Sukses Di Asian Le Mans, Bamsoet Dukung Sean Gelael Ikut FIA WEC

Ketua MPR sekaligus Ketua Umum Ikatan Motor Indonesia (IMI) Bambang Soesatyo sangat bangga terhadap prestasi putra bangsa Sean Gelael, yang berhasil mempersembahkan dua kemenangan pada ajang Asian Le Mans Series di Abu Dhabi, akhir pekan lalu.

Sean Gelael, yang baru berusia 24 tahun berhasil meraih dua kemenangan balapan dalam dua hari berturut-turut dengan total membalap lebih dari lima jam. 

“Hebat!. Prestasi Sean Gelael adalah kebanggaan bagi Indonesia dan keluarga besar IMI. Kemenangan tersebut sekaligus menjadi modal besar bagi Sean Gelael untuk mengikuti ajang balapan ketahanan mobil yang lebih besar dan berat,” ujar Bamsoet saat konferensi pers bersama Sean Gelael, di Studio Digital Black Stone Bamsoet Channel, di Jakarta, Sabtu (27/2).

Turut hadir Bendahara Umum IMI Effendy Gunawan, Wakil Ketua Kegiatan Internasional Judiarto, Wakil Bendahara Umum Rudy Salim, Ketua Bidang Komunikasi dan Medsos Raffi Ahmad, Wakil Ketua Bidang Komunikasi dan Medsos Atta Halilintar, Ketua Badan Pengawas Jeffry JP, Badan Pengawas Kombes Syamsul Bahri, Badan Penasehat Robert J Kardinal, Putri Indonesia Jolene Marie serta Ricardo Gelael.

 

Mantan Ketua DPR ke-20 ini mengajak semua pihak, terutama dari kalangan BUMN dan industri otomotif untuk memberikan dukungan kepada Sean Gelael yang telah membuat sejarah dan prestasi bagi Indonesia. Ke depan, Sean Gelael akan menjadi pembalap Merah-Putih pertama yang bertarung di 24 Hours of Le Mans.

“Bersama pembalap Belgia (Stoffel Vandoorne) dan pembalap Inggris (Tom Blomqvist), Sean Gelael akan mengikuti FIA World Endurance Championship (WEC) dengan mengusung bendera tim JOTA asal Inggris,” ujar Bamsoet.

Ia menambahkan Tim JOTA tampil di kelas LMP2 dan akan berebut tahta bergengsi melawan 10 tim lain di kategori tersebut. “Sementara dari kalender kejuaraan WEC yang dimulai bulan April di Portimao, Portugal, juga ada lomba ketahanan mobil paling prestisius, 24 Hours of Le Mans di Prancis bulan Juni 2021,” kata Bamsoet.

Kepala Badan Bela Negara FKPPI ini berharap akan banyak lahir pembalap-pembalap baru dari Indonesia yang mampu berprestasi di kejuaraan dunia.

Suatu kebanggan tersendiri bagi IMI dan bangsa Indonesia jika pembalap Indonesia bisa menang di kancah internasional dan mampu mengibarkan bendera dan mengumandangkan lagu Indonesia Raya.

“IMI siap mencetak para pembalap baru untuk bisa berlaga di kejuaraan balap internasional. Jangan pernah takut untuk mencoba. Kegagalan harus menjadi cambuk untuk lebih baik lagi. Seperti pengalaman Sean, kesuksesannya diperoleh dengan kerja keras dan pantang menyerah,” imbuh Bamsoet.

Sementara itu, Sean Gelael menjelaskan, balapan ketahanan mobil sangat jauh berbeda dengan balapan single seater yang juga pernah ia ikuti dalam ajang Formula 2. Dibutuhkan bukan hanya driving skill yang hebat, tapi juga fisik yang kuat karena balapannya lebih lama.

Di Asian Le Mans Series durasi balapan hanya empat jam, sementara di FIA WEC nanti minimal enam jam dan bahkan ada yang 24 jam.

“Di ajang FIA WEC, saya akan berjuang lebih keras lagi, mengingat lawan-lawan yang dihadapi lebih berat dibanding di Asian Le Mans Series, ujar Sean Gelael.

