Suasana Tak Kondusif, Musda V KBPP Polri Sulawesi Utara Dibatalkan

Pimpinan Pusat Keluarga Besar Putra Putri Polri (KBPP Polri) akhirnya memutuskan untuk membatalkan pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda) KBPP Polri Sulawesi Utara (Sulut) yang sedianya diselenggarakan Senin (29/11) malam, menyusul aksi mengarah anarkisme di dalam musda.

“Setelah berkoordinasi dengan pembina yaitu Polda Sulawesi Utara, Pimpinan Pusat KBPP Polri memutuskan untuk membatalkan Musda V KBPP Polri Sulawesi Utara yang sedianya akan berlangsung Senin (29/11) hingga Selasa (30/11),” ucap Ketua Umum PP KBPP Polri Evita Nursanty dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (30/11).

Menurut Nursanty, keputusan itu terpaksa diambil untuk menjaga marwah organisasi KBPP Polri dan juga marwah Polda Sulawesi Utara.

“Saya mencium aroma yang sarat kepentingan individu dan kelompok dengan menggerakkan aksi yang diilakukan sehingga menimbulkan kericuhan,” duganya.

Awalnya, kegiatan Musda yang dimulai Senin (29/11) pukul 15.00 Wita dengan agenda pembukaan, berlangsung tertib. Saat itu, hadir Evita Nursanty bersama Kapolda Sulawesi Utara sekaligus memberikan sambutan dan arahan sekaligus membuka Musda V KBPP Polri Sulawesi Utara.

Namun suasana berubah ketika Musda beranjak ke Paripurna I yang agendanya pengesahan kuorum, jadwal acara, tata tertib dan pemilihan presidium sidang. Keributan pun mulai terjadi.

Belum sampai ketuk palu, sekelompok orang mulai melakukan keributan mempersoalkan salah satu pasal di tata tertib (tatib) yang menetapkan kriteria untuk menjadi ketua PD KBPP Polri yang mengacu pada AD/ART KBPP Polri.

“Saya memantau berlangsungnya penyelenggaraan Musda tersebut, yang menjurus ke anarkis seperti melempar gelas, memecahkan kaca meja, berteriak-teriak, dan lainnya. Berbagai upaya sudah dilakukan oleh Pimpinan Pusat maupun Polda selaku pembina untuk meredam situasi, namun situasi tersebut makin memburuk,” jelas Evita.

Dengan mempertimbangkan berbagai hal, Evita memutuskan membatalkan penyelenggaraan Musda V KBPP Polri PD Sulawesi Utara sampai nanti ada keputusan baru. Anggota Komisi VI DPR ini mengaku prihatin dan menyayangkan kejadian tersebut.

Dia berharap semua anggota dan pengurus KBPP Polri untuk menjaga marwah organisasi dan menjaga marwah Polri sebagai pembina. Dia juga meminta, ke depan, setiap anggota dan pengurus di dalam pengambilan keputusan, lebih mengedepankan kepentingan organisasi daripada kepentingan individu maupun kelompok. [FAQ]

]]> Pimpinan Pusat Keluarga Besar Putra Putri Polri (KBPP Polri) akhirnya memutuskan untuk membatalkan pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda) KBPP Polri Sulawesi Utara (Sulut) yang sedianya diselenggarakan Senin (29/11) malam, menyusul aksi mengarah anarkisme di dalam musda.

“Setelah berkoordinasi dengan pembina yaitu Polda Sulawesi Utara, Pimpinan Pusat KBPP Polri memutuskan untuk membatalkan Musda V KBPP Polri Sulawesi Utara yang sedianya akan berlangsung Senin (29/11) hingga Selasa (30/11),” ucap Ketua Umum PP KBPP Polri Evita Nursanty dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (30/11).

Menurut Nursanty, keputusan itu terpaksa diambil untuk menjaga marwah organisasi KBPP Polri dan juga marwah Polda Sulawesi Utara.

“Saya mencium aroma yang sarat kepentingan individu dan kelompok dengan menggerakkan aksi yang diilakukan sehingga menimbulkan kericuhan,” duganya.

Awalnya, kegiatan Musda yang dimulai Senin (29/11) pukul 15.00 Wita dengan agenda pembukaan, berlangsung tertib. Saat itu, hadir Evita Nursanty bersama Kapolda Sulawesi Utara sekaligus memberikan sambutan dan arahan sekaligus membuka Musda V KBPP Polri Sulawesi Utara.

Namun suasana berubah ketika Musda beranjak ke Paripurna I yang agendanya pengesahan kuorum, jadwal acara, tata tertib dan pemilihan presidium sidang. Keributan pun mulai terjadi.

Belum sampai ketuk palu, sekelompok orang mulai melakukan keributan mempersoalkan salah satu pasal di tata tertib (tatib) yang menetapkan kriteria untuk menjadi ketua PD KBPP Polri yang mengacu pada AD/ART KBPP Polri.

“Saya memantau berlangsungnya penyelenggaraan Musda tersebut, yang menjurus ke anarkis seperti melempar gelas, memecahkan kaca meja, berteriak-teriak, dan lainnya. Berbagai upaya sudah dilakukan oleh Pimpinan Pusat maupun Polda selaku pembina untuk meredam situasi, namun situasi tersebut makin memburuk,” jelas Evita.

Dengan mempertimbangkan berbagai hal, Evita memutuskan membatalkan penyelenggaraan Musda V KBPP Polri PD Sulawesi Utara sampai nanti ada keputusan baru. Anggota Komisi VI DPR ini mengaku prihatin dan menyayangkan kejadian tersebut.

Dia berharap semua anggota dan pengurus KBPP Polri untuk menjaga marwah organisasi dan menjaga marwah Polri sebagai pembina. Dia juga meminta, ke depan, setiap anggota dan pengurus di dalam pengambilan keputusan, lebih mengedepankan kepentingan organisasi daripada kepentingan individu maupun kelompok. [FAQ]
]]> . Sumber : Rakyat Merdeka – RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Categories