Sumbang 2,5 Miliar Untuk Infrastruktur Hijau Jokowi Dan Presiden Jerman Ngobrol Akrab Di Bogor

Kunjungan Presiden Jerman Frank-Walter Steinmeier ke Indonesia, jadi salah satu cara mempererat negara itu dengan Indo-Pasifik. Steinmeier menegaskan, Indonesia adalah mitra utama di kawasan.

Dalam jumpa pers bersama Presiden Joko Widodo di Istana Kepresidenan Bogor, Presiden Steinmeier yang memberikan pernyataan dengan Bahasa Jerman mengatakan, negaranya ingin memperluas kerja sama dengan kawasan Indo-Pasifik. Dia bilang, Jerman dan Eropa siap untuk semakin terlibat.

“Kita perlu lebih dekat dengan negara-negara dengan kesamaan nilai dan kepentingan,” ujar mantan Menteri Luar Negeri Jerman itu, dikutip dari media Jerman Westdeutsche Zeitung, Kamis (16/6).

Steinmeier menyebut, Jerman mendukung Presidensi Indonesia di kelompok Group of Twenty (G20). Terkait kehadiran Rusia di pertemuan itu, Steinmeier tak menjawab secara lugas. Dia hanya menyebut bahwa situasi saat ini sedang tidak normal.

Sementara Jokowi menyebut, bahwa Steinmeier bukanlah orang baru baginya. Dia bilang, Steinmeier pernah ke Jakarta delapan tahun lalu, saat menjabat Menlu Jerman.

Jokowi kemudian menerangkan, Indonesia menjadi salah satu tujuan pertama dari kunjungan bilateral Steinmeier usai terpilih kembali sebagai Presiden Jerman pada Februari 2022. Mantan Gubernur DKI Jakarta itu menyebut, hal tersebut menjadi bukti kedekatan hubungan antar kedua negara. Apalagi tahun ini, Jerman merupakan ketua Group of Seven (G7) dan Indonesia memegang Presidensi G20.

 

Lebih lanjut, Jokowi menyampaikan kalau pertemuan kedua negara berlangsung produktif dan bersahabat. Jokowi juga mengatakan, mereka fokus membahas sejumlah kerja sama. Yang pertama, kerja sama di industri 4.0. Khususnya percepatan pengembangan SDM. Selain itu, katanya, Indonesia akan jadi Partner Country Hannover Messe Tahun 2023.

Kedua, kata Jokowi, peningkatan investasi Jerman di industri berteknologi tinggi. Antara lain, investasi sektor kendaraan listrik dari hulu sampai hilir. Dia juga mengajak industri Jerman mengembangkan pabrik semi konduktor di Indonesia.

“Serta menjadikan industri ini bagian dari rantai pasok chip global dan untuk berinvestasi di kawasan-kawasan industri hijau di Indonesia,” ujarnya.

Ketiga, Jokowi juga menekankan soal penguatan kerja sama perubahan iklim. Pada kesempatan itu, Jokowi menyampaikan apresiasi dukungan Jerman dalam pembangunan Green Infrastructure Initiative senilai 2,5 miliar Euro (sekitar Rp 38 triliun), pembangunan Pusat Mangrove Dunia (World Mangrove Center) yang diresmikan Jumat, (10/6). Dan, integrasi transmisi hijau di Sulawesi Utara.

Keduanya juga membahas perang yang antara Rusia dan Ukraina. Jokowi mengatakan, Indonesia terus berupaya agar tercipta perdamaian bagi seluruh negara di dunia. Indonesia, kata Jokowi, akan terus memperkuat kerja sama kepada seluruh negara dengan prinsip-prinsip dan hukum internasional.

Selain bertemu Presiden Jokowi, Steinmeier juga akan melakukan kunjungan ke sejumlah tempat di Tanah Air, dalam kunjungannya pada 15-17 Juni ini. Antara lain berziarah ke makam Presiden ke-3 Bacharuddin Jusuf Habibie di Taman Makam Pahlawan Nasional Kalibata, Jakarta. Selanjutnya, Steinmeier juga akan mengunjungi Candi Borobudur di Magelang, Jawa Tengah. Selain itu, Steinmeier akan bertemu dengan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dan Sri Sultan Yogyakarta Hamengku Buwono X.

 

Steinmeier tiba di Istana Bogor, Jawa Barat, kemarin, sekitar pukul 10:00 WIB. Kedatangan Steinmeier dan rombongan, disambut pasukan yang mengenakan baju daerah, pasukan berkuda, dan marching band.

Pantauan di Kanal YouTube Sekretariat Presiden, begitu turun dari mobil, Presiden Jokowi segera menyambut Steinmeier. Mereka kemudian berjalan bersama ke lokasi upacara penyambutan kenegaraan. Lagu kebangsaan dari dua negara dikumandangkan.

Usai upacara, kedua pemimpin saling mengenalkan delegasi masing-masing. Hadir dalam upacara penyambutan itu Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita, dan Menteri Investasi Bahlil Lahadalia.

Selanjutnya, Jokowi dan Steinmeier masuk ke Istana. Mereka lalu bersalaman dan berfoto bersama. Sebelum berjalan ke arah belakang, menuju beranda Istana Bogor, mereka berbincang hangat, dan sesekali terlihat tertawa bersama. Selanjutnya, Jokowi dan Presiden Jerman menanam pohon bersama di halaman belakang Istana.

