Sukses Penuhi Kriteria CSR, Indra Karya Kembali Raih NCSR Award 2022

PT Indra Karya (Persero) kembali meraih penghargaan pada kategori Pemberdayaan Ekonomi Komunitas, melalui Program Ekonomi Kreatif Masyarakat Pesisir (PRO-AKSI), di ajang Nusantara CSR Awards (NCSRA) 2022.

Direktur Indra Karya Eko Budiono mengatakan, penghargaan ini diberikan atas kontribusi perseroan dalam membangun kualitas hidup masyarakat dan lingkungan, melalui program TJSL yang berkelanjutan.

Sekaligus, percepatan pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) atau Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB) dan menciptakan Creating Shared Value (CSV) bagi masyarakat, serta memenuhi kriteria CSR.

“Kami mendapatkan penghargaan melalui program PRO-AKSI, terdiri dari Program Pembangunan Apartemen Kepiting dan Pelatihan, serta Pengembangan UMKM (Usaha Mikro, Kecil dan Menengah),” ujarnya, dalam keterangannya Sabtu (27/8).

Menurutnya, program ini dapat berjalan berkat dukungan Kementerian BUMN (Badan Usaha Milik Negara) dan BUMN lain yang berkontribusi nyata, melalui pemberdayaan ekonomi masyarakat di desa. Termasuk, hasil kerja keras seluruh keluarga besar Indra Karya yang selalu menerapkan prinsip keberlanjutan di setiap kegiatan dan wilayah sekitar operasionalnya.

Penghargaan ini juga menjadi motivasi perseroan agar terus berkontribusi untuk Indonesia, melalui inovasi-inovasi yang terus dikembangkan guna memperkuat riset dan pengembangan usaha yang dimiliki.

“Ke depannya, kami harap prestasi ini dapat terus dipertahankan dan mampu memberikan dampak positif bagi lingkungan dan masyarakat,” ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama, Manager TJSL Indra Karya Bambang Palgunadi mengaku, program TJSL perseroan telah diarahkan untuk mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat pesisir, melalui program apartemen kepiting dan pelatihan UMKM, serta program kolaborasi padat karya.

 

Ia menjelaskan, PRO-AKSI merupakan program kolaborasi 21 BUMN di Madura, yang melibatkan 62 Petani dan Pelaku UMKM Batik Madura, dengan lima Paket Bentuk Program Vokasi Life Skill dan 2.000 box yang disusun layaknya apartemen.

Menurutnya, dengan melaksanakan pembinaan bagi pelaku UMKM dan BUMDes, mereka bisa menganalisa kekuatan dan kelemahan dari usaha yang dijalankan, menciptakan lapangan kerja dan mendukung upaya penanggulangan kemiskinan.

“Mereka dibekali mindset kewirausahaan bagi BUMDes agar dapat menjadi organisasi profit yang mandiri dan memiliki value yang besar,” jelasnya.

Kegiatan ini jubertujuan untuk memonitoring perkembangan kualitas dan kapabilitas anggota BUMDes. Hingga, membekali pengelolaan sumber daya manusia (SDM) dengan tujuan menciptakan lapangan kerja, serta mendukung upaya penanggulangan kemiskinan.

“Dengan beberapa tahapan, PRO-AKSI ini mampu meningkatkan pendapatan UMKM minimal sebesar 200 persen setelah pelaksanaan,” ujarnya.

Sementara itu, pengemasan budidaya kepiting dengan apartemen ini memaksimalkan penyimpanan ruang lahan pembudidayaan. Awalnya, kata dia, kegiatan ini dilakukan dengan tambak yang memakan banyak lahan.

“Sekarang dapat dipangkas menjadi satu bangunan seluas 80 meter kubik dengan total berat hasil pembudidayaan sebesar 6 ton per tiga bulan,” ujarnya.

Chairman La Tofi School of Social Responsibility dan Ketua Tim Penilai NCSRA 2022, La Tofi menyampaikan, setiap tahun pihaknya menyelenggarakan ajang ini yang ditujukan sebagai proses pembelajaran dan meningkatkan best practices perusahaan. Terutama, di bidang CSR bagi seluruh perusahaan baik BUMN maupun Swasta.

