Surplus Beras Sejak 2016, Kalsel Cetak Sejarah Ketahanan Pangan

Kalimantan Selatan (Kalsel) boleh berbangga. Pasalnya, provinsi ini mampu mencetak sejarah yang cemerlang dalam hal ketahanan pangan. Diketahui sejak 2016 hingga saat ini, Kalsel mampu terus mengenjot produksi berasnya dan setiap tahun terus mengalami peningkatan.

Sejak tahun 2016, Kalsel sudah memperoduksi sebanyak 2 juta ton gabah setara dengan 1,4 juta ton beras. Dan kini terus meningkat. Tidak mengherankan bila Kementerian Pertanian (Kementan) menyebut Kalsel merupakan salah satu penyanggah pangan nasional.

Tahun lalu, Kalsel di bawah kepemimpinan Gubernur Sahbirin atau yang sering dipanggil Paman Birin, memperoleh penghargaan di Kementan karena berhasil mengamankan stok pangan selama pandemi Covid-19. Hal ini disampaikan Zul Fahmi, Koordinator Koalisi Rakyat Banjar. “Kementerian Pertanian sudah kasih apresiasi. Itu salah satu wujud pengakuan di tingkat nasional,” ujar Fahmi dalam keterangannya, Sabtu (3/4).

Kemampuan Kalsel tetap mengamankan stok pangan di tengah pandemi Covid-19 yang membuat perekonomian dunia dan nasional bergerak lambat bahkan defisit  merupakan prestasi yang tidak tangung-tanggung. Hal tersebut bisa dikatakan menjadi cahaya harapan di tengah lesunya perekonomian.

Apalagi keberhasilan ini terkait masalah pangan yang merupakan kebutuhan mendasar rakyat dan bisa menimbulkan instabilitas bila tak terpenuhi. “Hingga sekarang, capaian itu masih berlanjut,” tambah Fahmi.

Catatan emas dalam keberhasilan ini memang tidak terlepas dari tangan dingin kepemimpinan Gubernur Sahbirin. Kemampuannya melakukan transformasi pertanian dengan pendekatan teknologi dan menyemangati petani Kalsel. “Kami berharap prestasi ini terus dipertahankan,” harap Fahmi. 

Paman Birin, ujar Fahmi, juga pemimpin yang sangat memperhatikan peningkatan kesejahteraan para petani. Peningkatan kesejahteraan petani adalah harga mati bagi Paman Birin. Kecintaannya pada petani meletakkan sektor pertanian menjadi primadona di Kalsel. Hal itulah yang menjadi faktor penentu mengapa petani tetap bersemangat walau dalam kondisi pandemi Covid-19.

Hal yang menarik dari Paman Birin lainnya adalah kemampuannya dalam menggerakkan roda ekonomi dengan melihat potensi sumber daya alam dan sumber daya manusia di Kalsel. Kalsel memang terkenal memiliki lahan yang luas. Namun bila tak dikelola dengan cerdas, maka akan sia-sia dan menjadi lahan tak produktif. Di sinilah kejelian seorang Paman Birin dalam mengenjot potensi Kalsel untuk kemakmuran dan kesejahteraan rakyat Kalsel.

Di samping itu, kemampuannya menggerakkan organisasi pemerintahan dengan profesional dan rasa tanggungjawab meletakkan pemerintah hadir sebagai pelayan rakyat. Tidak mengherankan Paman Birin dikenal sebagai pemimpin yang dekat dengan bawahannya. Mampu memberi teladan serta bersikap empatik dalam berbagai hal.

Kepemimpinan Paman Birin di Kalsel selama ini, kata dia, memang terasa menyejukkan. “Sikap mengayomi yang kuat dan mampu merangkul berbagai pihak dari berbagai kelompok dan golongan untuk bersama-sama dalam membangun Kalsel adalah sebuah capaian yang jarang dimiliki pemimpin lain,” tandas Fahmi. [MEN]

]]> Kalimantan Selatan (Kalsel) boleh berbangga. Pasalnya, provinsi ini mampu mencetak sejarah yang cemerlang dalam hal ketahanan pangan. Diketahui sejak 2016 hingga saat ini, Kalsel mampu terus mengenjot produksi berasnya dan setiap tahun terus mengalami peningkatan.