“Pada kesempatan ini saya sekaligus mohon doa restu dari Pak Bamsoet, keluarga besar IMI, dan dari seluruh masyarakat Indonesia agar saya bisa membuat prestasi seperti yang diinginkan setelah melewati perjuangan maksimal.” pungkas Sean Gelael. [WUR]

]]> Ketua MPR sekaligus Ketua Umum Ikatan Motor Indonesia (IMI) Bambang Soesatyo sangat bangga terhadap prestasi putra bangsa Sean Gelael, yang berhasil mempersembahkan dua kemenangan pada ajang Asian Le Mans Series di Abu Dhabi, akhir pekan lalu.

Sean Gelael, yang baru berusia 24 tahun berhasil meraih dua kemenangan balapan dalam dua hari berturut-turut dengan total membalap lebih dari lima jam. 

“Hebat!. Prestasi Sean Gelael adalah kebanggaan bagi Indonesia dan keluarga besar IMI. Kemenangan tersebut sekaligus menjadi modal besar bagi Sean Gelael untuk mengikuti ajang balapan ketahanan mobil yang lebih besar dan berat,” ujar Bamsoet saat konferensi pers bersama Sean Gelael, di Studio Digital Black Stone Bamsoet Channel, di Jakarta, Sabtu (27/2).

Turut hadir Bendahara Umum IMI Effendy Gunawan, Wakil Ketua Kegiatan Internasional Judiarto, Wakil Bendahara Umum Rudy Salim, Ketua Bidang Komunikasi dan Medsos Raffi Ahmad, Wakil Ketua Bidang Komunikasi dan Medsos Atta Halilintar, Ketua Badan Pengawas Jeffry JP, Badan Pengawas Kombes Syamsul Bahri, Badan Penasehat Robert J Kardinal, Putri Indonesia Jolene Marie serta Ricardo Gelael.

 

Mantan Ketua DPR ke-20 ini mengajak semua pihak, terutama dari kalangan BUMN dan industri otomotif untuk memberikan dukungan kepada Sean Gelael yang telah membuat sejarah dan prestasi bagi Indonesia. Ke depan, Sean Gelael akan menjadi pembalap Merah-Putih pertama yang bertarung di 24 Hours of Le Mans.

“Bersama pembalap Belgia (Stoffel Vandoorne) dan pembalap Inggris (Tom Blomqvist), Sean Gelael akan mengikuti FIA World Endurance Championship (WEC) dengan mengusung bendera tim JOTA asal Inggris,” ujar Bamsoet.

Ia menambahkan Tim JOTA tampil di kelas LMP2 dan akan berebut tahta bergengsi melawan 10 tim lain di kategori tersebut. “Sementara dari kalender kejuaraan WEC yang dimulai bulan April di Portimao, Portugal, juga ada lomba ketahanan mobil paling prestisius, 24 Hours of Le Mans di Prancis bulan Juni 2021,” kata Bamsoet.

Kepala Badan Bela Negara FKPPI ini berharap akan banyak lahir pembalap-pembalap baru dari Indonesia yang mampu berprestasi di kejuaraan dunia.

Suatu kebanggan tersendiri bagi IMI dan bangsa Indonesia jika pembalap Indonesia bisa menang di kancah internasional dan mampu mengibarkan bendera dan mengumandangkan lagu Indonesia Raya.

“IMI siap mencetak para pembalap baru untuk bisa berlaga di kejuaraan balap internasional. Jangan pernah takut untuk mencoba. Kegagalan harus menjadi cambuk untuk lebih baik lagi. Seperti pengalaman Sean, kesuksesannya diperoleh dengan kerja keras dan pantang menyerah,” imbuh Bamsoet.

Sementara itu, Sean Gelael menjelaskan, balapan ketahanan mobil sangat jauh berbeda dengan balapan single seater yang juga pernah ia ikuti dalam ajang Formula 2. Dibutuhkan bukan hanya driving skill yang hebat, tapi juga fisik yang kuat karena balapannya lebih lama.

Di Asian Le Mans Series durasi balapan hanya empat jam, sementara di FIA WEC nanti minimal enam jam dan bahkan ada yang 24 jam.

“Di ajang FIA WEC, saya akan berjuang lebih keras lagi, mengingat lawan-lawan yang dihadapi lebih berat dibanding di Asian Le Mans Series, ujar Sean Gelael.

“Pada kesempatan ini saya sekaligus mohon doa restu dari Pak Bamsoet, keluarga besar IMI, dan dari seluruh masyarakat Indonesia agar saya bisa membuat prestasi seperti yang diinginkan setelah melewati perjuangan maksimal.” pungkas Sean Gelael. [WUR]
]]>.
Sumber : Rakyat Merdeka RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Categories