Sudah Nolak Soal 3 Periode Pak Jokowi, Masih Ada Yang Curiga Nih .

Presiden Jokowi sudah menolak wacana penambahan masa jabatan presiden menjadi 3 periode. Namun, Amien Rais masih curiga, Jokowi ingin nambah 1 periode lagi.

Penolakan Jokowi atas wacana presiden 3 periode itu sudah disampaikan 2 Desember 2019. Beberapa hari sebelum ya, pengamat intelijen yang juga pendukung Jokowi, Suhendra Hadikuntono, mengusulkan Jokowi bisa menjabat 3 periode. Alasannya, agar pembangunan yang dilakukan Jokowi berkesinambungan. Namun, dengan tegas Jokowi menolaknya.

“Ada yang ngomong presiden dipilih 3 periode. Itu ada 3 (maknanya). Satu, ingin menampar muka saya. Kedua, ingin cari muka, padahal sudah punya muka. Ketiga, ingin menjerumuskan. Itu saja,” tegas Jokowi, waktu itu.

Pernyataan tegas Jokowi itu tak membuat Amien percaya. Amien mengaku menangkap sinyal akan ada skenario yang mengarah agar Jokowi bisa memimpin 3 periode. Caranya, dengan mengamankan semua lembaga negara. Mulai dari DPR, MPR, DPD, maupun lembaga negara lain.

Amien menuding, pemerintah bakal meminta MPR menggelar Sidang Istimewa. Dalam Sidang Istimewa itu, akan ada usul perubahan pasal mengenai masa jabatan presiden dari 2 periode menjadi 3 periode. 

“Kalau ini betul-betul keinginan mereka, maka kita bisa segera mengatakan, innalillahi wa inna ilaihi rajiun,” ucap Amien, melalui YouTube Channel Amien Rais Official, yang diunggah pukul 20.00 WIB, Sabtu (13/3).

Di akhir pernyataannya, Amien mencoba bermain aman. Dia mengaku tidak bisa memastikan skenario ini bakal terjadi. “Ini dugaan saya, bisa keliru. Kalau keliru, saya minta maaf,” ucapnya, ringan.

Jokowi belum menanggapi pernyataan Amien ini. Apakah akan kembali mengulang penegasannya menolak wacana itu, atau mau menyerang Amien, atau bagaimana. Namun, pihak Istana dan para politisi di dalam koalisi, sudah melawan kecurigaan Amien itu.

Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP) Ali Mochtar Ngabalin menyindir Amien telah uzur. Sehingga lupa dengan penolakan yang pernah disampaikan Jokowi. “Pak Amien ini kan sudah uzur, bisa saja dia lupa. Saya berprasangka baik, dia lupa,” kata Ngabalin, kemarin.

Ketua DPP PDIP, Ahmad Basarah juga membantah. Wakil Ketua MPR ini memastikan, di partainya, sama sekali tidak ada pembahasan masa jabatan presiden sampai 3 periode. 

“Sejauh ini, kami belum pernah memikirkan, apalagi mengambil langkah-langkah politik untuk mengubah konstitusi hanya untuk menambah masa jabatan presiden menjadi 3 periode,” tegas Basarah, kemarin.

 

Basarah menambahkan, di MPR juga tidak pernah ada pembahasan untuk menambah masa jabatan MPR. Yang ada, hanya pembahasan Garis-garis Besar Haluan Negara (GBHN). “Kami belum pernah membahas isu masa jabatan presiden tersebut dan mengubahnya menjadi 3 periode,” tegasnya.

Bagi PDIP, lanjutnya, masa jabatan presiden 2 periode seperti yang berlaku saat ini, sudah cukup ideal dan tidak perlu diubah lagi. Yang diperlukan hanya kepastian kesinambungan pembangunan nasional dalam setiap pergantian kepemimpinan nasional. Dengan begitu, tidak terjadi peristiwa ganti presiden, ganti pula visi misi dan program pembangunannya. Sebab, pola pembangunan nasional seperti itu ibarat tari poco-poco, alias jalan di tempat. 