Sejak tahun 2016, Kalsel sudah memperoduksi sebanyak 2 juta ton gabah setara dengan 1,4 juta ton beras. Dan kini terus meningkat. Tidak mengherankan bila Kementerian Pertanian (Kementan) menyebut Kalsel merupakan salah satu penyanggah pangan nasional.

Tahun lalu, Kalsel di bawah kepemimpinan Gubernur Sahbirin atau yang sering dipanggil Paman Birin, memperoleh penghargaan di Kementan karena berhasil mengamankan stok pangan selama pandemi Covid-19. Hal ini disampaikan Zul Fahmi, Koordinator Koalisi Rakyat Banjar. “Kementerian Pertanian sudah kasih apresiasi. Itu salah satu wujud pengakuan di tingkat nasional,” ujar Fahmi dalam keterangannya, Sabtu (3/4).

Kemampuan Kalsel tetap mengamankan stok pangan di tengah pandemi Covid-19 yang membuat perekonomian dunia dan nasional bergerak lambat bahkan defisit  merupakan prestasi yang tidak tangung-tanggung. Hal tersebut bisa dikatakan menjadi cahaya harapan di tengah lesunya perekonomian.

Apalagi keberhasilan ini terkait masalah pangan yang merupakan kebutuhan mendasar rakyat dan bisa menimbulkan instabilitas bila tak terpenuhi. “Hingga sekarang, capaian itu masih berlanjut,” tambah Fahmi.

Catatan emas dalam keberhasilan ini memang tidak terlepas dari tangan dingin kepemimpinan Gubernur Sahbirin. Kemampuannya melakukan transformasi pertanian dengan pendekatan teknologi dan menyemangati petani Kalsel. “Kami berharap prestasi ini terus dipertahankan,” harap Fahmi. 

Paman Birin, ujar Fahmi, juga pemimpin yang sangat memperhatikan peningkatan kesejahteraan para petani. Peningkatan kesejahteraan petani adalah harga mati bagi Paman Birin. Kecintaannya pada petani meletakkan sektor pertanian menjadi primadona di Kalsel. Hal itulah yang menjadi faktor penentu mengapa petani tetap bersemangat walau dalam kondisi pandemi Covid-19.

Hal yang menarik dari Paman Birin lainnya adalah kemampuannya dalam menggerakkan roda ekonomi dengan melihat potensi sumber daya alam dan sumber daya manusia di Kalsel. Kalsel memang terkenal memiliki lahan yang luas. Namun bila tak dikelola dengan cerdas, maka akan sia-sia dan menjadi lahan tak produktif. Di sinilah kejelian seorang Paman Birin dalam mengenjot potensi Kalsel untuk kemakmuran dan kesejahteraan rakyat Kalsel.

Di samping itu, kemampuannya menggerakkan organisasi pemerintahan dengan profesional dan rasa tanggungjawab meletakkan pemerintah hadir sebagai pelayan rakyat. Tidak mengherankan Paman Birin dikenal sebagai pemimpin yang dekat dengan bawahannya. Mampu memberi teladan serta bersikap empatik dalam berbagai hal.

Kepemimpinan Paman Birin di Kalsel selama ini, kata dia, memang terasa menyejukkan. “Sikap mengayomi yang kuat dan mampu merangkul berbagai pihak dari berbagai kelompok dan golongan untuk bersama-sama dalam membangun Kalsel adalah sebuah capaian yang jarang dimiliki pemimpin lain,” tandas Fahmi. [MEN]
]]>.
Sumber : Rakyat Merdeka RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Categories