Kali ini, yang dipilih adalah pohon cendana. Tak lama, kedua pemimpin melaksanakan pertemuan tatap muka. Usai pertemuan, kedua pemimpin menyampaikan pernyataan pada awak media. ■ 

]]> Kunjungan Presiden Jerman Frank-Walter Steinmeier ke Indonesia, jadi salah satu cara mempererat negara itu dengan Indo-Pasifik. Steinmeier menegaskan, Indonesia adalah mitra utama di kawasan.

Dalam jumpa pers bersama Presiden Joko Widodo di Istana Kepresidenan Bogor, Presiden Steinmeier yang memberikan pernyataan dengan Bahasa Jerman mengatakan, negaranya ingin memperluas kerja sama dengan kawasan Indo-Pasifik. Dia bilang, Jerman dan Eropa siap untuk semakin terlibat.

“Kita perlu lebih dekat dengan negara-negara dengan kesamaan nilai dan kepentingan,” ujar mantan Menteri Luar Negeri Jerman itu, dikutip dari media Jerman Westdeutsche Zeitung, Kamis (16/6).

Steinmeier menyebut, Jerman mendukung Presidensi Indonesia di kelompok Group of Twenty (G20). Terkait kehadiran Rusia di pertemuan itu, Steinmeier tak menjawab secara lugas. Dia hanya menyebut bahwa situasi saat ini sedang tidak normal.

Sementara Jokowi menyebut, bahwa Steinmeier bukanlah orang baru baginya. Dia bilang, Steinmeier pernah ke Jakarta delapan tahun lalu, saat menjabat Menlu Jerman.

Jokowi kemudian menerangkan, Indonesia menjadi salah satu tujuan pertama dari kunjungan bilateral Steinmeier usai terpilih kembali sebagai Presiden Jerman pada Februari 2022. Mantan Gubernur DKI Jakarta itu menyebut, hal tersebut menjadi bukti kedekatan hubungan antar kedua negara. Apalagi tahun ini, Jerman merupakan ketua Group of Seven (G7) dan Indonesia memegang Presidensi G20.

 

Lebih lanjut, Jokowi menyampaikan kalau pertemuan kedua negara berlangsung produktif dan bersahabat. Jokowi juga mengatakan, mereka fokus membahas sejumlah kerja sama. Yang pertama, kerja sama di industri 4.0. Khususnya percepatan pengembangan SDM. Selain itu, katanya, Indonesia akan jadi Partner Country Hannover Messe Tahun 2023.

Kedua, kata Jokowi, peningkatan investasi Jerman di industri berteknologi tinggi. Antara lain, investasi sektor kendaraan listrik dari hulu sampai hilir. Dia juga mengajak industri Jerman mengembangkan pabrik semi konduktor di Indonesia.

“Serta menjadikan industri ini bagian dari rantai pasok chip global dan untuk berinvestasi di kawasan-kawasan industri hijau di Indonesia,” ujarnya.

Ketiga, Jokowi juga menekankan soal penguatan kerja sama perubahan iklim. Pada kesempatan itu, Jokowi menyampaikan apresiasi dukungan Jerman dalam pembangunan Green Infrastructure Initiative senilai 2,5 miliar Euro (sekitar Rp 38 triliun), pembangunan Pusat Mangrove Dunia (World Mangrove Center) yang diresmikan Jumat, (10/6). Dan, integrasi transmisi hijau di Sulawesi Utara.

Keduanya juga membahas perang yang antara Rusia dan Ukraina. Jokowi mengatakan, Indonesia terus berupaya agar tercipta perdamaian bagi seluruh negara di dunia. Indonesia, kata Jokowi, akan terus memperkuat kerja sama kepada seluruh negara dengan prinsip-prinsip dan hukum internasional.

Selain bertemu Presiden Jokowi, Steinmeier juga akan melakukan kunjungan ke sejumlah tempat di Tanah Air, dalam kunjungannya pada 15-17 Juni ini. Antara lain berziarah ke makam Presiden ke-3 Bacharuddin Jusuf Habibie di Taman Makam Pahlawan Nasional Kalibata, Jakarta. Selanjutnya, Steinmeier juga akan mengunjungi Candi Borobudur di Magelang, Jawa Tengah. Selain itu, Steinmeier akan bertemu dengan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dan Sri Sultan Yogyakarta Hamengku Buwono X.

 

Steinmeier tiba di Istana Bogor, Jawa Barat, kemarin, sekitar pukul 10:00 WIB. Kedatangan Steinmeier dan rombongan, disambut pasukan yang mengenakan baju daerah, pasukan berkuda, dan marching band.

Pantauan di Kanal YouTube Sekretariat Presiden, begitu turun dari mobil, Presiden Jokowi segera menyambut Steinmeier. Mereka kemudian berjalan bersama ke lokasi upacara penyambutan kenegaraan. Lagu kebangsaan dari dua negara dikumandangkan.

Usai upacara, kedua pemimpin saling mengenalkan delegasi masing-masing. Hadir dalam upacara penyambutan itu Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita, dan Menteri Investasi Bahlil Lahadalia.

Selanjutnya, Jokowi dan Steinmeier masuk ke Istana. Mereka lalu bersalaman dan berfoto bersama. Sebelum berjalan ke arah belakang, menuju beranda Istana Bogor, mereka berbincang hangat, dan sesekali terlihat tertawa bersama. Selanjutnya, Jokowi dan Presiden Jerman menanam pohon bersama di halaman belakang Istana.

Kali ini, yang dipilih adalah pohon cendana. Tak lama, kedua pemimpin melaksanakan pertemuan tatap muka. Usai pertemuan, kedua pemimpin menyampaikan pernyataan pada awak media. ■ 
]]> . Sumber : Rakyat Merdeka – RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Categories