Sulkarnain Kadir, Wali Kota Kendari Pemasangan ELTE Rampung Tahun Ini

Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra) segara memasang alat tilang elektronik (Electronic Traffic Law Enforcement/ETLE) di 16 titik rawan pelanggaran lalu lintas di wilayahnya. Diharapkan, masyarakat bisa lebih tertib berlalu lintas.

Wali Kota Kendari, Sulkarnain Kadir mengatakan, pembangunan atau pemasangan alat tilang elektronik ini ditargetkan rampung tahun ini. Saat ini, seluruh unsur terkait sudah melakukan kajian dan tinggal melakukan pengecekan di lapangan.

“Ini sangat positif, agar masyarakat kita jauh lebih tertib dan lebih disiplin dalam berkendara,” ujarnya, usai menggelar pertemuan bersama Kapolda Sultra, Irjen Yan Sultra Indrajaya di rumah jabatan Wali Kota, Kamis (25/2).

Sulkarnain meminta, masyarakat bisa ikut merawat alat tilang elektronik, sehingga bisa bertahan lama. Hal ini juga untuk kepentingan menuju masyarakat Kendari taat lalu lintas. “Untuk pengawasannya, teknisinya lebih paham bagaimana cara melindungi fasilitas vital ini. Mari kita jaga bersama fasilitas ini,” tandasnya.

Sementara Kapolda Sultra, Irjen Yan Sultra Indrajaya mengatakan, Kota Kendari sebagai Ibu Kota Provinsi Sulawesi Tenggara men jadi salah satu lokasi yang menjadi sasaran pema sangan ETLE. Pasalnya, angka pelanggaran lalu lintas cukup tinggi.

Pelanggarannya beraneka ragam. Mulai dari tak menggunakan kaca spion, tidak memakai helm, menerobos lampu merah. “Bahkan tidak memiliki SIM (Surat Izin Mengemudi) dan surat surat kendaraan,” paparnya.

Para pelanggar lalu lintas itu, lanjut Yan, kadang melarikan diri atau luput dari pengawasan aparat yang akan melakukan penindakan. Untuk itu, Yan berkata, pihaknya akan ikut memasang CCTV di beberapa titik lampu merah. [SSL]

]]> Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra) segara memasang alat tilang elektronik (Electronic Traffic Law Enforcement/ETLE) di 16 titik rawan pelanggaran lalu lintas di wilayahnya. Diharapkan, masyarakat bisa lebih tertib berlalu lintas.

Wali Kota Kendari, Sulkarnain Kadir mengatakan, pembangunan atau pemasangan alat tilang elektronik ini ditargetkan rampung tahun ini. Saat ini, seluruh unsur terkait sudah melakukan kajian dan tinggal melakukan pengecekan di lapangan.

“Ini sangat positif, agar masyarakat kita jauh lebih tertib dan lebih disiplin dalam berkendara,” ujarnya, usai menggelar pertemuan bersama Kapolda Sultra, Irjen Yan Sultra Indrajaya di rumah jabatan Wali Kota, Kamis (25/2).

Sulkarnain meminta, masyarakat bisa ikut merawat alat tilang elektronik, sehingga bisa bertahan lama. Hal ini juga untuk kepentingan menuju masyarakat Kendari taat lalu lintas. “Untuk pengawasannya, teknisinya lebih paham bagaimana cara melindungi fasilitas vital ini. Mari kita jaga bersama fasilitas ini,” tandasnya.

Sementara Kapolda Sultra, Irjen Yan Sultra Indrajaya mengatakan, Kota Kendari sebagai Ibu Kota Provinsi Sulawesi Tenggara men jadi salah satu lokasi yang menjadi sasaran pema sangan ETLE. Pasalnya, angka pelanggaran lalu lintas cukup tinggi.

Pelanggarannya beraneka ragam. Mulai dari tak menggunakan kaca spion, tidak memakai helm, menerobos lampu merah. “Bahkan tidak memiliki SIM (Surat Izin Mengemudi) dan surat surat kendaraan,” paparnya.

Para pelanggar lalu lintas itu, lanjut Yan, kadang melarikan diri atau luput dari pengawasan aparat yang akan melakukan penindakan. Untuk itu, Yan berkata, pihaknya akan ikut memasang CCTV di beberapa titik lampu merah. [SSL]
]]> . Sumber : Rakyat Merdeka RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Categories