Suntikkan Sendiri Vaksin Nusantara Ke Ical Terawan Tebal Kuping .

Banyaknya kritikan tak membuat Terawan Agus Putranto menghentikan pengembangan vaksin Nusantara. Kemarin, dia tetap menyuntikkan vaksin Covid-19 buatannya ke Ketua Dewan Pembina Partai Golkar, Aburizal Bakrie. Terawan benar-benar tebal kuping ya.

Penyuntikan vaksin Nusantara ke Ical -sapaan Aburizal Bakrie- dilakukan Terawan sendiri. Penyuntikan dilakukan di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Soebroto, Jakarta, pukul 2 siang. Ical tidak disuntik sendiri, dia ditemani istrinya, Tatty Murnitriati.

Penyuntikan vaksin Nusantara itu diunggah Ical di akun Instagram pribadinya, @aburizalbakrie.id, kemarin. Ada dua foto dan dua video yang diunggah eks Ketua Umum Partai Golkar itu.

Pada slide pertama, terlihat foto Ical yang mengenakan kaos polo biru hitam sedang disuntik vaksin oleh Terawan. Tidak seperti kebanyakan vaksinator di tempat vaksinasi, Terawan hanya mengenakan kemeja putih lengan pendek dipadukan celana panjang hitam dan masker. Dia tidak mengenakan pakaian hazmat.

Kemudian, pada slide kedua, berisi video Ical sedang memamerkan vaksin Nusantara. Tidak ada omongan dari Ical seperti sebelumnya.

Sedangkan pada slide ketiga, terlihat foto istri Ical dan Tatty sedang memamerkan vaksin Nusantara. Tatty mengenakan batik terusan.

Sementara di slide terakhir, memperlihatkan video Terawan sedang menyuntik vaksin ke istri Ical. Terawan dibantu seorang perawat dalam penyuntikan ini. Dalam foto dan video yang diunggah Ical, Terawan tidak berkomentar apa-apa.

Dalam keterangan di fotonya, Ical menjelaskan, mau jadi relawan vaksin Nusantara. Dia mengatakan, tidak meragukan kemampuan Terawan. Ical juga mengaku berutang nyawa pada jenderal bintang tiga ini. Karena berkat metode “cuci otak” karya Terawan, Ical terselamatkan dari serangan stroke yang fatal.

Penuturan Ical, masih banyak tokoh nasional yang pernah ditolong Terawan. Dengan begitu, akan banyak juga yang akan mendukung vaksin Nusantara. Ia meminta, karya Terawan ini tidak perlu dipertentangkan. Sebab, vaksin Nusantara merupakan ikhtiar yang baik untuk kemanusiaan.

Daripada membuang energi untuk berpolemik, Ical meminta masyarakat berdoa di bulan yang penuh berkah ini. “Di bulan Ramadan yang baik ini mari kita juga berdoa semoga pandemi Covid-19 segera teratasi, dan kita bisa kembali beraktifitas dan berkarya seperti sediakala,” ucapnya.

Hingga tadi malam, foto Ical divaksin sudah di like 1.963 orang. Dan, dikomentari 73 orang.

Bagaimana pendapat Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dengan sikap Terawan yang maju terus ini? Kepala BPOM, Penny K Lukito tak mau berkomentar lagi. Dia menyebut, kegiatan tersebut sudah tak ada kaitannya sama sekali dengan BPOM.

“Apa yang sekarang terjadi, itu di luar BPOM, bukan kapasitas BPOM soal itu,” tegasnya, dalam konferensi pers secara daring, kemarin.

 

Penny menegaskan, peran BPOM dalam proses pengembangan vaksin Covid-19, fokus pada pendampingan uji klinis yang sesuai standar internasional. Sementara, para peneliti vaksin Nusantara hingga saat ini belum memberikan koreksi apapun dari evaluasi di sejumlah catatan uji vaksin dendritik Fase I.

Menurutnya, jika tak kunjung ada koreksi dari para pihak peneliti, uji vaksin Nusantara akan terus kembali ke fase awal pengembangan vaksin Covid-19. Ditegaskan Penny, catatan atau evaluasi BPOM soal uji vaksin Nusantara Fase I tak bisa diganggu gugat.

“Sudah final penilaian kami dalam hal tersebut. Vaksin dendritik atau kemudian yang disebut atau yang dikomersilkan dengan nama vaksin Nusantara itu sudah kami berikan koreksi di Fase I,” tegas Penny.

Juru Bicara vaksinasi Covid-19 Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Siti Nadia Tarmizi juga tidak ingin banyak komentar. Ia meminta, publik menunggu rekomendasi BPOM selaku pihak yang berwenang mengeluarkan izin penggunaan vaksin di Indonesia.

“Pada prinsipnya, pemerintah akan memastikan keamanan dari setiap vaksin Covid-19 yang akan digunakan untuk program vakisnasi,” tegasnya.