“Atas dasar itu, yang dibutuhkan bangsa kita saat ini adalah perubahan terbatas UUD NRI 1945 untuk memberikan kembali wewenang MPR untuk menetapkan GBHN. Bukan menambah masa jabatan presiden menjadi 3 periode,” tegasnya.

Wakil Ketua MPR, Arsul Sani menganggap pernyataan Amien tadi sebagai candaan. “Kami di MPR tertawa membaca berita yang memuat dugaan atau kecurigaan Pak AR,” ucap politisi senior PPP ini, kemarin.

Kenapa tertawa? Menurut Arsul, pernyataan Amien itu bukan sepenuhnya pandangan politik. Tapi pandangan politik yang disisipi dengung komedi. “Kami melihatnya itu political joke atau mob dari Pak AR saja,” sambungnya. 

Wakil Ketua MPR, Jazilul Fawaid menegaskan, tidak ada usulan yang masuk ke MPR untuk menambah masa jabatan presiden menjadi 3 periode. “Secara resmi, belum ada yang mengusulkan ke MPR. Masih sebatas wacana di publik,” tegas politisi PKB itu, kemarin.

Pakar hukum tata negara, Prof Jimly Asshiddiqie ikut bicara. Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) ini tidak sependapat dengan pandangan Amien. Dia mengimbau publik jangan terpancing dengan wacana itu. Sebab inisiasi tiga periode bagi presiden adalah ide buruk. 

“Ini ide yang buruk dari semua segi dan digulirkan sebagai jebakan saja. Bangsa kita juga tidak membutuhkan perpanjangan masa jabatan presiden sama sekali. Maka, kalau ada ide perubahan terbatas UUD, jangan kaitkan dengan isu 3 periode ini,” tulisnya, di akun Twitter @JimlyAs, kemarin. [UMM]

]]> .
Presiden Jokowi sudah menolak wacana penambahan masa jabatan presiden menjadi 3 periode. Namun, Amien Rais masih curiga, Jokowi ingin nambah 1 periode lagi.

Penolakan Jokowi atas wacana presiden 3 periode itu sudah disampaikan 2 Desember 2019. Beberapa hari sebelum ya, pengamat intelijen yang juga pendukung Jokowi, Suhendra Hadikuntono, mengusulkan Jokowi bisa menjabat 3 periode. Alasannya, agar pembangunan yang dilakukan Jokowi berkesinambungan. Namun, dengan tegas Jokowi menolaknya.

“Ada yang ngomong presiden dipilih 3 periode. Itu ada 3 (maknanya). Satu, ingin menampar muka saya. Kedua, ingin cari muka, padahal sudah punya muka. Ketiga, ingin menjerumuskan. Itu saja,” tegas Jokowi, waktu itu.

Pernyataan tegas Jokowi itu tak membuat Amien percaya. Amien mengaku menangkap sinyal akan ada skenario yang mengarah agar Jokowi bisa memimpin 3 periode. Caranya, dengan mengamankan semua lembaga negara. Mulai dari DPR, MPR, DPD, maupun lembaga negara lain.

Amien menuding, pemerintah bakal meminta MPR menggelar Sidang Istimewa. Dalam Sidang Istimewa itu, akan ada usul perubahan pasal mengenai masa jabatan presiden dari 2 periode menjadi 3 periode. 

“Kalau ini betul-betul keinginan mereka, maka kita bisa segera mengatakan, innalillahi wa inna ilaihi rajiun,” ucap Amien, melalui YouTube Channel Amien Rais Official, yang diunggah pukul 20.00 WIB, Sabtu (13/3).

Di akhir pernyataannya, Amien mencoba bermain aman. Dia mengaku tidak bisa memastikan skenario ini bakal terjadi. “Ini dugaan saya, bisa keliru. Kalau keliru, saya minta maaf,” ucapnya, ringan.

