Suap Penyidik KPK, Walkot Tanjungbalai Minta Maaf

Wali Kota Tanjungbalai M Syahrial meminta maaf kepada warganya setelah ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan suap kepada penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dari Polri AKP Stepanus Robin Pattuju.

“Saya menyampaikan mohon maaf kepada warga Kota Tanjungbalai atas yang saya sudah lakukan,” ujar Syahrial di Gedung KPK, Jakarta Selatan, Sabtu (24/4).

Syahrial berjanji bakal kooperatif dalam menjalani proses hukum yang menjeratnya. Ditanya menyesali perbuatannya atau tidak, dia hanya menganggukkan kepala. “Saya akan kooperatif, akan memberikan keterangan yang baik dan benar,” janjinya.

Syahrial tiba di Gedung KPK hari ini setelah dua hari menjalani pemeriksaan di Polres Tanjungbalai. Penyidik komisi antirasuah langsung menahannya.

“Untuk kepentingan penyidikan,tim penyidik melakukan penahanan pada tersangka MS untuk 20 hari ke depan terhitung mulai tanggal 24 April 2021 sampai dengan 13 Mei 2021 di Rutan KPK Cabang Kavling C1 Gedung ACLC,” ujar Ketua KPK Firli Bahuri, dalam konferensi pers di Gedung KPK, Sabtu (24/4).

Syahrial, memberikan uang Rp 1,3 miliar dari Rp 1,5 miliar yang diminta penyidik KPK Stepanus. Uang itu, untuk menghentikan penyelidikan kasus jual beli jabatan Sekretaris Daerah (Sekda) Pemkot Tanjungbalai agar tak naik ke tahap penyidikan.

Atas perbuatannya, Syahrial disangkakan melanggar Pasal 5 ayat 1 huruf a atau b atau Pasal 13 UU Tipikor.

Sebelumnya, KPK sudah menahan Stepanus dan satu tersangka lainnya, pengacara Maskur Husain. Maskur, disebut Firli, menerima Rp 525 juta dari Rp 1,3 miliar yang diberikan Syahrial kepada Stepanus. Stepanus ditahan di Rutan Gedung Merah Putih KPK. Sementar Maskur, di Rutan KPK Cabang Pomdam Guntur. [OKT]

]]> Wali Kota Tanjungbalai M Syahrial meminta maaf kepada warganya setelah ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan suap kepada penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dari Polri AKP Stepanus Robin Pattuju.

“Saya menyampaikan mohon maaf kepada warga Kota Tanjungbalai atas yang saya sudah lakukan,” ujar Syahrial di Gedung KPK, Jakarta Selatan, Sabtu (24/4).

Syahrial berjanji bakal kooperatif dalam menjalani proses hukum yang menjeratnya. Ditanya menyesali perbuatannya atau tidak, dia hanya menganggukkan kepala. “Saya akan kooperatif, akan memberikan keterangan yang baik dan benar,” janjinya.

Syahrial tiba di Gedung KPK hari ini setelah dua hari menjalani pemeriksaan di Polres Tanjungbalai. Penyidik komisi antirasuah langsung menahannya.

“Untuk kepentingan penyidikan,tim penyidik melakukan penahanan pada tersangka MS untuk 20 hari ke depan terhitung mulai tanggal 24 April 2021 sampai dengan 13 Mei 2021 di Rutan KPK Cabang Kavling C1 Gedung ACLC,” ujar Ketua KPK Firli Bahuri, dalam konferensi pers di Gedung KPK, Sabtu (24/4).

Syahrial, memberikan uang Rp 1,3 miliar dari Rp 1,5 miliar yang diminta penyidik KPK Stepanus. Uang itu, untuk menghentikan penyelidikan kasus jual beli jabatan Sekretaris Daerah (Sekda) Pemkot Tanjungbalai agar tak naik ke tahap penyidikan.

Atas perbuatannya, Syahrial disangkakan melanggar Pasal 5 ayat 1 huruf a atau b atau Pasal 13 UU Tipikor.

Sebelumnya, KPK sudah menahan Stepanus dan satu tersangka lainnya, pengacara Maskur Husain. Maskur, disebut Firli, menerima Rp 525 juta dari Rp 1,3 miliar yang diberikan Syahrial kepada Stepanus. Stepanus ditahan di Rutan Gedung Merah Putih KPK. Sementar Maskur, di Rutan KPK Cabang Pomdam Guntur. [OKT]
]]>.
Sumber : Rakyat Merdeka – RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Categories