Dewan Pakar Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI), Hermawan Saputra tidak kaget dengan aksi Terawan yang akhirnya menyuntikkan vaksin Nusantara ke Ical dan istri. “Memang dari dulu karakter Pak Terawan kaya gitu. Secara karakteristik, beliau ini orang yang keukeuh, dalam arti yang beliau anggap benar. Tidak peduli dengan situasi yang lain,” katanya.

Sebenarnya, Hermawan masih memaklumi jika sebelumnya banyak tokoh di Tanah Air yang diambil sampel darahnya, selama itu masih dalam ranah penelitian. Namun jika akhirnya kegiatan ini sebagai sebuah promo vaksinasi terbuka, ia meminta pemerintah turun tangan, untuk segera menertibkan.

Kenapa sampai seperti itu? Hermawan khawatir jika terjadi risiko yang tidak diinginkan, siapa yang bisa mengendalikan, dan siapa yang harus bertanggung jawab. Apalagi, kegiatan seperti ini akan berkaitan dengan hajat hidup orang banyak.

“Ini ada pidana atau ancaman denda kalau terjadi kelalaian medis. Dalam Undang-Undang Kesehatan Nomor 36 Tahun 2009, bila terjadi kelalaian dalam prosedur klinis, penggunaan obat atau vaksin itu tidak standar, Kemenkes bisa memprotes keras kepada yang bersangkutan,” paparnya.

Hermawan lantas menjelaskan cara kerja vaksin jenis dendritik yang dikembangkan Terawan. Menurutnya, vaksin ini berbeda dengan vaksin lainnya, karena lebih kepada personal. Bahkan, tidak tepat jika disebut vaksin. Mengingat, vaksin itu bagian dari komunitas untuk membentuk herd immunity.

Pendekatan metode dendritik lebih kepada personal base. Seorang diambil darahnya, dipisahkan sel darah putih dan merahnya, lalu sel darah putihnya disuntikkan untuk direkayasa agar menimbulkan antibodi. Baru kemudian disuntikkan kembali orang orang yang bersangkutan.

“Ini agak rumit, mahal, dan tidak berlaku umum. Itu kenapa yang kita lihat hanya pejabat, tokoh publik, dan konglomerat. Ini mahal sekali karena melewati uji kultur pemisahan sel darah. Jadi, tidak mungkin kategori masyarakat umum bisa mengakses,” pungkasnya. [MEN]

]]> .
Banyaknya kritikan tak membuat Terawan Agus Putranto menghentikan pengembangan vaksin Nusantara. Kemarin, dia tetap menyuntikkan vaksin Covid-19 buatannya ke Ketua Dewan Pembina Partai Golkar, Aburizal Bakrie. Terawan benar-benar tebal kuping ya.

Penyuntikan vaksin Nusantara ke Ical -sapaan Aburizal Bakrie- dilakukan Terawan sendiri. Penyuntikan dilakukan di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Soebroto, Jakarta, pukul 2 siang. Ical tidak disuntik sendiri, dia ditemani istrinya, Tatty Murnitriati.

Penyuntikan vaksin Nusantara itu diunggah Ical di akun Instagram pribadinya, @aburizalbakrie.id, kemarin. Ada dua foto dan dua video yang diunggah eks Ketua Umum Partai Golkar itu.

Pada slide pertama, terlihat foto Ical yang mengenakan kaos polo biru hitam sedang disuntik vaksin oleh Terawan. Tidak seperti kebanyakan vaksinator di tempat vaksinasi, Terawan hanya mengenakan kemeja putih lengan pendek dipadukan celana panjang hitam dan masker. Dia tidak mengenakan pakaian hazmat.

Kemudian, pada slide kedua, berisi video Ical sedang memamerkan vaksin Nusantara. Tidak ada omongan dari Ical seperti sebelumnya.

Sedangkan pada slide ketiga, terlihat foto istri Ical dan Tatty sedang memamerkan vaksin Nusantara. Tatty mengenakan batik terusan.

Sementara di slide terakhir, memperlihatkan video Terawan sedang menyuntik vaksin ke istri Ical. Terawan dibantu seorang perawat dalam penyuntikan ini. Dalam foto dan video yang diunggah Ical, Terawan tidak berkomentar apa-apa.

Dalam keterangan di fotonya, Ical menjelaskan, mau jadi relawan vaksin Nusantara. Dia mengatakan, tidak meragukan kemampuan Terawan. Ical juga mengaku berutang nyawa pada jenderal bintang tiga ini. Karena berkat metode “cuci otak” karya Terawan, Ical terselamatkan dari serangan stroke yang fatal.

Penuturan Ical, masih banyak tokoh nasional yang pernah ditolong Terawan. Dengan begitu, akan banyak juga yang akan mendukung vaksin Nusantara. Ia meminta, karya Terawan ini tidak perlu dipertentangkan. Sebab, vaksin Nusantara merupakan ikhtiar yang baik untuk kemanusiaan.