Jokowi belum menanggapi pernyataan Amien ini. Apakah akan kembali mengulang penegasannya menolak wacana itu, atau mau menyerang Amien, atau bagaimana. Namun, pihak Istana dan para politisi di dalam koalisi, sudah melawan kecurigaan Amien itu.

Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP) Ali Mochtar Ngabalin menyindir Amien telah uzur. Sehingga lupa dengan penolakan yang pernah disampaikan Jokowi. “Pak Amien ini kan sudah uzur, bisa saja dia lupa. Saya berprasangka baik, dia lupa,” kata Ngabalin, kemarin.

Ketua DPP PDIP, Ahmad Basarah juga membantah. Wakil Ketua MPR ini memastikan, di partainya, sama sekali tidak ada pembahasan masa jabatan presiden sampai 3 periode. 

“Sejauh ini, kami belum pernah memikirkan, apalagi mengambil langkah-langkah politik untuk mengubah konstitusi hanya untuk menambah masa jabatan presiden menjadi 3 periode,” tegas Basarah, kemarin.

 

Basarah menambahkan, di MPR juga tidak pernah ada pembahasan untuk menambah masa jabatan MPR. Yang ada, hanya pembahasan Garis-garis Besar Haluan Negara (GBHN). “Kami belum pernah membahas isu masa jabatan presiden tersebut dan mengubahnya menjadi 3 periode,” tegasnya.

Bagi PDIP, lanjutnya, masa jabatan presiden 2 periode seperti yang berlaku saat ini, sudah cukup ideal dan tidak perlu diubah lagi. Yang diperlukan hanya kepastian kesinambungan pembangunan nasional dalam setiap pergantian kepemimpinan nasional. Dengan begitu, tidak terjadi peristiwa ganti presiden, ganti pula visi misi dan program pembangunannya. Sebab, pola pembangunan nasional seperti itu ibarat tari poco-poco, alias jalan di tempat. 

“Atas dasar itu, yang dibutuhkan bangsa kita saat ini adalah perubahan terbatas UUD NRI 1945 untuk memberikan kembali wewenang MPR untuk menetapkan GBHN. Bukan menambah masa jabatan presiden menjadi 3 periode,” tegasnya.

Wakil Ketua MPR, Arsul Sani menganggap pernyataan Amien tadi sebagai candaan. “Kami di MPR tertawa membaca berita yang memuat dugaan atau kecurigaan Pak AR,” ucap politisi senior PPP ini, kemarin.

Kenapa tertawa? Menurut Arsul, pernyataan Amien itu bukan sepenuhnya pandangan politik. Tapi pandangan politik yang disisipi dengung komedi. “Kami melihatnya itu political joke atau mob dari Pak AR saja,” sambungnya. 

Wakil Ketua MPR, Jazilul Fawaid menegaskan, tidak ada usulan yang masuk ke MPR untuk menambah masa jabatan presiden menjadi 3 periode. “Secara resmi, belum ada yang mengusulkan ke MPR. Masih sebatas wacana di publik,” tegas politisi PKB itu, kemarin.

Pakar hukum tata negara, Prof Jimly Asshiddiqie ikut bicara. Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) ini tidak sependapat dengan pandangan Amien. Dia mengimbau publik jangan terpancing dengan wacana itu. Sebab inisiasi tiga periode bagi presiden adalah ide buruk. 

“Ini ide yang buruk dari semua segi dan digulirkan sebagai jebakan saja. Bangsa kita juga tidak membutuhkan perpanjangan masa jabatan presiden sama sekali. Maka, kalau ada ide perubahan terbatas UUD, jangan kaitkan dengan isu 3 periode ini,” tulisnya, di akun Twitter @JimlyAs, kemarin. [UMM]
]]> .
Sumber : Rakyat Merdeka RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Categories