik ke angka 21,3 persen, dan turun menjadi 16,1 persen saat diplot dengan Menko Perekonomian/Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto 16,1 persen.

Survei yang dijalankan pada 23-28 Mei 2022 dilakukan secara hybrid secara tatap muka dengan 480 resonden, dan sambungan telepon.

Data telepon merujuk pada 196.420 data populasi yang dimiliki IPO, sejak periode survei tahun 2019 hingga 2021.

Dari total populasi tersebut, terdapat 7.200 orang yang memungkinkan untuk menjadi responden, hingga 720 responden terambil secara acak. Sehingga, ada 1.200 responden yang dilibatkan.

Metode ini memiliki tingkat pengukuran kesalahan (margin of error) 2,9 persen, dengan tingkat akurasi data 95 persen.

Setting pengambilan sampel menggunakan teknik multistage random sampling (MRS), atau pengambilan sampel bertingkat.

Survei ini berhasil mengambil representasi sampel, yang tersebar proporsional dalam skala nasional. Dengan teknik ini, setiap responden memiliki peluang setara untuk dipilih, atau tidak menjadi responden.

Untuk menguji validitas responden, IPO melakukan spot check pada 15 persen dari total populasi sampel dan pengujian metode pre-research. ■
]]> . Sumber : Rakyat Merdeka – RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Categories