“Melalui acara ini, kami juga ingin menginspirasi kemitraan dari berbagai pihak dalam mendukung pencapaian SDGs,” ujar La Tofi. ■

]]> PT Indra Karya (Persero) kembali meraih penghargaan pada kategori Pemberdayaan Ekonomi Komunitas, melalui Program Ekonomi Kreatif Masyarakat Pesisir (PRO-AKSI), di ajang Nusantara CSR Awards (NCSRA) 2022.

Direktur Indra Karya Eko Budiono mengatakan, penghargaan ini diberikan atas kontribusi perseroan dalam membangun kualitas hidup masyarakat dan lingkungan, melalui program TJSL yang berkelanjutan.

Sekaligus, percepatan pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) atau Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB) dan menciptakan Creating Shared Value (CSV) bagi masyarakat, serta memenuhi kriteria CSR.

“Kami mendapatkan penghargaan melalui program PRO-AKSI, terdiri dari Program Pembangunan Apartemen Kepiting dan Pelatihan, serta Pengembangan UMKM (Usaha Mikro, Kecil dan Menengah),” ujarnya, dalam keterangannya Sabtu (27/8).

Menurutnya, program ini dapat berjalan berkat dukungan Kementerian BUMN (Badan Usaha Milik Negara) dan BUMN lain yang berkontribusi nyata, melalui pemberdayaan ekonomi masyarakat di desa. Termasuk, hasil kerja keras seluruh keluarga besar Indra Karya yang selalu menerapkan prinsip keberlanjutan di setiap kegiatan dan wilayah sekitar operasionalnya.

Penghargaan ini juga menjadi motivasi perseroan agar terus berkontribusi untuk Indonesia, melalui inovasi-inovasi yang terus dikembangkan guna memperkuat riset dan pengembangan usaha yang dimiliki.

“Ke depannya, kami harap prestasi ini dapat terus dipertahankan dan mampu memberikan dampak positif bagi lingkungan dan masyarakat,” ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama, Manager TJSL Indra Karya Bambang Palgunadi mengaku, program TJSL perseroan telah diarahkan untuk mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat pesisir, melalui program apartemen kepiting dan pelatihan UMKM, serta program kolaborasi padat karya.

 

Ia menjelaskan, PRO-AKSI merupakan program kolaborasi 21 BUMN di Madura, yang melibatkan 62 Petani dan Pelaku UMKM Batik Madura, dengan lima Paket Bentuk Program Vokasi Life Skill dan 2.000 box yang disusun layaknya apartemen.

Menurutnya, dengan melaksanakan pembinaan bagi pelaku UMKM dan BUMDes, mereka bisa menganalisa kekuatan dan kelemahan dari usaha yang dijalankan, menciptakan lapangan kerja dan mendukung upaya penanggulangan kemiskinan.

“Mereka dibekali mindset kewirausahaan bagi BUMDes agar dapat menjadi organisasi profit yang mandiri dan memiliki value yang besar,” jelasnya.

Kegiatan ini jubertujuan untuk memonitoring perkembangan kualitas dan kapabilitas anggota BUMDes. Hingga, membekali pengelolaan sumber daya manusia (SDM) dengan tujuan menciptakan lapangan kerja, serta mendukung upaya penanggulangan kemiskinan.

“Dengan beberapa tahapan, PRO-AKSI ini mampu meningkatkan pendapatan UMKM minimal sebesar 200 persen setelah pelaksanaan,” ujarnya.

Sementara itu, pengemasan budidaya kepiting dengan apartemen ini memaksimalkan penyimpanan ruang lahan pembudidayaan. Awalnya, kata dia, kegiatan ini dilakukan dengan tambak yang memakan banyak lahan.

“Sekarang dapat dipangkas menjadi satu bangunan seluas 80 meter kubik dengan total berat hasil pembudidayaan sebesar 6 ton per tiga bulan,” ujarnya.

Chairman La Tofi School of Social Responsibility dan Ketua Tim Penilai NCSRA 2022, La Tofi menyampaikan, setiap tahun pihaknya menyelenggarakan ajang ini yang ditujukan sebagai proses pembelajaran dan meningkatkan best practices perusahaan. Terutama, di bidang CSR bagi seluruh perusahaan baik BUMN maupun Swasta.

“Melalui acara ini, kami juga ingin menginspirasi kemitraan dari berbagai pihak dalam mendukung pencapaian SDGs,” ujar La Tofi. ■
]]> . Sumber : Rakyat Merdeka – RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Categories