Daripada membuang energi untuk berpolemik, Ical meminta masyarakat berdoa di bulan yang penuh berkah ini. “Di bulan Ramadan yang baik ini mari kita juga berdoa semoga pandemi Covid-19 segera teratasi, dan kita bisa kembali beraktifitas dan berkarya seperti sediakala,” ucapnya.

Hingga tadi malam, foto Ical divaksin sudah di like 1.963 orang. Dan, dikomentari 73 orang.

Bagaimana pendapat Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dengan sikap Terawan yang maju terus ini? Kepala BPOM, Penny K Lukito tak mau berkomentar lagi. Dia menyebut, kegiatan tersebut sudah tak ada kaitannya sama sekali dengan BPOM.

“Apa yang sekarang terjadi, itu di luar BPOM, bukan kapasitas BPOM soal itu,” tegasnya, dalam konferensi pers secara daring, kemarin.

 

Penny menegaskan, peran BPOM dalam proses pengembangan vaksin Covid-19, fokus pada pendampingan uji klinis yang sesuai standar internasional. Sementara, para peneliti vaksin Nusantara hingga saat ini belum memberikan koreksi apapun dari evaluasi di sejumlah catatan uji vaksin dendritik Fase I.

Menurutnya, jika tak kunjung ada koreksi dari para pihak peneliti, uji vaksin Nusantara akan terus kembali ke fase awal pengembangan vaksin Covid-19. Ditegaskan Penny, catatan atau evaluasi BPOM soal uji vaksin Nusantara Fase I tak bisa diganggu gugat.

“Sudah final penilaian kami dalam hal tersebut. Vaksin dendritik atau kemudian yang disebut atau yang dikomersilkan dengan nama vaksin Nusantara itu sudah kami berikan koreksi di Fase I,” tegas Penny.

Juru Bicara vaksinasi Covid-19 Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Siti Nadia Tarmizi juga tidak ingin banyak komentar. Ia meminta, publik menunggu rekomendasi BPOM selaku pihak yang berwenang mengeluarkan izin penggunaan vaksin di Indonesia.

“Pada prinsipnya, pemerintah akan memastikan keamanan dari setiap vaksin Covid-19 yang akan digunakan untuk program vakisnasi,” tegasnya.

Dewan Pakar Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI), Hermawan Saputra tidak kaget dengan aksi Terawan yang akhirnya menyuntikkan vaksin Nusantara ke Ical dan istri. “Memang dari dulu karakter Pak Terawan kaya gitu. Secara karakteristik, beliau ini orang yang keukeuh, dalam arti yang beliau anggap benar. Tidak peduli dengan situasi yang lain,” katanya.

Sebenarnya, Hermawan masih memaklumi jika sebelumnya banyak tokoh di Tanah Air yang diambil sampel darahnya, selama itu masih dalam ranah penelitian. Namun jika akhirnya kegiatan ini sebagai sebuah promo vaksinasi terbuka, ia meminta pemerintah turun tangan, untuk segera menertibkan.

Kenapa sampai seperti itu? Hermawan khawatir jika terjadi risiko yang tidak diinginkan, siapa yang bisa mengendalikan, dan siapa yang harus bertanggung jawab. Apalagi, kegiatan seperti ini akan berkaitan dengan hajat hidup orang banyak.

“Ini ada pidana atau ancaman denda kalau terjadi kelalaian medis. Dalam Undang-Undang Kesehatan Nomor 36 Tahun 2009, bila terjadi kelalaian dalam prosedur klinis, penggunaan obat atau vaksin itu tidak standar, Kemenkes bisa memprotes keras kepada yang bersangkutan,” paparnya.

Hermawan lantas menjelaskan cara kerja vaksin jenis dendritik yang dikembangkan Terawan. Menurutnya, vaksin ini berbeda dengan vaksin lainnya, karena lebih kepada personal. Bahkan, tidak tepat jika disebut vaksin. Mengingat, vaksin itu bagian dari komunitas untuk membentuk herd immunity.

Pendekatan metode dendritik lebih kepada personal base. Seorang diambil darahnya, dipisahkan sel darah putih dan merahnya, lalu sel darah putihnya disuntikkan untuk direkayasa agar menimbulkan antibodi. Baru kemudian disuntikkan kembali orang orang yang bersangkutan.

“Ini agak rumit, mahal, dan tidak berlaku umum. Itu kenapa yang kita lihat hanya pejabat, tokoh publik, dan konglomerat. Ini mahal sekali karena melewati uji kultur pemisahan sel darah. Jadi, tidak mungkin kategori masyarakat umum bisa mengakses,” pungkasnya. [MEN]
]]> .
Sumber : Rakyat Merdeka – RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Categories