Sub Varian Omicron Lebih Menular Muncul Lagi Rakyat Malaysia Dan India Di-warning Pake Masker

Dua sub varian Omicron virus Corona yang dinilai sangat menular, terdeteksi di Malaysia. Menurut Menteri Kesehatan Malaysia Khairy Jamaluddin, keduanya adalah BA.5 dan BA.2.12.1.

Dia mencatat, sub varian itu dikategorikan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sebagai garis keturunan varian Omicron. “Sejauh ini, faktor risikonya tetap sama,” kata Khairy dalam cuitan di Twitter-nya, dikutip Channel News Asia (CNA), kemarin.

Malaysia melaporkan, 1.887 kasus baru covid-19 pada Kamis (9/6). India pun melaporkan adanya tren kenaikan penularan Covid-19 pekan ini. Bahkan kenaikan tajam terjadi pada Kamis (9/6).

Kasus harian baru di India untuk pertama kali hampir menembus 10.000, sejak gelombang ketiga menyerang negeri itu Januari lalu. Mengutip Worldometers, total kasus baru tercatat 9.743 hingga Kamis (9/6).

Ini menimbulkan ketakutan munculnya gelombang keempat Covid-19 di negara itu. Meski demikian, angka keterisian rumah sakit masih rendah. Kematian juga tercatat nol kasus.

Mengutip The Indian Express, mantan Kepala Departemen Epidemiologi di Dewan Penelitian Medis India, Lalit Kant mengatakan, peningkatan jumlah kasus diperkirakan terjadi karena orang mulai melepas masker.  “Akan ada naik turun secara berkala dalam jumlah kasus,” tegasnya.

Di New Delhi, Otoritas Manajemen Bencana sebenarnya telah memberlakukan kembali denda 500 rupee (Rp 93 ribu) bagi mereka yang tidak memakai masker di luar ruangan. Para ahli mengatakan, pemakaian masker harus terus dilakukan, dibarengi edukasi kesehatan.

India memiliki total 43.207.265 kasus Covid-19 sejak virus masuk ke negara itu pada 2020. Secara akumulatif, ada 524.723 kematian. Negara Bollywood itu sempat jadi hotspot tsunami Covid-19 di 2020, dengan ratusan ribu kasus per hari. Varian Delta juga pertama kali terdeteksi di India.

Sementara di saat China mulai merasakan angin segar dicabutnya kebijakan lockdown di beberapa provinsi. Namun di beberapa bagian wilayah Kota Shanghai, malah kembali mencatat angka penularan baru. Padahal, Pemerintah China baru saja mencabut lockdown pada 1 Juni lalu.

Presiden Xi Jinping mengatakan, strategi nol Covid merupakan harga mati. Pembatasan besar-besaran di kota-kota besar seperti Shanghai dan Beijing, memukul ekonomi terbesar kedua di dunia itu.

“Koordinasi pencegahan dan pengendalian Covid-19 secara efisien dilakukan dengan pembangunan ekonomi dan sosial. Strategi nol Covid China harus ditegakkan,” tegasnya dikutip CNA.

Shanghai akan menguji lebih dari setengah penduduknya mulai Sabtu (11/6) waktu setempat, kurang dari dua pekan setelah pencabutan lockdown. Para ahli memperkirakan, China akan berjuang memenuhi target pertumbuhan ekonomi sekitar 5,5 persen tahun ini, karena lockdown Covid-19 memaksa penutupan bisnis.

Bank Dunia pun telah memangkas tajam perkiraan pertumbuhan ekonomi 2022 untuk China menjadi 4,3 persen, memperingatkan bahwa gangguan Covid-19 dapat semakin memperlambat pemulihan.■

]]> Dua sub varian Omicron virus Corona yang dinilai sangat menular, terdeteksi di Malaysia. Menurut Menteri Kesehatan Malaysia Khairy Jamaluddin, keduanya adalah BA.5 dan BA.2.12.1.

Dia mencatat, sub varian itu dikategorikan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sebagai garis keturunan varian Omicron. “Sejauh ini, faktor risikonya tetap sama,” kata Khairy dalam cuitan di Twitter-nya, dikutip Channel News Asia (CNA), kemarin.

Malaysia melaporkan, 1.887 kasus baru covid-19 pada Kamis (9/6). India pun melaporkan adanya tren kenaikan penularan Covid-19 pekan ini. Bahkan kenaikan tajam terjadi pada Kamis (9/6).

Kasus harian baru di India untuk pertama kali hampir menembus 10.000, sejak gelombang ketiga menyerang negeri itu Januari lalu. Mengutip Worldometers, total kasus baru tercatat 9.743 hingga Kamis (9/6).

Ini menimbulkan ketakutan munculnya gelombang keempat Covid-19 di negara itu. Meski demikian, angka keterisian rumah sakit masih rendah. Kematian juga tercatat nol kasus.

Mengutip The Indian Express, mantan Kepala Departemen Epidemiologi di Dewan Penelitian Medis India, Lalit Kant mengatakan, peningkatan jumlah kasus diperkirakan terjadi karena orang mulai melepas masker.  “Akan ada naik turun secara berkala dalam jumlah kasus,” tegasnya.

Di New Delhi, Otoritas Manajemen Bencana sebenarnya telah memberlakukan kembali denda 500 rupee (Rp 93 ribu) bagi mereka yang tidak memakai masker di luar ruangan. Para ahli mengatakan, pemakaian masker harus terus dilakukan, dibarengi edukasi kesehatan.

India memiliki total 43.207.265 kasus Covid-19 sejak virus masuk ke negara itu pada 2020. Secara akumulatif, ada 524.723 kematian. Negara Bollywood itu sempat jadi hotspot tsunami Covid-19 di 2020, dengan ratusan ribu kasus per hari. Varian Delta juga pertama kali terdeteksi di India.

Sementara di saat China mulai merasakan angin segar dicabutnya kebijakan lockdown di beberapa provinsi. Namun di beberapa bagian wilayah Kota Shanghai, malah kembali mencatat angka penularan baru. Padahal, Pemerintah China baru saja mencabut lockdown pada 1 Juni lalu.

Presiden Xi Jinping mengatakan, strategi nol Covid merupakan harga mati. Pembatasan besar-besaran di kota-kota besar seperti Shanghai dan Beijing, memukul ekonomi terbesar kedua di dunia itu.

“Koordinasi pencegahan dan pengendalian Covid-19 secara efisien dilakukan dengan pembangunan ekonomi dan sosial. Strategi nol Covid China harus ditegakkan,” tegasnya dikutip CNA.

Shanghai akan menguji lebih dari setengah penduduknya mulai Sabtu (11/6) waktu setempat, kurang dari dua pekan setelah pencabutan lockdown. Para ahli memperkirakan, China akan berjuang memenuhi target pertumbuhan ekonomi sekitar 5,5 persen tahun ini, karena lockdown Covid-19 memaksa penutupan bisnis.

Bank Dunia pun telah memangkas tajam perkiraan pertumbuhan ekonomi 2022 untuk China menjadi 4,3 persen, memperingatkan bahwa gangguan Covid-19 dapat semakin memperlambat pemulihan.■
]]> . Sumber : Rakyat Merdeka – RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Categories